icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Langit Jam 4 Sore

Bab 9 Teddy Bear

Jumlah Kata:1418    |    Dirilis Pada: 23/06/2023

! Yaoloh ap

pada pertanyaan Divia yang tampak antusias at

kerjanya, menghampiri meja kerja Radit. Padahal hanya empat hari mereka tak berju

ia. Dan Divia telah sampai di samping

a berkacak pinggang. Mantab sekali gayanya si Divia ini,

ke mereka. Kemarin itu gara-gara anak buahnya salah sortir bar

maaf dong

na keteledoran orang kami sendiri.", jawab Radit meniru

r masalahnya. Jadi bisa normal

-gesa menaiki anak tangga. Suara gaduh itu berasal dari sepatu ceper yang dikenakan oleh Desi. Dia pun telah sam

Des?", tanya M

ir pula.", t

o turun

mata yang ada di ruangan itupun memand

. Fan

Ivi? Hahaha..

a?", Murni menebak sekal

ar gede banget, anjir

ah? Terus gue mesti

dek Divia, "Ciye.. ciyee..", di sela-se

emang bener dia mau ngasih buat

. Gue juga oga

rani unjuk gigi dia sekarang. Wkw

. Hahaii..", tukas Desi yang kini su

adit malas dan mulai menekan tombol power

disampaikan oleh Desi. Dia masih tidak mau percaya kalau Pak Tedy benar-benar berniat memberinya boneka Teddy Bear. Apa maksudnya? Apa Pak Tedy sungguh menyukainya? Di

gan telepon di meja Radit menyebar ke seantero ruangan

a.

.....

, ada. Suda

.....

ter, Say

kotak hijau, di sisi kanannya. Dia hendak turun menghampiri keberadaan bosnya, menyerahkan dokumen yang tadi dimi

au ada live music di Cit

a bertanya sendiri menanggapi isi pesan dari Arm

nin lho ini.. Kamu ta

acaranya. Jam 7 Div. Kamu pasti mau daten

anget. Aku harus nonton

nang saja kal

Man, udah ka

arinya dari layar ponsel menuju keyboardnya

ran itu Pak Tedy ba

Murni yang antusias m

boneka buat Ivi? Mana? Kok ngga ada.. Terus kata dia, iya ada.

Sedang Divia sendiri hanya terdiam mal

isa tahu Des?"

a. Kaget lah gue.. Ada Tedy gendong Teddy. Hahah

i, dibalikin lagi ke mobil.", ucap

de gitu ke kantor. Mau bikin gaduh saja dilihat orang-orang. Ap

kali Vi..", R

a, kalau ngga.. Malu

ima makanya k

eet

a. Keempat manusia itu bersamaan menanggalkan sejenak tugas mere

mencekal pergelangan tangan Divia

iga temannya yang lain hanya tersenyum ke arahny

nya masih dengan mim

omong se

ya.. A

mau kasih k

? Hadia

macam it

ga ulang tahu

tapi Saya pin

angannya bergaya menadah, meminta hadia

ikut

edy sudah curi start menarik pergelangan tangannya, m

k membuka pintu bagian tengah. Setelah pintunya terbuka, benar saja kata Desi. Tampaklah sebuah boneka Teddy Bear berukuran jumbo

, menelan ludah.

itu ke tubuh Divia. Membuatnya tersentak d

ih ya Pak..", tawan

rnya buat nemenin

Iya

y yang hendak mengunci kembali pintu mobilnya yang

Kenap

imana cara Saya pulang b

dian Pak Tedy membuka mulut, "Biar

elongo dengan satu jarinya

pada kamu repot dan b

rang biar Teddy Bearnya masuk lagi k

a harus naik taksi dan bayar ong

dai mie ayam yang berada tak jauh dari kantor mere

tampak kegirangan setelah momen makan siang bersama Divia tadi terjadi begitu saja tanpa dia rencanakan seb

ia sedang berkumpul di satu titik den

p Murni saat Divia mu

eraya Divia men

o bonekanya?"

e bilang ngga ulang tahun, tap

rang Teddy

. Gila saja gue bawa kemar

dong nanti?"

ongkos. Dia lah tanggung

gelak tawa m

nta di

lang sendiri

k?", tanya Radit

.. Dia ngga

in sih, dia suka benera

ikuti gerakan yang lainnya, berpencar ke mejanya masing-m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Langit Jam 4 Sore
Langit Jam 4 Sore
“Ada seorang gadis yang begitu menyukai teduhnya langit jam empat sore. Dirinya selalu berkhayal kelak jalan hidupnya akan seindah langit sore itu. Divia Putri Gayatri, justru menemukan cintanya di saat dirinya tak pernah mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang terjadi seperti di film-film drama, akhirnya menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur hidupnya. Namun di saat cerita masa lalu mengusik kebahagiaan mereka, masih mungkinkah mereka bersatu di kemudian hari? Mungkinkah takdir indah berpihak kepada mereka?”
1 Bab 1 Kali Pertama2 Bab 2 Perhatian Kakak3 Bab 3 Kambuh4 Bab 4 Cinta Lama Ibu 5 Bab 5 Bersama Jung Min6 Bab 6 La Sita Cake7 Bab 7 Minggu Pagi8 Bab 8 Teman Arman9 Bab 9 Teddy Bear 10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Gema dan Arman12 Bab 12 Live Music13 Bab 13 Peluk Cium 14 Bab 14 Senin Tiba Lagi15 Bab 15 Taman Menteng16 Bab 16 Menemani Gema17 Bab 17 Bu Guru Viola 18 Bab 18 Jatuh Sakit19 Bab 19 Permohonan Maaf20 Bab 20 Rumah Viola21 Bab 21 Kambuh Lagi 22 Bab 22 Pernikahan Gema23 Bab 23 Masa Lalu Mereka24 Bab 24 Maya25 Bab 25 Mengantar Gema dan Bimo 26 Bab 26 Haris dan Viola 27 Bab 27 Gejala Depresi 28 Bab 28 Tempat Terbaik 29 Bab 29 Ulang Tahun Radit30 Bab 30 Kehilangan 31 Bab 31 Hati yang Hampa32 Bab 32 Cerita Mas Angga 33 Bab 33 Cinta Sampai Mati34 Bab 34 Kecelakaan 35 Bab 35 Tak Mungkin Menghindar 36 Bab 36 Janji Haris 37 Bab 37 Pertemuan Kembali 38 Bab 38 Luapan Rindu39 Bab 39 Tidak Sehat40 Bab 40 Pamit41 Bab 41 Gema dan Chintia42 Bab 42 Pindah43 Bab 43 Jalan-jalan 44 Bab 44 Donor Mata45 Bab 45 Papa Arman46 Bab 46 Memohon Restu 47 Bab 47 Peninggalan Terbaik