icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Langit Jam 4 Sore

Bab 5 Bersama Jung Min

Jumlah Kata:1708    |    Dirilis Pada: 23/06/2023

emintanya merekap ulang laporan tersebut untuk mengetahui besaran bonus yang harus mereka siapkan untuk divisi marketing. Di sela-sela kegiatannya, sesekali Divia terkekeh geli mencuri pandang waj

berdecak dan membuat Murni yang meja kerjan

tah banget. Kok ng

tanya gue. Emang g

erdering, memecah obrol

kerjakan

alan superma

sudah cepat kesini. Saya a

k banyak sih. Kalau su

tut.

a geram karena merasa si bos tidak mau mendengarnya bicara sampai selesai. Ma

rutu Divia dan meletakkan

Murni menimpali ge

lar, udah ngga sabar m

kayak baru kenal

?!", dengan tawa cekikikan Divia malah menggodai teman satunya lagi yan

o. Lagi pus

i, lagi pusing.", t

cepat selesai, mengingat tadi Mr. Jung mengatakan bahwa sudah ada tugas lain yang menantinya di bawah. Dalam keadaan serius seperti ini, j

tu. Kini dirinya juga sudah selesai mencetak hasil pekerjaannya tadi dalam beberapan lembar kertas HVS. Dengan

pa dari Pak Tedy menyambut kedatanga

Pak Tedy. Sementara staf yang bernama Pak Tedy itu ma

menanggapi gelagat temannya yang mencurigakan itu. "I

epada objek dokumen yang sedang dibahasn

enginjakkan kakinya di

perintah

hir seperti yang diminta.", seraya kedua tangan Divia menyerah

luarga ya. Ke bagian rekam medis. Kamu mintakan ke mereka rekam medis anak Saya, Jung Min. Untuk S

g disodorkan oleh bos Koreanya itu,

diantar sopir. Kamu bilang sama Pak Wawan m

Mr. Jung, berlalu pergi hendak menuju meja kerjanya di lantai dua lal

m adam yang berada di lantai satu. Dari ba

cantik, nunduk

.", jawab Divia seraya kakinya mulai m

ada dirinya sendiri, namun masih dapat didengar oleh P

uda. Makin hari makin gila saja kau ku perhati

Woo.. Orang Saya Cu

jelas. Nakutin orang.", Pak Lukas pun tak tahan ikut menimpali si

Jung Min yang sedang rebahan di sofa sambil memegangi tabletnya

a sekolah

ab Jung Min tanpa mengalihkan kedua m

ibur.

mula. Dirinya berharap tugas keluar kantor kali ini akan memakan waktu cukup lama, agar sore nanti dia

umah sakit Mi

n wajahnya kepada Divia yang sedang ber

rusin rekam medis si J

gi sama

yin.. Udah y

-hati

anya Jung Min mencegat lang

sakit. Disuruh bos.

in seraya menurunkan ked

ah

angan Jung Min menggelayu

nya Divia menoleh kepada Murni, meminta pertol

erbarengan melihat tingkah Jung M

a sana.. Ngamuk lho d

. Itu mau ketemu dokter lho

nyak dokter disana. Nanti kamu disuntik lho. A

. Ngga mau.. Pi

i anak. Udah deh yuk ke bawah, bi

ukas Murni cengengesan me

urun menuju ruangan Mr. Jung Wo Jin. Perlahan dan sangat hati-hati Divia men

sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas mereka masing-masing di balik sekat partisi biru yang membatas

g atas ketukan pintu y

bos saat menangkap keberadaan Ju

Min minta ikut Sa

u apa Ju

alan sam

gan! Dis

riak Jung Min memberont

tak tega dan tak mau melihat Jung Min menangis, beliau p

Jangan

ucapan bosnya itu. Artinya dia harus siap-siap kerepotan membawa bocah gemas

tukas Divia dengan senyum yang dipaksakan. "Ayo

a say goodbye kepada papanya seraya mengekori Divia yan

ikut-ikut segala.", b

sapa Pak Lukas ketika mereka b

a nih, bocah

si bos? Mau

tra Keluarga, ngur

obil Serena hitam menghamp

ak, jal

i-hati. Dada

perj

you a

Than

mau ajak aku

ni, "Iya Jung Min, nanti nurut ya sama aunty.

unty.

sisi kirinya. Menerawang keadaan jalan di siang hari yang terik itu dari balik jendela. Be

-kakinya pada alas di ujung tangga loby. Jung Min bersikap manis dengan tangannya yang mas

setelah Divia menyerahkan sebuah amplop yang dibawanya tadi dan

ini kamu manis sekali

wab Jung Min beg

menyadari bahwa sikapnya yang tak banyak tin

kita beli es krim di m

nnya di rumah sakit, dia akan menepati janjinya tadi pada Jung Min. Sambil menggoyang-goyangkan gandengan t

im ya

. Ayo kita be

ak seperti teman sebaya, yang sama-sama menikmati sore sambil makan es krim bercorong di tangan mereka mas

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Langit Jam 4 Sore
Langit Jam 4 Sore
“Ada seorang gadis yang begitu menyukai teduhnya langit jam empat sore. Dirinya selalu berkhayal kelak jalan hidupnya akan seindah langit sore itu. Divia Putri Gayatri, justru menemukan cintanya di saat dirinya tak pernah mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang terjadi seperti di film-film drama, akhirnya menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur hidupnya. Namun di saat cerita masa lalu mengusik kebahagiaan mereka, masih mungkinkah mereka bersatu di kemudian hari? Mungkinkah takdir indah berpihak kepada mereka?”
1 Bab 1 Kali Pertama2 Bab 2 Perhatian Kakak3 Bab 3 Kambuh4 Bab 4 Cinta Lama Ibu 5 Bab 5 Bersama Jung Min6 Bab 6 La Sita Cake7 Bab 7 Minggu Pagi8 Bab 8 Teman Arman9 Bab 9 Teddy Bear 10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Gema dan Arman12 Bab 12 Live Music13 Bab 13 Peluk Cium 14 Bab 14 Senin Tiba Lagi15 Bab 15 Taman Menteng16 Bab 16 Menemani Gema17 Bab 17 Bu Guru Viola 18 Bab 18 Jatuh Sakit19 Bab 19 Permohonan Maaf20 Bab 20 Rumah Viola21 Bab 21 Kambuh Lagi 22 Bab 22 Pernikahan Gema23 Bab 23 Masa Lalu Mereka24 Bab 24 Maya25 Bab 25 Mengantar Gema dan Bimo 26 Bab 26 Haris dan Viola 27 Bab 27 Gejala Depresi 28 Bab 28 Tempat Terbaik 29 Bab 29 Ulang Tahun Radit30 Bab 30 Kehilangan 31 Bab 31 Hati yang Hampa32 Bab 32 Cerita Mas Angga 33 Bab 33 Cinta Sampai Mati34 Bab 34 Kecelakaan 35 Bab 35 Tak Mungkin Menghindar 36 Bab 36 Janji Haris 37 Bab 37 Pertemuan Kembali 38 Bab 38 Luapan Rindu39 Bab 39 Tidak Sehat40 Bab 40 Pamit41 Bab 41 Gema dan Chintia42 Bab 42 Pindah43 Bab 43 Jalan-jalan 44 Bab 44 Donor Mata45 Bab 45 Papa Arman46 Bab 46 Memohon Restu 47 Bab 47 Peninggalan Terbaik