Stuck With Him

Stuck With Him

Ny. Min

5.0
Komentar
241
Penayangan
40
Bab

Yuga sebenarnya tidak benar-benar membenci Chessi, tapi Yuga hanya benci karena tiba-tiba saja Chessi hadir di hidupnya. Bukan hanya itu, Chessi tiba-tiba saja menjadi istri Yuga dan merebut kebahagiaan Yuga yang sudah tertata rapi. Sejak ayahnya meninggal, Yuga harus menuruti setiap aturan yang mama Yuga buat. Termasuk ketika mamanya mendekatkan Yuga dengan Chessi. Pernikahan yang digadang-gadang akan menjadi pernikahan paling bahagia itu, justru jadi menjadi sarana Yuga melampiaskan kemarahannya. "Kenapa sih, kamu benci banget sama aku?" "Karena kamu hadir di hidup aku." "Ada cara gak supaya, kamu mau maafin aku dan gak benci aku lagi?" "Ada." "Apa?" "Putar balik waktu dan jangan datang di hidup aku. Bisa?"

Stuck With Him Bab 1 Kenapa

"Kamu ngapain disitu?" tanya Yuga yang sudah lelah kerja seharian, tapi sesampainya di rumah justru harus mencari Chessi yang tiba-tiba menghilang.

Ternyata Chessi ada di taman dekat apartemen mereka dan sedang memangku kucing liar yang entah dari mana Chessi dapat.

"Yuga, kenapa kesini? Kamu nyariin aku?" tanya Chessi polos.

"Menurut kamu? Kenapa jadi pegang-pegang kucing liar begitu. Cepet turunin kita pulang!" ajak Yuga dengan suara tegas.

"Anu, Yuga."

"Anu apa?"

"Kasian kalau kucingnya di tinggal disini sendirian. Boleh gak aku pelihara aja? Tadi, aku nemu di jalan depan hampir ketabrak motor."

Wajah Chessi memelas dan seperti menaruh banyak harapan supaya Yuga mengijinkannya memelihara kucing itu.

"Aku gak suka kucing!" tegas Yuga.

"Yuga, please! Aku, janji akan rajin mandiin dan rumah gak akan kotor karena kucing ini."

Chessi benar-benar memohon pada Yuga.

Yuga sendiri lalu menghela napas kesal lalu memalingkan wajahnya. Biasanya dia akan mudah banget menolak apapun yang Chessi minta, tapi sekarang ada yang aneh. Melihat wajah sedih Chessi, Yuga justru jadi ikut sedih.

"Terserah kamu! Intinya aku gak mau rumah jadi kotor karena peliharaan kamu."

Yuga akhirnya luluh dan memperbolehkan Chessi untuk membawa pulang kucing liar itu. Chessi sendiri tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya antusias. Yuga berjalan meninggalkan Chessi yang masih menimang-nimang kucing itu dengan senang.

Karena tidak kunjung disusul oleh Chessi, Yuga menghentikan langkah Yugainya dan kembali melihat ke arah Chessi.

"Kamu, mau disini terus? Aku, kesini itu cari kamu, Ches."

Mendengar suara Yuga yang mulai meninggi, Chessi melihat ke arah suaminya itu. Chessi tersenyum kecut lalu meminta maaf pelan.

"Iya, aku pulang."

***

Sudah seminggu sejak Yuga tidak pulang ke apartemen mereka. Chessi keluar dari kamar diikuti Pupus kucing berwarna belang tiga yang Chessi pelihara. Chessi sedikit terkejut melihat Yuga masuk bersama dengan ibu mertuanya.

"Mama," sapa Chessi pelan.

"Chessi, mama kangen banget sama kamu."

Ibu mertua Chessi langsung memeluk menantu pilihannya itu hangat. Chessi sendiri membalas pelukan mama Yuga tidak kalah hangat. Sekilas Chessi melirik Yuga yang terlihat jengah melihat kelakuan mereka berdua. Tanpa berkata-kata lagi, Yuga berjalan masuk ke dalam kamar.

"Ma, kok bisa pulang sama Yuga?" tanya Chessi sembari melepas pelukannya pada ibu mertuanya.

"Yuga nginep di rumah mama beberapa hari ini."

Chessi terdiam mendengar ucapan mertuanya itu. Ternyata Yuga memang sangat tidak menyukai dirinya hingga harus terus-terusan menghindar dari Chessi dengan banyak alasan.

"Padahal dia bilang harus keluar kota," lirih Chessi menundukkan kepalanya.

"Memang iya, Yuga baru pulang dari Surabaya 3 hari lalu. Terus dia demam tinggi, batuk dan pilek juga. Dia bilang gak mau pulang, takut nularin ke kamu. Jangan mikir yang gak-gak dulu, Ches," terang mama Yuga.

Chessi mengangkat kepalanya lalu melihat ke arah ibu mertuanya dengan wajah sedikit tidak percaya. Sedangkan mama Yuga yang biasa di panggil Mirna itu menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Chessi.

Setelah menghabiskan waktu mengobrol dengan mama Mirna. Chessi lalu mengantar ibu mertuanya itu keluar dari apartemennya. Setelah itu Chessi kembali masuk ke dalam apartemennya dan melihat ke kamar Yuga.

"Apa Yuga tidur ya? Tapi, dia belum makan malam," lirih Chessi yang kemudian memberanikan diri untuk mendekat ke kamar Yuga.

"Ga, kamu mau makan malam apa?" tanya Chessi sembari mengetuk pelan pintu kamar Yuga.

Tidak ada jawaban dari dalam kamar Yuga. Kening Chessi mengerut bingung, Chessi lalu memegang gagang pintu dengan ragu-ragu. Walaupun suami istri, Chessi belum pernah sekalipun masuk ke dalam kamar Yuga. Karena pemilik kamar melarang keras Chessi untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Ah,,,biarin aja deh, nanti aku malah kena marah gara-gara masuk tanpa permisi," ujar Chessi ketika sadar kalau apa yang dia pikirkan akan membuatnya dalam masalah nantinya.

***

Chessi sedang memasak di dapur, dia membuat sayur sop kesukaan Yuga. Chessi tentu dapat bocoran dari ibu mertuanya, karena Yuga tidak mungkin bilang pada Chessi apa yang dia suka ataupun yang gak dia suka. Tidak lama suara langkah kaki yang cukup cepat terdengar menuju dapur. Chessi memalingkan wajahnya dan melihat ke asal suara.

"Udah bangun, Ga?" tanyanya sambil tersenyum.

"Kok, kamu gak bangunin aku? Pagi ini aku ada meeting penting."

Yuga terdengar sedikit marah. Sedangkan Chessi tiba-tiba saja kehilangan senyumnya yang manis tadi.

"Aku, gak tahu," lirihnya kemudian.

"Ah,,,kamu apa yang tahu," ketus Yuga yang kemudian berjalan meninggalkan Chessi begitu saja di dapur.

Chessi menghela napas dalam dan kembali sibuk dengan masakannya.

"Salah lagi aku."

Setelah lebih dari setengah jam berkutat di dalam kamarnya. Chessi berjalan menuju meja makan, Chessi sedikit tertegun dan terlihat kecewa karena ternyata bekal yang dia siapin buat Yuga tidak dibawa. Chessi menghela napas berat lalu kemudian mengambil ponselnya. Chessi memfoto tas bekal yang dia siapkan dan mengirimnya ke Yuga.

"Yuga, kenapa makanannya gak dibawa? Aku, udah masakin makanan kesukaan kamu."

Yuga membaca pesan Chessi lalu kemudian membalasnya cepat.

"Aku gak nyuruh kamu buat masakin aku juga. Stop buat ngeluluhin hati aku, gak bakalan mempan!"

Chessi menelan salivanya dengan susah setelah membaca chat dari Yuga. Chessi sudah biasa diacuhkan Yuga, tapi setiap kali mendapat perlakuan buruk dari Yuga, tetap saja Chessi jadi sedih dan ingin menangis. Chessi lalu menghela napas berat dan kembali membalas chat dari Yuga.

"Gak bisa ya, Ga hargain sedikit aja usaha aku jadi istri yang berguna buat kamu? Setidaknya walaupun gak bisa suka sama aku, kamu bisa pura-pura menghargai apa yang aku lakuin."

Chessi lalu menonaktifkan ponselnya setelah mengirim pesan itu pada Yuga. Chessi meletakkan ponselnya di meja lalu pergi keluar rumah dengan membawa Pupus kucing kesayangannya ikut serta.

***

Yuga memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, walaupun begitu dia terus mengedarkan pandangannya ke seluruh area taman di dekat apartemennya untuk mencari Chessi. Sekarang sudah jam 9 malam dan Chessi belum juga pulang.

"Kemana sebenarnya bocah itu pergi?" gerutu Yuga yang kemudian kembali berjalan mencari Chessi ke dalam area taman.

Yuga sudah putus asa dan akan pergi meninggalkan taman, kalau saja ekor matanya tidak melihat sosok Chessi yang duduk di kursi taman yang ada di sudut dan sedikit gelap. Yuga melangkahkan kakinya menuju Chessi dengan wajah kesal, tapi sejurus kemudian Yuga menghentikan langkahnya karena kegelapan mulai mencekik lehernya. Yuga memegangi dadanya yang semakin terasa sesak.

"Chessi!" teriak Yuga memanggil istrinya karena sudah tidak tahan lagi.

Mendengar namanya dipanggil Chessi melihat ke asal suara Yuga.

"Yuga, ngapain kesini?" tanya Chessi dengan polosnya lalu kemudian berdiri sambil menggendong pupus.

Chessi menghampiri Yuga yang mulai berkeringat dingin dan juga merasa kakinya lemas. Yuga hampir terjatuh ke tanah, tapi Chessi dengan sigap menahan badan Yuga.

"Yuga, kenapa?" tanyanya kemudian.

"Kamu itu kemana aja? Ngapain di tempat gelap seperti ini? Kamu, niat mau bunuh aku? Gak mempan Chessi kalau cuma kayak gini."

Yuga terdengar sangat marah, Chessi sendiri bingung dengan ucapan suaminya itu. Yang Chessi sadari sekarang tubuh Yuga yang semakin lemas, Chessi melepaskan Pupus yang dia gendong dan membantu Yuga untuk berdiri dengan benar.

"Yuga, kamu kenapa? Ayo pulang! Badan kamu kenapa jadi lemas gini?" tanya Chessi panik.

"Gak usah sok peduli!"

Yuga menepis tangan Chessi kasar lalu kemudian berjalan meninggalkan Chessi dengan memaksakan diri. Chessi tertegun dengan sikap Yuga yang terlihat sangat marah. Belum juga jauh, Yuga justru limbung dan jatuh ke tanah.

***

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ny. Min

Selebihnya

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Stuck With Him Stuck With Him Ny. Min Romantis
“Yuga sebenarnya tidak benar-benar membenci Chessi, tapi Yuga hanya benci karena tiba-tiba saja Chessi hadir di hidupnya. Bukan hanya itu, Chessi tiba-tiba saja menjadi istri Yuga dan merebut kebahagiaan Yuga yang sudah tertata rapi. Sejak ayahnya meninggal, Yuga harus menuruti setiap aturan yang mama Yuga buat. Termasuk ketika mamanya mendekatkan Yuga dengan Chessi. Pernikahan yang digadang-gadang akan menjadi pernikahan paling bahagia itu, justru jadi menjadi sarana Yuga melampiaskan kemarahannya. "Kenapa sih, kamu benci banget sama aku?" "Karena kamu hadir di hidup aku." "Ada cara gak supaya, kamu mau maafin aku dan gak benci aku lagi?" "Ada." "Apa?" "Putar balik waktu dan jangan datang di hidup aku. Bisa?"”
1

Bab 1 Kenapa

27/09/2024

2

Bab 2 Gugatan Cerai

27/09/2024

3

Bab 3 Sakit

27/09/2024

4

Bab 4 Awal Mula

27/09/2024

5

Bab 5 Kenyataan Pahit

27/09/2024

6

Bab 6 Pergi Dari Rumah

27/09/2024

7

Bab 7 Marah

27/09/2024

8

Bab 8 Untuk Pertama Kalinya

27/09/2024

9

Bab 9 Ada Apa Dengan Chessi

27/09/2024

10

Bab 10 Teror

27/09/2024

11

Bab 11 Tercemar

27/09/2024

12

Bab 12 Tameng

27/09/2024

13

Bab 13 Yuga Celaka

27/09/2024

14

Bab 14 Ketakutan

27/09/2024

15

Bab 15 Tidak Percaya

27/09/2024

16

Bab 16 Lagi-lagi

27/09/2024

17

Bab 17 Tidak Mau Berpisah

27/09/2024

18

Bab 18 Hampir Saja

27/09/2024

19

Bab 19 Dari mana

09/11/2024

20

Bab 20 Tidak Ingin Berpisah

10/11/2024

21

Bab 21 Semakin Dekat Hari Itu

11/11/2024

22

Bab 22 Mencari Cara

12/11/2024

23

Bab 23 Solusi

13/11/2024

24

Bab 24 Tidak Pernah Ada Ruang

14/11/2024

25

Bab 25 Jebakan Chessi

15/11/2024

26

Bab 26 Menyerang Yuga

16/11/2024

27

Bab 27 Perasaan Yuga Yang Sebenarnya

17/11/2024

28

Bab 28 Surat Cerai

18/11/2024

29

Bab 29 Kemana Harus Pergi

19/11/2024

30

Bab 30 Pergi Dari Rumah

20/11/2024

31

Bab 31 Kembali

21/11/2024

32

Bab 32 Saling Menjadi Tameng

22/11/2024

33

Bab 33 Pengikat

23/11/2024

34

Bab 34 Menerima Semuanya

24/11/2024

35

Bab 35 Berpikir Berpisah

25/11/2024

36

Bab 36 Pilihan Yuga

26/11/2024

37

Bab 37 Transfer Energi

27/11/2024

38

Bab 38 Kembali Celaka

28/11/2024

39

Bab 39 Sumber Kebahagiaan Chessi

29/11/2024

40

Bab 40 Kehilangan Tapi Tidak Benar-Benar Hilang

30/11/2024