icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Oh My CEO

Bab 6 Ritual

Jumlah Kata:1088    |    Dirilis Pada: 25/05/2023

n dasi dan jas yang akan dikenakan pria berkulit putih itu. Setelahnya ia berjalan menuju ruangan lain yang ada di sisi lain kamar, di sana tertata rapi aneka aks

mandi dan duduk di kursi dekat dengan meja rias. Reres meletakan outfit Saga Di dekat

asaan sampai sekarang. Itu pula alasan Reres selalu dipanggil 'Baby Sitter' atau 'Baby Sitter-nya Saga'. Kalau dibilang m

i gue ad

sahut Reres malas, kini

lakukan hal yang sama dengan atasannya. Ia juga tengah sarapan, menyantap masakan buatan Mbok Mar pengganti sang nenek yang bekerja di sana. Mbok

bok Mar sambil meletakkan

p si tambun masih samb

ilnya kapan saja. Saga tak suka menunggu dan buat Reres harus melakukannya kegiatan pribadinya dengan terbu

i mbok yang cuci piringnya ya. Kamu

alan kembali menuju Mbok Mar dan mencium tangan wanita tua

a Mbok, maka

ti ya

tnya itu. Saga berjalan ke luar melirik pada Reres, kemdian keduanya berjalan menuju mobil. Reres ingin duduk di depan, tapi Saga menahan tangannya lalu menggerakan kepalanya meminta sang bab

uk di sampingnya. "Lo minum susu?" Ta

s. "Jorok dari kecil sampai gede masih aja sisa gitu kalau nyusu."

ik Saga, ia jelas tau kalau saga memang akan mengalami kecemasaan jika harus berad

an saat pemakaman sang ayah. Sekita menatapnya dengan iba dan buat ia tak nyaman dan merasa ketakutan lalu, Saga memilih untuk mengurung diri di kamar. Tatapan iba para dewasa terasa sepert

ku kan papi

an sayang jadi mereka diambil Tuhan lebih cepat. Sama i

itu Res? Mereka pasti

u lihat kamu sepe

anik mata Reres buat Saga gelengkan kepala. Reres kecil memeluk

ut Ga, jan

g dari segala tekanan yang ia rasakan karena tatapan sekitar sampai saat

an Saga kopi di pantry. Buka tak ingin meminta yang lain membuatkannya. Hany

porannya Pak. Sudah saya cetak dan

ya mengangguk saat Haris berbicara

eb

bawakan kopi untuk atasannya. Reres berjalan mendekat tatapannya tak berpali

m dul

luar dulu."

saran. Sebenarnya ia ingin bertanya perihal kebiasanya saga yang harus selalu meng

menggenggam tangan Saga erat, lalu membawa pria itu

." Reres

engikuti apa yang diuc

dan lo harus bisa men

enatap Reres. "Mereka

bukan ancama

kan ancaman." Saga

n jadi kerd

an besa

o hebat Saga, lo kuat dan lo CEO Candramawa.

ahabatnya. Setelahnya ia meneguk kopi untuk membantu membuatnya lebih tenang. Hal itu yang biasanya Reres lakukan setiap hari sejak hari kemat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka