icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Home

Bab 3 Marah

Jumlah Kata:1179    |    Dirilis Pada: 02/11/2024

tanya Cein di

lu soalnya buru-buru," jawab Orlyn yang kemudian melihat ke

rdengar pertanya

nya baru dimulai juga

ja, nanti share lok ya. A

ku udah bilang ac

ku sekarang

a mereka berdua. Orlyn menghela napas kesal dengan sika

plikasi chatting yan

lai, aku gak enak sama anak-anak kalau la

yn mematikan ponselnya. Dia paham betul Cein itu cerdas, banyak car

*

k rumah sudah hampir jam 10 malam. Orlyn melihat Cein sudah men

" tanya Orlyn tan

kemudian pergi begitu saja menuju kamarnya. Orlyn menautkan alisnya bingung, gak biasanya Cein secuek itu? Sejurus kemudian

Di cafe temannya tadi dia memang makan, tapi sepertinya perjalanan yang tidak dekat

nya Orlyn sembari meliha

instan, Orlyn pergi mandi dan kemudian masuk ke dalam kamar. Dugaan Or

dur?" tanya Orlyn yang kemud

malam," jawab Cein tanpa sed

a di karpet yang sengaja di gelar di bawah sofa. Cein mengalih

main seharian," ujar Cein yang

tidur? Nanti kakak sakit l

berat dari Cein. Laki-laki yang tidak pernah bisa menyembunyikan perasaan ataupun ekspresinya itu meliha

, kayaknya malam ini aku

ar kamar dengan membawa laptopnya juga. Orlyn tertegun dan

*

hari meringkuk di dalam selimut. Orlyn menutupi telinganya dengan headset supaya

kita lagi, padahal, 'kan dia tahu aku takut sama hujan di mala

an seseorang naik ke atas ranjangnya. Orlyn membuka selimut yang menutupi semua tubuhnya cepat. Orly

dengan suara para

m remang-remang dia bisa melihat wa

ngkan niat untuk membetulkan seli

ahu aku takut hujan

yakan perta

s frustasi lalu me

k sokan pulang malam kare

irinya yang pulang terlambat. Orlyn lalu melepaskan dir

pangg

awan Cei

kak masih marah?"

anya sekarang kembali membuka ma

dan aku masih

arkan perta

-peluk! Aku, bisa tidur sendiri tanpa di peluk kamu,

udian kembali menarik

kamu aku tidurin pu

ikan wajahnya ke dada bidang Cein. Orlyn terseny

lam, Kak,"

kan matanya lagi dan pergi tidur bersamaan dengan Orly

*

un dan mendapati Cein s

p Orlyn lalu mengucek matanya

angsung berjalan keluar kamar. Orlyn mengedarkan pandangan

arena sepagi ini pun diluar masih hujan d

gi semakin takut karena sada

agi-pagi gini? Kenapa

rlyn mendengar suara pintu rumah terbuka dari luar. Orlyn cepat berdiri dan berlari keluar, sesampainya di ru

engan suaranya yang putus-

rlyn lalu kemudian men

Ini masih p

agi-pagi sendirian, hujan

a Orlyn jadi sepenakut ini. Cein menghela napasnya

di sana, aku ud

aja sampai keduanya sama-sama berhenti karena bel rumah mereka

dian sibuk menghapus air matanya karen

ku, lihat sebentar siapa yang dat

E

n sendiri lalu melepas tangannya dari ta

lebarkan matanya tidak percaya dengan si

?" lir

rnya rumah

Cein panggil Sahla itu berhamb

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Home
My Home
“"Aku bisa buat kamu cinta sama aku, Lyn. Karena aku yakin kamu wanita terbaik buat aku." "Jangan kepedean, Kak. Aku, gak cinta ya sama kamu. Justru pernikahan ini jadi penjara buat aku." Siapa pernah mengira kalau pernikahan yang sangat dibanggakan oleh Cein, justru merupakan pernikahan yang penuh tekanan bagi Orlyn. Bukan hanya karena sejak awal Orlyn tidak mencintai Cein, tapi juga karena masa lalu Cein yang selalu menghantui pernikahan mereka. Berusaha merebut hati Orlyn, mempertahankan pernikahan, dan juga melawan penyakit jantung menjadi perjalanan yang sulit bagi Cein. Apakah mereka bisa melewati semuanya?”
1 Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta2 Bab 2 Serangan Jantung3 Bab 3 Marah4 Bab 4 Tamu Yang Tidak Diundang5 Bab 5 Kalau Saja6 Bab 6 Bau-Bau Pelakor7 Bab 7 Awal Dari Kebohongan8 Bab 8 Perasaan Apa 9 Bab 9 Cemburu10 Bab 10 Sakit11 Bab 11 Bertengkar12 Bab 12 Pulang13 Bab 13 Operasi Lagi14 Bab 14 Cein Sakit15 Bab 15 Siapa Cein 16 Bab 16 Rahasia Cein17 Bab 17 Marahnya Orlyn18 Bab 18 Hutang Budi19 Bab 19 Sepupu 20 Bab 20 Tidak Sepaham Itu21 Bab 21 Kecewa22 Bab 22 Ingin Menjelaskan23 Bab 23 Orlyn Istriku24 Bab 24 Sakit25 Bab 25 Jadi Maunya 26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Peka28 Bab 28 Kebakaran29 Bab 29 Rumah sakit30 Bab 30 Berharap sebaliknya31 Bab 31 Ditunda32 Bab 32 Sahla Nekat33 Bab 33 Pilihan Sulit34 Bab 34 Ayo Berpisah!35 Bab 35 Tidak Pernah Bisa Berpisah