icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Langit Jam 4 Sore

Bab 4 Cinta Lama Ibu

Jumlah Kata:1130    |    Dirilis Pada: 23/06/2023

gi

alem sampai rum

jawab Gema seraya menyua

erada di meja mak

sama Ayah

epan kayaknya, lagi rapihin tan

Divia sambil men

rm

uk hampir tersedak dan buru-buru mengambi

an sama lo di depan kedai kopi? Cowok yang

lega dari tenggorokannya ya

Kak? Kok tiba-tib

ma Arman misscall ke HP lo. Terus HP lo, gue pindahin saja k

our Café. Waktu itu gue habis ketemu sama orang

lagi? Terus langsung

empatan kan bisa ketem

ekarang

? Orang gue temena

n, tapi lo

a.. Gue bukan bocah y

lo saja. Jangan samp

nya dari teras. Dia pun melangkah cepat membopong tasnya menuju pintu rumah karena ojek online

Divia seraya mencium tangan kedua orang

hati.", tim

Obat m

tangannya kepada sang Ibu. Tubuh Divia pun mulai menghilang tertelan jarak. Sementar

asih la

mang ayah ud

kopinya be

wa piring dan gelas kotor di kedua t

gi deket sa

pa-apa sama Ibu.", tanya

sebulan lalu. Terus malah ketemu lagi katan

cerita ya.. Biasanya k

a Ibu dia mau saja kenalan sama c

nya Gem? Ngga mungkin lah dia t

engaja tau karena semalem lihat ada misscall masu

alu khawatir sama adikmu!", sera

ja biar lebih hati-hati sama orang baru. Jaman

jak Gema agar segera ikut berangkat ke kantor sekarang ju

mencium tangan dan kening sang Ibu. Diikuti oleh Ibu yang juga hen

dalam lemari kayu yang sudah sekian lama tak tampak terjamah olehnya. Disana lah Ibu menyimpan barang-barang d

idur tadi. Karena saat itulah ketika beliau bangun dari tidur, tiba-tiba ingatannya tertuju pada isi lemar

dari susunan rak dalam lemari itu. Beliau pun mulai membuka album foto hijau yang dipangkunya kini. Dan mulai menitihkan air mata saat menangkap gambar dirinya kala berada dalam acara pesta u

ma teman-teman masa SMP nya. Beliau tertawa kecil, bicara sendiri berusaha mengingat siapa saja nama teman-temannya yang wajahnya tampak dalam f

n meraih kotak itu dari lantai, dengan sedikit gemetaran tangannya mulai mengangkat tutup kotak itu. Akhirnya beliau dapat melihat cintanya l

an memandangi satu-satunya foto kebersamaan mereka kala berkencan di taman ria puluhan tahun silam. Rosita terhanyut dalam kenangannya sendir

Yah

h baru ingat nanti ada kurir mau antar p

Ibu perginya setelah

a Bu? Maaf lho

Ngga apa

a juga masih kerap hadir menghantui jika teringat dirinya dulu yang pernah tega bermain serong di belakang suaminya. Seorang Teguh Satrio yang sungguh pemaaf dan ber

beliau merapikan susunan benda-benda tersebut ke atas rak yang tersusun dalam lemari jati di hadapannya. Setelah rampung, tanpa berlama-lama lagi beliau turun dan berg

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Langit Jam 4 Sore
Langit Jam 4 Sore
“Ada seorang gadis yang begitu menyukai teduhnya langit jam empat sore. Dirinya selalu berkhayal kelak jalan hidupnya akan seindah langit sore itu. Divia Putri Gayatri, justru menemukan cintanya di saat dirinya tak pernah mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang terjadi seperti di film-film drama, akhirnya menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur hidupnya. Namun di saat cerita masa lalu mengusik kebahagiaan mereka, masih mungkinkah mereka bersatu di kemudian hari? Mungkinkah takdir indah berpihak kepada mereka?”
1 Bab 1 Kali Pertama2 Bab 2 Perhatian Kakak3 Bab 3 Kambuh4 Bab 4 Cinta Lama Ibu 5 Bab 5 Bersama Jung Min6 Bab 6 La Sita Cake7 Bab 7 Minggu Pagi8 Bab 8 Teman Arman9 Bab 9 Teddy Bear 10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Gema dan Arman12 Bab 12 Live Music13 Bab 13 Peluk Cium 14 Bab 14 Senin Tiba Lagi15 Bab 15 Taman Menteng16 Bab 16 Menemani Gema17 Bab 17 Bu Guru Viola 18 Bab 18 Jatuh Sakit19 Bab 19 Permohonan Maaf20 Bab 20 Rumah Viola21 Bab 21 Kambuh Lagi 22 Bab 22 Pernikahan Gema23 Bab 23 Masa Lalu Mereka24 Bab 24 Maya25 Bab 25 Mengantar Gema dan Bimo 26 Bab 26 Haris dan Viola 27 Bab 27 Gejala Depresi 28 Bab 28 Tempat Terbaik 29 Bab 29 Ulang Tahun Radit30 Bab 30 Kehilangan 31 Bab 31 Hati yang Hampa32 Bab 32 Cerita Mas Angga 33 Bab 33 Cinta Sampai Mati34 Bab 34 Kecelakaan 35 Bab 35 Tak Mungkin Menghindar 36 Bab 36 Janji Haris 37 Bab 37 Pertemuan Kembali 38 Bab 38 Luapan Rindu39 Bab 39 Tidak Sehat40 Bab 40 Pamit41 Bab 41 Gema dan Chintia42 Bab 42 Pindah43 Bab 43 Jalan-jalan 44 Bab 44 Donor Mata45 Bab 45 Papa Arman46 Bab 46 Memohon Restu 47 Bab 47 Peninggalan Terbaik