icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tiga Puluh Nasi Bungkus

Bab 7 Permintaan Suamiku

Jumlah Kata:1065    |    Dirilis Pada: 12/09/2023

," s

u masih terseny

kepada ibu mertuaku yang sedang ber

ris saja. Aku segera menempelkan bibirku pada punggung tangan kanan Mas Edi kem

rmu, Nduk?" tan

enak badan,

eda. Tidak semua sama. Begitu pula dengan

Bu," sahut Mas Edi sembari membelai

a," jawab i

Mas. Mereka itu adalah rezeki yang Allah

Kalau menurutku sih b

inya adalah perempuan, maka dengan sangat terp

n ibu mertuaku itu, tetapi berbagai macam pertanyaan mulai lagi mengelilingi kep

ahir bayi laki-laki di tengah kelua

tkan kening hingga kening

sanggup untuk menafkahimu dan anak-anak. Jadi, tak ada yang harus dikhawatirkan lagi." Ibu mertuaku mula

luar dari kamarku. Mereka mengganti paka

rta ibu mertuaku tersenyum ke arahku hingga akhirnya tubuhku lunglai dan aku sudah tidak kuat

______

rtuaku, Mas Edi, Delia, dan Nurmi. Rasa pusing di kepalaku mulai mereda. Namun, tubuh

u itu jika kamu terus memaksakan kehendakmu. Janin yang berada di dalam perutmu itu juga ak

Ibu. Lagi pula ini juga dem

n. Tidak terisi apa pun sama sekali," kata Bu Ratih sembari meraih s

ya aku bisa duduk di atas kasur walaupun masih dalam keadaan yan

ual mulai lagi aku ra

, Sari," pi

emudian lanjut lagi Bu Ratih menyuapiku perlahan hingg

erut istriku benar-bena

i pada tidak sama sekali. Jika dipaksakan untuk menghabiskan hingga s

ng sesuai oleh resep dokter. Mas Edi telah menebus beb

janin yang ada di dalam perutmu itu

han bubur ayam yang berada di dalam pe

ni kamu ditemani oleh Ibu di rumah. Ibu akan bermalam di rumah kita hingga beberapa hari ke depan. Bia

in merepotkan ibu mertuaku. Pada kehamilanku yang pertama dan yang kedua, aku sa

rlahan. Kasih sayang yang kurasakan dari Bu Ratih seperti kasih sayang untuk ibu ke anak kandungnya sendiri. Biarpun posisiku di sini sebagai m

adiknya sedang bekerja di luar kota. Rumah ibu mertuaku pun sebenarnya berada jauh dari kota ini. Ibu mertuak

dang ada pekerjaan yang tidak bisa untuk ditun

mah sendiri. Walaupun tidaklah besar. Namun, aku masih tidak mengetahui hingga kini pekerjaan dari ayahnya Mas Edi

ang tak banyak bicara. Jika pun bicar

Jadi, besok Edi minta pada Ibu untu

anya, ya?" ta

subuh sudah harus s

n mataku. Berarti ibu mertuaku itu juga telah mengetahui tentang t

. Kemudian Mas Edi memberikan uang dengan nominal yang sama kepada ibu mertuaku seperti nominal

bu mertuaku dan Mas Edi keluar dari dalam kamarku.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tiga Puluh Nasi Bungkus
Tiga Puluh Nasi Bungkus
“"Dek, ini uang." Mas Edi memberikan sejumlah uang padaku ketika selesai makan malam. "Banyak sekali, Mas?" tanyaku dengan kedua bola mata yang membulat. "Itulah rezeki yang Allah beri untuk kita hari ini," jawab Mas Edi. Mas Edi selalu saja pulang membawa banyak uang. padahal pekerjaannya hanya sebagai ojek online. Aku tidak percaya pada Mas Edi jika uang dengan nilai satu juta rupiah per hari itu didapatkan Mas Edi dari hasil mengojek online. Mas Edi juga selalu meminta padaku untuk membuatkan tiga puluh bungkus nasi dengan lauk yang sama dengan menu makan kami sehari-hari. Apa sebenarnya yang terjadi pada Mas Edi?”
1 Bab 1 Curiga2 Bab 2 Surat Tanpa Nama Pengirim3 Bab 3 Isi Surat Menggores Hati4 Bab 4 Pertengkaran Dimulai5 Bab 5 Pingsan6 Bab 6 Penelepon Misterius7 Bab 7 Permintaan Suamiku8 Bab 8 Pertanyaan Dari Ibu Mertua9 Bab 9 Isi Dari Gumpalan Kertas10 Bab 10 Rahasia Besar Ibu Mertua11 Bab 11 Kejujuran Dari Mas Edi12 Bab 12 Cerita Seseorang13 Bab 13 Penjelasan Dari Om Tomi14 Bab 14 Tentang Tiga Puluh Nasi Bungkus15 Bab 15 Wanita Tak Dikenal16 Bab 16 Permintaan Ibu Mertua17 Bab 17 Laki-laki Yang Datang Menemui Sari18 Bab 18 Mengintai Mbak Mila19 Bab 19 Rumah Baru20 Bab 20 Rekaman Suara Untuk Mas Edi