icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Langit Jam 4 Sore

Bab 2 Perhatian Kakak

Jumlah Kata:1419    |    Dirilis Pada: 23/06/2023

kedai kopi Bertha. Tempat dimana mereka berkenalan untuk pertama kalinya tempo hari. Hari ini Divia berpenampilan casual. Karena sebetulnya dia merasa kurang nyaman jika berpenampilan feminim. L

rnya dari sofa, barusan dia sedang bicara di telepon

t?", jawab Divia setenga

ema bertanya kembali tanpa bang

eraya mendorong pintu pagar da

ipesannya beberapa menit lalu dan kini siap me

a Gema. Dia hanya ingin kakaknya itu fokus saja pada rencana pernikahannya yang sudah tidak lama lagi.

engar berbarengan dengan suara

atanya udah bi

udah

ja. Jawab sekena'nya.", seraya bangkit dari posisi rebahny

pa memandang kepada Gema. Kedua matanya lebi

bawa pulang saja kopi serenceng, bikin pake es deh

n bareng temen-temennya. Udah lah Gem, Ivi kan bukan adik k

udah makin dewasa sekarang. Aku s

a. Terus Ibu

minya. Setelah Bimo bertegur sapa dengan Ibu, Gema mengajaknya kembali ke teras dan berbincang-bincang disana. Sementara Ibu m

ekat dengan kaca tembus pandang yang mengarah keluar jalan raya. Beberapa menit yang lalu Arman terkesan dengan penampilan Divia hari ini. Mengingat mundur sebulan yang lalu Divia me

memang sedikit canggung karena mereka hanya ngopi berdua saja, orang-orang yang memandang kepada mereka pasti mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih.

pernah sekalipun bertanya kenapa Arman masih belum memiliki kekasih hingga saat ini. Obrolan mereka l

geluarkan kotak rokok dan korek gas dari dalam tasnya. Hal itupun

rbarengan dengan dirinya menyalakan sebatang

kerjaan kamu di

a.. sebisa mungkin diatasi saja lah gimana caranya. Kamu sendiri, ka

alau pas kerjaan lagi ditunggu sama si b

ng-sering refreshing ya Div. Jalan-j

.", ucap Divia penuh kekaguman pada awan sore yang tampak cerah. Dia pun m

v, cera

ng suka banget sama langit saat jam empat sore gini. Lihatnya b

bisa melow juga Di

tetap manusia biasa Man,

ja Divia termangu memandang wajah Arman yang sedang menyetir. Tawa mereka mendadak berganti dengan hening. Hanya terdengar suara dari tape mobil yang sedang memutar lagu Soulmate milik Kahitna. Keheningan yang kian terasa itu membuat Arman tersad

rman ketika hendak menurunkan

ang putih itu bergerak mundur. Arman akan berputar balik di lahan kosong sebelah sana. Divia masih mengamati dari jauh, dia men

ya yang mendorong pagar,

ngop

.. Eh ada

diluar mulu.", seraya menerima ulu

kok Mas. Aku m

elihat tingkah adiknya itu. Dia sedang memendam tanya dalam

perlu begitu khawatir pada Divia dan dia juga tidak mau membuat Divia kesal karena ditanya-tanya saat dirinya bar

adalah saat di perjalanan tadi. Dimana saat itu Divia sampai termangu dibuatnya, terpana terdiam memandangnya. Ki

a-tiba saja dia terdiam dan memandang ke wajahnya. Entahlah, Arman tidak menem

*

ar ponselnya ketika Haris, sahabatnya sejak

dekat kepada Arman yang duduk sendirian di ruan

lagi chattin

", Haris menyeli

dengan lembut. Mengiringi obrolannya dengan

juga ngga

lo ngga kesini. S

kan sama-sama sibuk kerja, ja

ya sih.. B

uh gitar, dar

ong, terawat

ak mereka lulus. Hanya Haris yang hingga kini masih dekat dengan Arman. Setelah lulus, mereka memang kuliah di universitas yang sama, namun dengan fakultas yang berbeda. Arman duduk di fakultas teknik, sed

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Langit Jam 4 Sore
Langit Jam 4 Sore
“Ada seorang gadis yang begitu menyukai teduhnya langit jam empat sore. Dirinya selalu berkhayal kelak jalan hidupnya akan seindah langit sore itu. Divia Putri Gayatri, justru menemukan cintanya di saat dirinya tak pernah mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang terjadi seperti di film-film drama, akhirnya menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur hidupnya. Namun di saat cerita masa lalu mengusik kebahagiaan mereka, masih mungkinkah mereka bersatu di kemudian hari? Mungkinkah takdir indah berpihak kepada mereka?”
1 Bab 1 Kali Pertama2 Bab 2 Perhatian Kakak3 Bab 3 Kambuh4 Bab 4 Cinta Lama Ibu 5 Bab 5 Bersama Jung Min6 Bab 6 La Sita Cake7 Bab 7 Minggu Pagi8 Bab 8 Teman Arman9 Bab 9 Teddy Bear 10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Gema dan Arman12 Bab 12 Live Music13 Bab 13 Peluk Cium 14 Bab 14 Senin Tiba Lagi15 Bab 15 Taman Menteng16 Bab 16 Menemani Gema17 Bab 17 Bu Guru Viola 18 Bab 18 Jatuh Sakit19 Bab 19 Permohonan Maaf20 Bab 20 Rumah Viola21 Bab 21 Kambuh Lagi 22 Bab 22 Pernikahan Gema23 Bab 23 Masa Lalu Mereka24 Bab 24 Maya25 Bab 25 Mengantar Gema dan Bimo 26 Bab 26 Haris dan Viola 27 Bab 27 Gejala Depresi 28 Bab 28 Tempat Terbaik 29 Bab 29 Ulang Tahun Radit30 Bab 30 Kehilangan 31 Bab 31 Hati yang Hampa32 Bab 32 Cerita Mas Angga 33 Bab 33 Cinta Sampai Mati34 Bab 34 Kecelakaan 35 Bab 35 Tak Mungkin Menghindar 36 Bab 36 Janji Haris 37 Bab 37 Pertemuan Kembali 38 Bab 38 Luapan Rindu39 Bab 39 Tidak Sehat40 Bab 40 Pamit41 Bab 41 Gema dan Chintia42 Bab 42 Pindah43 Bab 43 Jalan-jalan 44 Bab 44 Donor Mata45 Bab 45 Papa Arman46 Bab 46 Memohon Restu 47 Bab 47 Peninggalan Terbaik