icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tiga Puluh Nasi Bungkus

Bab 4 Pertengkaran Dimulai

Jumlah Kata:1322    |    Dirilis Pada: 12/09/2023

Ayah lagi a

Delia seakan k

aku dengan mengg

ncengkan Mbak Mi

na?" t

getahui jika ada Delia dan Nurmi yan

pinggang Ayah," sa

i? Harusnya Delia dan Nurmi yang diajak jalan-jalan ol

ku. Anak-anak saja punya rasa cemburu pada Mas Edi, seolah kasih sayang Mas Edi telah terbagi oleh Si Mila

nggung semua ini. Anak-anak belum cukup umur untuk mengetahui semua permasalahan orang dewasa. Mereka masih butuh banyak kasih sayang, belajar, dan bermain. Tidak harus me

menangis?"

nangis kok sa

ngis," sahut s

sembab?" tanya Delia lagi. Delia tidak p

angin kemudian terbanglah debu itu dari mata Ibu. Ketika debu itu masih bersembunyi di mata, Ibu sempat mengucek kedua mata Ibu yang akhirnya terlihat sembab seperti orang yang baru saja menangis. Seperti itu ceritanya," jawabk

a Ibu habi

makan siang. Menunya sudah ada di at

Bu?" tan

u lupa beli," jawabk

____

ak-anakku. Dengan cepat aku melangkah hingga akhirnya aku sampai ke warungnya Mbak Mila. D

engan mereka jika akhirnya mereka me

ngan Mas Edi pakai acara peluk-

. Iya kan?" tanya Mbak Mila pada empat orang laki-laki yang s

engan sambil peluk-pelukkan. Tidak mungkin jika mereka itu boh

lain. Aku sedari tadi nongkrong di warung ini dan Mba

kot jika sedari pagi tadi hingga

u kuantar lagi untuk pulang sampai ke rumah mereka. Dari pada aku di rumah tidak ada yang diajak mengobrol lebih baik aku nongkrong di warungnya Mbak Mila. Bu Sari kan tahu jika statusku duda. Aku kesepian jika

i dengan istri dan anak-anaknya, sedangkan aku pasti akan dapat sisanya saja. Ojek online kan tidak menentu penghasilannya. Apa lagi biaya hidup sekarang ini cukup tinggi. Harga minyak goreng tidak ada

sama aku saja. Duda tanpa anak dan rasanya masih pejaka," sahut sopir angkut

ali terulang seperti ini lagi, aku tidak

n Mas Edi. Walaupun wajahnya tampan, tetapi uangnya ... Hidup itu butuh uang. Bukan ketampanan. Kala

. Tidak mungkin anak-anakku salah lihat ataupun berniat untuk membohongiku. Delia dan Nurmi itu anak-a

erjalan melewati kamar Delia dan Nurmi, kulihat mereka sudah ter

____

sampai di rumah. Aku masih bersikap seperti biasanya. Ketika Mas Edi pulang ke rumah,

ek," ucap Mas Edi lalu menyen

a lagi rasa cinta di hatiku pada Mas Edi. Rupanya Mas Edi merasakan jika senyuman yang teruk

k suka akan kedatanga

banyak pertanyaan di otakku

ulang ke rumah selalu membawakanmu uang

egera menyodorkan amplop yang be

ni?" t

aja," j

i dalam amplop tersebut kemudian membaca

ya kelakuanmu di b

mana surat ini?

Aku mau pulang ke rumah orang tuaku untuk menenan

ng dari pagi hingga malam. Kamu kira mencari rezeki di jalanan itu mudah? Jika ban roda duaku bocor lalu jauh dengan tambal ban, terpaksa aku harus

di

i cemburu. Ingat, Dek. Kita sudah mempunyai dua orang anak. Tidak seharusnya ka

Mas. Namun, kini kepercayaanku seolah hi

emua isinya menunjukkan tentang diriku. Orang

i mana dengan Mbak Mila yang sudah berani

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tiga Puluh Nasi Bungkus
Tiga Puluh Nasi Bungkus
“"Dek, ini uang." Mas Edi memberikan sejumlah uang padaku ketika selesai makan malam. "Banyak sekali, Mas?" tanyaku dengan kedua bola mata yang membulat. "Itulah rezeki yang Allah beri untuk kita hari ini," jawab Mas Edi. Mas Edi selalu saja pulang membawa banyak uang. padahal pekerjaannya hanya sebagai ojek online. Aku tidak percaya pada Mas Edi jika uang dengan nilai satu juta rupiah per hari itu didapatkan Mas Edi dari hasil mengojek online. Mas Edi juga selalu meminta padaku untuk membuatkan tiga puluh bungkus nasi dengan lauk yang sama dengan menu makan kami sehari-hari. Apa sebenarnya yang terjadi pada Mas Edi?”
1 Bab 1 Curiga2 Bab 2 Surat Tanpa Nama Pengirim3 Bab 3 Isi Surat Menggores Hati4 Bab 4 Pertengkaran Dimulai5 Bab 5 Pingsan6 Bab 6 Penelepon Misterius7 Bab 7 Permintaan Suamiku8 Bab 8 Pertanyaan Dari Ibu Mertua9 Bab 9 Isi Dari Gumpalan Kertas10 Bab 10 Rahasia Besar Ibu Mertua11 Bab 11 Kejujuran Dari Mas Edi12 Bab 12 Cerita Seseorang13 Bab 13 Penjelasan Dari Om Tomi14 Bab 14 Tentang Tiga Puluh Nasi Bungkus15 Bab 15 Wanita Tak Dikenal16 Bab 16 Permintaan Ibu Mertua17 Bab 17 Laki-laki Yang Datang Menemui Sari18 Bab 18 Mengintai Mbak Mila19 Bab 19 Rumah Baru20 Bab 20 Rekaman Suara Untuk Mas Edi