My Home
5.0
Komentar
636
Penayangan
35
Bab

"Aku bisa buat kamu cinta sama aku, Lyn. Karena aku yakin kamu wanita terbaik buat aku." "Jangan kepedean, Kak. Aku, gak cinta ya sama kamu. Justru pernikahan ini jadi penjara buat aku." Siapa pernah mengira kalau pernikahan yang sangat dibanggakan oleh Cein, justru merupakan pernikahan yang penuh tekanan bagi Orlyn. Bukan hanya karena sejak awal Orlyn tidak mencintai Cein, tapi juga karena masa lalu Cein yang selalu menghantui pernikahan mereka. Berusaha merebut hati Orlyn, mempertahankan pernikahan, dan juga melawan penyakit jantung menjadi perjalanan yang sulit bagi Cein. Apakah mereka bisa melewati semuanya?

My Home Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta

"Udah di depan."

Pesan singkat yang Orlyn terima dari Cein itu hanya di respon dengan helaan napas oleh Orlyn. Perempuan 25 tahun iu lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas hitam yang dia bawa.

"Udah dijemput?" tanya Sania teman sekolah Orlyn dulu.

"Iya, Cein udah di depan," terang Orlyn yang kemudian memakai tasnya dan tersenyum pada Sania.

"Next time kita kumpul lagi ya. Maaf, hari ini gak bisa lama."

"Itupun kalau lo dibolehin sama Cein kumpul sama kita lagi," celetuk Diandra yang juga ada di kamar kos Sania itu.

Orlyn melihat ke arah Diandra lalu tersenyum kecut.

"Sorry, aku juga kesulitan selama 5 bulan ini. Rasanya kayak ada di jeruji besi."

"Udah deh, jangan mikir kayak gitu! Bagaimanapun Cein kayak gitu juga bentuk tanggung jawabnya sama kamu, 'kan kamu istrinya," tukas Sania yang mencoba memahami posisi Orlyn yang sekarang sudah menjadi istri Cein.

Orlyn hanya bisa menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Sania. Walaupun apa yang Orlyn katakan tadi juga tidak mengada-ada, memang dia merasa terkekang semenjak menikah dengan Cein.

Sepanjang perjalanan pulang Orlyn hanya diam dan Cein sendiri juga sibuk mengemudi. Mereka berdua itu menikah karena sedikit ada perjodohan. Kenapa sedikit? Karena yang terpaksa menikah itu Orlyn, tidak dengan Cein. Laki-laki berkulit putih pale dan berambut warna coklat tua itu, sejak pertama melihat Orlyn di pernikahan sepupunya sangat yakin kalau Orlyn itu jodohnya. Terlebih lagi saat meminta restu pada kedua orang tua Orlyn, dengan mudahnya Cein mendapat restu itu.

Orlyn sendiri sebenarnya baru saja lulus kuliah dan masih ingin bebas. Hanya saja dia tidak bisa menolak permintaan kedua orang tuanya karena menurut mereka Cein laki-laki tepat yang bisa membimbing Orlyn yang sedikit liar.

"Kamu sudah makan?" tanya Cein akhirnya memecah keheningan di dalam mobil.

"Belum," singkat Orlyn menjawab.

"Dari tadi pasti sibuk ngobrol sampai lupa makan. Mau mampir ke rumah makan padang atau kita makan fast food aja?" tanya Cein lagi.

"Apa aja, aku ngikut."

Orlyn masih menjawab dengan datar dan sedikit ketus. Cein menghela napas menyadari kalau Orlyn agaknya marah karena dijemput paksa saat berkumpul dengan temannya.

"Kamu marah sama aku?"

Cein memang tipe manusia yang tidak memendam pertanyaan di hati dan pikirannya berlama-lama.

Orlyn melihat ke arah Cein lalu kemudian mendengus kesal.

"Menurut, Kakak gimana? Aku, lagi kumpul sama teman sekolahku dulu yang udah hampir 5 bulan ini gak ketemu. Baru juga 2 jam, tiba-tiba aja udah dijemput."

Orlyn mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya yang sejak tadi dia simpan. Cein melihat sekilas pada Orlyn lalu kemudian membelokkan mobilnya ke sebuah rumah makan padang untuk cari makan.

"Maaf, aku pikir 2 jam untuk main itu sudah cukup sekarang buat kamu main. Kamu, sudah bukan gadis lagi, Orlyn. Kamu istri aku dan punya tanggung jawab atas kebutuhan aku."

Cein bicara lembut dengan menatap Orlyn yang sekarang juga sedang melihat ke arahnya. Entah kenapa Orlyn justru yang sekarang jadi merasa bersalah pada Cein.

"Ayo turun! Kamu belum makan, aku gak mau nanti kamu sakit."

Cein lalu turun lebih dulu meninggalkan Orlyn yang sudah meneteskan air matanya.

"Gini gimana aku bisa gak suka sama orang itu," ujar Orlyn yang kemudian menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya.

***

Seperti hari-hari biasanya Orlyn dan Cein sarapan bersama. Sesekali bahkan mereka pergi keluar saat malam minggu. Itu Cein lakukan supaya Orlyn bisa mulai menyukainya, walaupun Cein sendiri sudah bisa merasakan kalau Orlyn sebenarnya sudah mulai suka sama dirinya.

"Orlyn," panggil Cein.

"Iya." Orlyn menjawab singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari makanan yang disantap.

"Kamu, mau kerja?" tanya Cein tiba-tiba.

Jelas itu tiba-tiba karena dulu Cein dengan tegas melarang Orlyn untuk bekerja apapun alasannya. Cein dengan pdnya melarang Orlyn bekerja karena memang finansial Cein yang masih berumur 30 tahun memang sudah sangat matang. Cein seorang manajer keuangan, asetnya juga cukup banyak dan satu lagi Cein memiliki tempat usaha yang diwariskan oleh kedua orang tua Cein.

Mendengar pertanyaan Cein reflek membuat Orlyn mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sang suami dengan kening mengkerut heran.

"Emang boleh?" tanyanya penasaran.

"Boleh, setelah aku pikir-pikir kamu juga butuh pengalaman kerja," jawab Cein.

"Kenapa tiba-tiba?"

Orlyn mulai curiga pada suaminya yang bukan seperti suaminya pagi ini.

Cein terdiam dan menatap Orlyn sejenak. Sejurus kemudian bibir Cein tersenyum tipis dan itu sumpah manis banget.

"Gak juga tiba-tiba kok, ini udah aku pikirkan matang-matang sejak sebulan lalu. Kamu lulusan arsitek dan pasti pengen menerapkan ilmu yang kamu dapat. Aku, yang egois kalau justru memutus langkahmu untuk maju."

Lagi-lagi ucapan lembut ala Cein itu sukses membuat Orlyn meleleh. Nampaknya Orlyn memang sudah benar-benar menyukai suami yang tidak dia inginkan ini.

***

"Jadi gitu ceritanya, Ma."

Orlyn menutup sesi curhatnya dengan mamanya. Dia yang mendapat kabar baik dari Cein tidak menunggu lama untuk menceritakannya pada sang mama. Dengan senyum yang selalu terkembang saat Orlyn menceritakan semua tentang Cein, mama Orlyn mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Bagus itu, berarti dia sudah mulai terbuka dan percaya 100% sama kamu," ucap mama Orlyn.

"Percaya?"

"Iya, kalau kamu masih terus dilarang bekerja dengan alasan finansial kalian aman. Itu sih bukan karena finansial, tapi karena Cein takut kamunya lari ke laki-laki lain."

Ucapan sang mama justru membuat Orlyn bingung. Walaupun menikah secara terpaksa dengan Cein, tidak sekalipun Orlyn berpikir untuk lari dan menyukai laki-laki lain.

"Orlyn gak pernah mikir gitu kok, Ma."

"Mama tahu."

"Lah, kok bisa nebak kalau Cein bakalan mikir gitu?"

Orlyn makin bingung aja dan seakan tidak bisa memahami ucapan sang mama.

Mama Orlyn sendiri tersenyum dan kemudian menutup kotak tupperware yang sudah di isi donat buatannya untuk Cein.

"Karena Cein sadar kalau menikah dengan kamu itu suatu hal yang dipaksakan. Cein sering mampir dan cerita sama mama kalau kamu sepertinya belum menyukai Cein sampai sekarang, tapi sepertinya sekarang Cein sudah berdamai dengan hatinya yang takut sendiri. Maka dari itu dia sudah bisa mulai bebasin kamu melakukan hal yang kamu mau. Dia sepertinya udah lihat kalau kamu sebenarnya bisa menyukai dia sekarang."

Penjelasan dari mamanya sukses membuat Orlyn terpana. Sepertinya Cein suaminya justru lebih dekat dengan kedua orang tuanya daripada dirinya sendiri. Orlyn aja gak bisa terbuka seperti itu, lalu kenapa Cein bisa?

***

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ny. Min

Selebihnya

Buku serupa

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
My Home My Home Ny. Min Romantis
“"Aku bisa buat kamu cinta sama aku, Lyn. Karena aku yakin kamu wanita terbaik buat aku." "Jangan kepedean, Kak. Aku, gak cinta ya sama kamu. Justru pernikahan ini jadi penjara buat aku." Siapa pernah mengira kalau pernikahan yang sangat dibanggakan oleh Cein, justru merupakan pernikahan yang penuh tekanan bagi Orlyn. Bukan hanya karena sejak awal Orlyn tidak mencintai Cein, tapi juga karena masa lalu Cein yang selalu menghantui pernikahan mereka. Berusaha merebut hati Orlyn, mempertahankan pernikahan, dan juga melawan penyakit jantung menjadi perjalanan yang sulit bagi Cein. Apakah mereka bisa melewati semuanya?”
1

Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta

02/11/2024

2

Bab 2 Serangan Jantung

02/11/2024

3

Bab 3 Marah

02/11/2024

4

Bab 4 Tamu Yang Tidak Diundang

02/11/2024

5

Bab 5 Kalau Saja

02/11/2024

6

Bab 6 Bau-Bau Pelakor

02/11/2024

7

Bab 7 Awal Dari Kebohongan

02/11/2024

8

Bab 8 Perasaan Apa

02/11/2024

9

Bab 9 Cemburu

02/11/2024

10

Bab 10 Sakit

02/11/2024

11

Bab 11 Bertengkar

02/11/2024

12

Bab 12 Pulang

02/11/2024

13

Bab 13 Operasi Lagi

02/11/2024

14

Bab 14 Cein Sakit

02/11/2024

15

Bab 15 Siapa Cein

02/11/2024

16

Bab 16 Rahasia Cein

02/11/2024

17

Bab 17 Marahnya Orlyn

02/11/2024

18

Bab 18 Hutang Budi

23/11/2024

19

Bab 19 Sepupu

24/11/2024

20

Bab 20 Tidak Sepaham Itu

25/11/2024

21

Bab 21 Kecewa

26/11/2024

22

Bab 22 Ingin Menjelaskan

27/11/2024

23

Bab 23 Orlyn Istriku

28/11/2024

24

Bab 24 Sakit

29/11/2024

25

Bab 25 Jadi Maunya

30/11/2024

26

Bab 26 Hamil

01/12/2024

27

Bab 27 Peka

02/12/2024

28

Bab 28 Kebakaran

03/12/2024

29

Bab 29 Rumah sakit

04/12/2024

30

Bab 30 Berharap sebaliknya

05/12/2024

31

Bab 31 Ditunda

06/12/2024

32

Bab 32 Sahla Nekat

07/12/2024

33

Bab 33 Pilihan Sulit

08/12/2024

34

Bab 34 Ayo Berpisah!

09/12/2024

35

Bab 35 Tidak Pernah Bisa Berpisah

10/12/2024