/0/8366/coverorgin.jpg?v=7f911a9bc8a5fc1b2c82524542a66ba8&imageMogr2/format/webp)
Bab. 1
Ada bisikan lembut..
" Adiba sayang, kita sudah sampai di mall. bangunlah.."
"Ya, Syden ".
Nyamannya menggeliat,
"cantikmu Adiba kalau bangun tidur , matamu berkedip-kedip seperti anak kecil ".
Keluar dari mobil , syden langsung memeluk bahuku . Pelan-pelan kulepaskan pelukan Syden , tak kuhiraukan Syden yang keheranan dengan sikapku . Jalan berdampingan saja sudah bagus , aku juga tidak mengharuskan Syden selalu memeluk bahuku tiap jalan ke mall. Baru saja masuk mall , bau harum menyeruak masuk ke dalam hidung tapi sudah ada yang berbisik..
" Aku mau peluk kamu , Adiba tapi kenapa kamu tolak ?. Kamu mau semua laki mengagumi kecantikanmu , mentang-mentang kamu makin cantik di masa kehamilanmu ini ".
Langsung kuhentikan langkahku tapi tetap saja ada yang melanjutkan bisikan ..
" Aku ini suamimu , bangga punya istri hamil yang cantik tapi kamu malu dipeluk suamimu yang jelek ini , Adiba ".
Aku masih tetap diam tidak mau melawan meskipun mendengar bisikan Syden karena aku sadar diri kalau aku hamil dan mau memberikan rasa nyaman pada janin di rahimku . Masih terdengar bisikan ...
" Lihatlah.. kamu selalu menjadi pusat perhatian dimanapun kamu berada meskipun kamu hamil . Bangga kamu Adiba jadi perempuan cantik ".
Langsung kulihat wajah Syden yang berdiri tegak di sampingku , sambil menekan rasa kesalku.. aku tetap tersenyum sambil menyentuh pipi Syden ...
" Pulang saja , yuk ".
Kubalikkan badan berjalan ke luar pintu , Syden langsung memeluk bahuku..
" Adiba , ayo kita belanja sekalian makan siang ".
Kutatap wajah Syden , tetap sambil berusaha tersenyum , aku menggeleng ...
" Adiba dan si mungil mau pulang , kalau syden mau di mall ini... Tidak apa-apa biar Adiba pulang naik taxi saja ".
Kutatap melangkah sambil mengelus-elus perutku , syden langsung memelukku sambil berbisik ..
" Maafkan aku, Adiba sayang . Aku cemburu kamu menjadi pusat perhatian semua orang dan kamu berjalan sendiri mengabaikan aku suamimu ".
Aku melepaskan diri dari pelukan Syden , tetap sambil tersenyum..
" Adiba sekarang mau pulang . Bolehkah , Syden ?".
" Tapi kita belum makan siang dan belum belanja perlengkapan bayi buat anak kita , Adiba sayang ".
Aku tetap menggelengkan kepala .
" Silahkan Syden makan siang dan beli perlengkapan bayi , Adiba tetap mau pulang ".
Syden menatapku ..
" Maafkan aku , Adiba sayang . Aku mau kita makan siang bersama "
" Adiba makan di rumah saja , kalau Syden mau makan di mall ini .. Adiba tungguin saja ".
" Aku mau sekarang kita makan siang bersama si mungil ini , Adiba sayang ".
Syden mengelus-elus perutku , kusingkirkan tangannya dari perutku.
Malas mulutku berdebat dengan laki Russia yang sedang bersamaku.
Syden benar-benar keras kepala , kalau sudah maunya pasti sulit dicegah . Kulihat Syden mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
" Aku mau telpon orang tuamu dan beritahu beliau berdua kalau kamu menolak makan siang bersamaku padahal kita resmi suami istri dan kamu sedang mengandung anakku . Bagaimana , Adiba sayang ?".
Aku tetap diam lihat Syden yang menelpon abu ummu , kudengarkan saja syden melapor ke abu ummu langsung Syden memberikan ponselnya padaku , kudengar suara lembut keibuan Ummu .
" Adiba anak cantik kesayangan abu ummu , Syden suamimu mengatakan kamu menolak makan siang . Ingat nak ... Seorang istri harus melayani suaminya dengan baik apalagi kamu sedang hamil . Ayo Adiba jangan keras melawan suami yang berniat baik mengajakmu makan siang bersama , ingatlah ada anak titipan Alloh di rahimmu , Adiba anakku ".
"Iya , ummu ".
Kukembalikan ponsel ke tangan Syden langsung ponsel dimatikan , dimasukkan kedalam saku celananya lagi . Kubiarkan Syden memeluk bahuku daripada nanti mengadu lagi ke ummu . Syden tertawa girang , bercerita tentang hal-hal yang dianggpnya lucu tapi tetap kuabaikan ceritanya , terserah mau cerita apa ... Malas aku mendengarnya .
" Kita makan di sini saja , Adiba sayang ".
Syden menunjuk restoran di depan , kami masuk ke restoran dan duduk di dekat pintu masuk . Seorang pelayan membawa daftar menu makanan memberikan pada kami.
Malas aku memilih menu makanan , kuberikan daftar menu makanan ke tangan Syden.
" Syden saja yang pilih menu makanan , Adiba malas pilih . Cepatlah pilih , kasihan pelayannya lama berdiri menunggu ".
Syden melihatku , memilih beberapa menu makanan minuman . Kulirik pelayannya tersenyum mengambil daftar menu makanan kemudian berlalu meninggalkan kami.
/0/17310/coverorgin.jpg?v=9ccc43ca72a7fde87a7b34c530d1d445&imageMogr2/format/webp)
/0/8904/coverorgin.jpg?v=5870844ca746c5f82b880fe9d7786a42&imageMogr2/format/webp)
/0/4383/coverorgin.jpg?v=f8992cfee7dd0fd8f7f126b008b47a08&imageMogr2/format/webp)
/0/20663/coverorgin.jpg?v=6507e060d3a914b4ee3ce8a3a17b8c3f&imageMogr2/format/webp)
/0/5556/coverorgin.jpg?v=682aee85c55edf6b761b4ed4757ab02a&imageMogr2/format/webp)
/0/13580/coverorgin.jpg?v=84111ef711670f793622266127ad98e9&imageMogr2/format/webp)
/0/3241/coverorgin.jpg?v=78bc29c00ac71bf47c685b883cc7eb9c&imageMogr2/format/webp)
/0/10791/coverorgin.jpg?v=ccf02614cbdfebf2d03c0b1ccb670c42&imageMogr2/format/webp)
/0/8261/coverorgin.jpg?v=37d28305a1bae5878e550791b15c2e99&imageMogr2/format/webp)
/0/6940/coverorgin.jpg?v=8f5245414583a220e38150174028f50a&imageMogr2/format/webp)
/0/20876/coverorgin.jpg?v=10f49417b7b9da3ebe41e42fd8581bac&imageMogr2/format/webp)
/0/9674/coverorgin.jpg?v=36d0a033bad46988d3fba10515903503&imageMogr2/format/webp)
/0/5495/coverorgin.jpg?v=32edb90fa58624b0e44388e7ca96ec02&imageMogr2/format/webp)
/0/10735/coverorgin.jpg?v=daff08e7c5224ed31b5ec8a358cb4f49&imageMogr2/format/webp)
/0/16537/coverorgin.jpg?v=618221b6b98563101aaeabe449b4dac1&imageMogr2/format/webp)
/0/16863/coverorgin.jpg?v=d079a5ae4e67f357c1246678ff9c4f3c&imageMogr2/format/webp)
/0/18054/coverorgin.jpg?v=ee6b40dded5ebae5bd3ce0c38568eeea&imageMogr2/format/webp)
/0/18268/coverorgin.jpg?v=297ee742711dcff1106f60cd69012e81&imageMogr2/format/webp)
/0/3032/coverorgin.jpg?v=080562da857b4ad49ccbe263f2c2770d&imageMogr2/format/webp)