icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Oh My CEO

Bab 8 Makan Malam

Jumlah Kata:1813    |    Dirilis Pada: 25/05/2023

dan Reres sering berpikir, apa ia masuk dalam salah. Atau kategorinya? Di usia ke 24 tahun, memiliki berat badan lebih dari 80 kilogram, dengan tinggi hanya 158 cm. Ta

itu ditujukan untuk mencemooh. Itu yang dulu sering kali buat Reres sakit hati

*

dinginnya itu malah membuat Aira semakin penasaran. Gadis itu sesekali melirik pada Saga yang duduk tepat di hadapannya. Saga tak

rutama tentang niat kedua keluarga itu untuk bekerja sama dalam pembangunan sebuah h

an kamu Aira?" tan

Nindi. "Baik Tante,"

Aira cantik mandiri. Ya kan Sa

li melanjutkan santap malamnya. Dan anehnya sikap din

i kemudian adalah keduanya Hanya duduk dan saling diam lebih dari sepuluh menit. Saga sibuk dengan ponsel di tang

panggi

leh, tanp

a jadi te

sepertinya enggak. Kamu bukan tipe saya." S

n buat ia kecewa. "Aku juga enggak terlalu setuju perjodohan

yiratkan hal yang berbeda. Saya tau saya ganteng, mapan-" Saga lalu mendekatkan wajahnya. "Yang

esir dan jantungnya berdetak semakin cepat . Sialan! Batin Aira bisa-bisanya dia semakin tertarik pad

ira adalah ia masih terdiam beberapa saat pada posisinya. Dan setelah kesadarann

at itu. Saga segera menuju kamarnya ia tau jika masih bertahan di lant

, apalagi setelah kembali dari Bali pria pucat itu sama sekali tak memberikan waktu beristirahat. Saga lalu berjala

maksain nulis jadwal ya Res, kita bisa

lu membangunkan Rer

menatap Saga dan segera t

istirahat." Sag

siap?" tanya Reres

agi gue mau ketemu rekanan sama jalan-jalan sama V

aga, met bobo," ucap Reres dengan suaranya yang

ngan nuansa soft pink dan cream. Ia mendekorasi kamar dengan uang gajinya. Reres tak punya keluarga yang harus ia kirimi uang, ia menggunakan gajinya untuk mend

alu membuka ponsel miliknya

re

Tadi ketiduran p

Ha

ideo call k

re

emang ad

egera menerima panggilan video dari rekan kerjanya itu. Ha

as? Gabut

kit. Aku mau memastikan kamu minum ob

ri mengambil obat demam di meja riasnya. Ia m

d gi

Reres terkekeh.

irahat s

mau ng

ala. "Aku enggak ma

Baba

impi indah, s

es kemudian mem

*

n ke Bali untuk menemui rekanan j

'kan?" tanya Saga bua

jalanan udara cukup buat ia menjadi

tanya S

Reres bali

ia bahkan berdecak bebera

a Lauren." Re

tempat. Itu yang dilakukan Saga sebagai penikmat kegiatan ranjang. Kemanapun ia pe

. Gue bilang Vinny gue kan mau mint

unjukkan pukul lima sore sementara perjala

'kan sama aja lo cu

l, ia lalu memegang telinga Reres seraya menggoyang-g

ok, lo mau bayar

et apa-apa duit, duit, duit." S

it apa dong?" Tanya Reres seng

duk menghadapi sahabatnya yang kadang memang menyebalkan

ria itu benar-benar marah hingga buat wa

aki di pinggir pantai Kuta merasakan bulir pasir hingga ke sela-sela kaki, bermain bersama debur ombak, duduk dan menunggu matahari tenggelam menikmati malam dengan tenang. Ya, setidaknya itu terjadi juga dalam hidupnya

Saga. Dalam perjalanan Reres melihat Haris yang duduk menunggu. Saat melihat sang atasan, ia berjalan cep

aga yang sudah berjalan di depan. Kebiasaan Haris adalah menunggu di luar sela

a lama Mas?"

r dan makan. Pas kamu bilang udah sampa

nggu kita berdua. Pasti bosan banget kalau harus nunggu kita d

ke dalam lift. Saga kini

makan Res?"

el

an punya tembolok, tuh lihat hahahaha," sela Saga

mang Saga. "Mulut lo bis

lo." Saga mengingatkan

na sepatu gadis itu mengenai kakinya. "Ini udah di luar ja

lan ke luar lebih dulu kemudian Reres menyusul bersama Haris yang tahan t

alam. Tak lama sampai pintu terbuka menunjukkan sosok Vinny yang kini berdiri di depan pintu. Vinny cantik sekali, dengan tubuh

a. "Ahh, Vinny!" serunya dengan nada yang menyeba

a Vinny tak k

. Reres dan Haris seperti biasa hanya mematung dan diam melihat tingkah k

g peluk dan kecup. Biasanya, Saga akan meminta Reres memesan makanan, kemud

mau mandi." Saga berucap sok b

diri di hadapanku tahan tawa karena baru sa

ris memilih duduk di ruangan lain seperti biasa Haris duduk di sofa lalu menya

O sableng kaya Saga," keluh Reres yan

Reres katakan. Ia tak ingin Reres mendapatkan teguran atau omelan lagi. Meski gadis i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka