back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pernikahan Kedua: Cinta Tidak Buta

Pernikahan Kedua: Cinta Tidak Buta

COLEMAN

5.0
Ulasan
16.2K
Penayangan
139
Bab

"Tuan, dia masih hidup, apakah perlu saya menabraknya sekali lagi?" "Ya." Raisa yang babak belur dan berlumuran darah mengertakkan giginya saat mendengar perintah suaminya. Raisa dan suaminya tidak pernah melakukan hubungan badan, jadi mereka tidak memiliki anak. Namun, pernikahan mereka yang tanpa anak membuat ibu mertua Raisa menuduhnya mandul. Sekarang, suaminya tidak hanya berselingkuh, tetapi juga mencoba membunuhnya! Suaminya bisa saja menceraikannya, tetapi dia memilih untuk membunuhnya. Raisa yang nyaris lolos dari maut, segera menceraikan suaminya yang kejam dan menikah dengan pria lain segera setelahnya. Suami keduanya adalah orang yang paling berkuasa di kota. Dia bersumpah untuk menggunakan kekuatannya untuk membalas dendam pada mereka yang telah menyakitinya! Pernikahan mereka seharusnya hanyalah sebuah kesepakatan sederhana. Tanpa diduga, ketika semuanya sudah beres, suami barunya meraih tangannya dan memohon, "Mengapa kamu tidak tinggal bersamaku selamanya?"

Bab 1
Percobaan Pembunuhan

"Bagaimana kalau kamu menceraikannya dengan alasan bahwa dia mandul?"

Berdiri di luar pintu, Raisa Diandra merasa kedinginan. Dia tidak pernah bermimpi bahwa dia akan mendengar ibu mertuanya mengucapkan kata-kata seperti itu. Dia kira ibu mertuanya menyukainya.

Dia mandul?

Dia dan Yusuf Suherman menikah demi keuntungan bisnis. Sebulan sebelum pernikahan mereka, Yusuf mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan cedera kaki serius sehingga hampir harus diamputasi. Semua orang memperingatkan Raisa untuk tidak menikah dengannya, tetapi dia berpikir bahwa dia harus menepati janjinya dan menikahi pria itu, terlepas dari semua keberatan orang-orang.

Mereka telah menikah selama lebih dari setahun, dan Yusuf telah menjalani terapi fisik. Mereka berdua tidak pernah melakukan hubungan suami istri, tetapi sekarang Yusuf akan menceraikannya dengan alasan bahwa dirinya mandul.

"Grup Diandra sedang dalam masalah besar. Mereka mengalami defisit lebih dari satu triliun rupiah. Tadius Diandra meninggal dalam kecelakaan ketika dia pergi untuk menangani masalah tersebut. Aku khawatir Raisa harus mewarisi semua masalah perusahaan ini. Jika kamu tidak segera menceraikannya, hal itu pasti akan memengaruhi keluarga kita. Kami membiarkanmu menikahi Raisa karena kami ingin Keluarga Diandra dan Keluarga Suherman saling mendukung dan melangkah lebih jauh, bukan untuk menyeret keluarga kita ke dalam masalah. Bagaimana menurutmu, Yusuf?"

Raisa mengatupkan giginya dan gemetar. Yusuf akan menolaknya, bukan? Dia sudah melakukan yang terbaik untuk merawat dan membantunya dalam pemulihannya. Dia telah menjadi seorang istri yang baik untuknya.

"Tidak perlu terburu-buru."

Sementara Raisa berpikir, dia mendengar Yusuf menolak saran ibunya. Sebelum dia bisa bernapas lega, Yusuf sudah melanjutkan, "Meskipun Keluarga Diandra sedang dilanda masalah, Tadius masih meninggalkan banyak harta untuk Raisa. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membujuknya agar memberikan semuanya padaku. Aku akan menceraikannya setelah aku mendapatkannya."

'Yusuf! Betapa kejamnya kamu dan ibumu!' ucapnya dalam hati.

Otak Raisa menjadi kosong, lalu dia mundur selangkah dengan linglung, lupa bahwa di belakangnya ada anak tangga. Dia melewatkan satu anak tangga dan terjatuh ke lantai.

"Siapa?"

Raisa berdiri dengan tergesa-gesa dan melarikan diri.

"Itu Raisa, dia mendengar percakapan kita. Kita tidak bisa membiarkannya lari."

Malam semakin gelap dan hujan turun semakin deras.

Biasanya lalu lintas di jalanan begitu padat, tetapi pada malam yang hujan ini, jalanan tampak kosong. Tidak terlihat kendaraan sama sekali.

Hujan mengaburkan penglihatan Raisa, tetapi dia terus berlari, bahkan ketika kaki dan paru-parunya seakan mulai terbakar.

Tiba-tiba, lampu menyala di depannya, membuatnya berhenti berlari. Dia mengangkat tangannya untuk menghalangi lampu yang menyilaukan.

Kemudian, lampu itu mulai melaju ke arah Raisa. Baru pada saat itulah dia menyadari bahwa itu adalah lampu mobil.

Raisa tidak sempat bereaksi. Mobil itu menabraknya dengan kencang dan dia terpelanting ke belakang. Dia merasa seakan tubuhnya hancur berkeping-keping, dan rasa sakitnya begitu luar biasa sehingg

a dia bahkan tidak bisa berteriak.

Mobil itu berhenti dan seseorang keluar darinya. Orang itu berjalan mendekatinya untuk memeriksanya.

"Dia masih hidup, Tuan Suherman. Apa Anda ingin menabraknya lagi?"

Kemudian terdengar suara dingin Yusuf, "Ya."

Selangkah demi selangkah, Yusuf mendekati Raisa.

Kedua mata Raisa terbuka lebar. Dia tidak tahu bahwa Yusuf sudah bisa berjalan lagi.

"Aku tidak berniat untuk membunuhmu, tapi kamu sudah mendengar semuanya. Aku berencana untuk menceraikanmu, tapi sekarang menurutku lebih baik aku menjadi duda yang ditinggal meninggal. Dengan begitu, aku akan memiliki semua harta atas namamu. Aku bisa melikuidasi Grup Diandra dan membiarkannya bangkrut. Aku tidak akan bertanggung jawab atas defisit perusahaan, dan aku akan menghasilkan banyak uang."

Yusuf tersenyum, "Ngomong-ngomong, sebentar lagi kamu akan mati, jadi aku akan memberitahumu suatu rahasia kecil. Setelah Keluarga Diandra mengalami masalah besar, aku menemukan seseorang untuk menggantikanmu. Itu adalah sahabatmu, Paula. Dia sudah merayuku sebelum kita menikah. Dia datang ke rumah kita baru-baru ini untuk menghiburmu, dan dia juga sudah menghiburku, jika kamu paham maksudku. Sekarang dia sedang hamil. Aku akan menikahinya setelah aku menguburmu."

Yusuf membungkuk dan menatap wajah Raisa. Dia menjilat bibirnya sendiri dan berkata, "Kamu sangat cantik, Raisa. Sayang sekali keluargamu hancur di waktu yang salah. Aku bahkan tidak sempat tidur denganmu sekali pun."

Ketika Yusuf berbicara, sedikit hasrat muncul di dalam dirinya. Dia mengulurkan tangannya dan mencubit dagu Raisa. "Bagaimana kalau aku mengambil kesucianmu sebelum kamu pergi selamanya? Jika tidak, kamu akan mati begitu saja dan tidak akan tahu bagaimana rasanya tidur dengan seorang pria."

Dasar binatang!

Mata Raisa memerah sementara hatinya dipenuhi dengan rasa sakit dan kebencian.

Yusuf terus menyentuhnya bagian pribadi tubuhnya. Terlepas dari rasa sakit yang luar biasa, Raisa masih melawan pria itu. Dari sudut matanya, dia melihat mobil lain datang.

Dia berusaha untuk menyundul kepala Yusuf, tetapi pria itu berhasil mengelak.

Raisa mengambil kesempatan ini untuk bangkit dan bergegas ke mobil yang datang.

Mobil itu berhenti dengan suara decit. Raisa berlari mendekat, membuka pintu, dan masuk.

"Tolong aku! Tolong bawa aku pergi dari sini! Mereka ingin membunuhku! Mereka telah menabrakku!"

Tidak ada seorang pun yang menjawab. Baru kemudian Raisa berbalik.

Partisi antara kursi belakang dan kursi depan mobil dinaikkan. Dia memperhatikan pria yang sedang duduk di sebelahnya.

Pria itu menundukkan kepalanya. Di dalam mobil gelap, tetapi ada cukup cahaya dari luar yang dapat menerangi sosok pria itu. Raisa tidak bisa melihat wajahnya sepenuhnya, tetapi dia bisa melihat ada pembuluh darah yang menonjol di dahi pria itu sementara tangannya bertumpu pada lututnya. Sepertinya pria itu sedang menahan semacam penderitaan.

"Tuan? Ada apa denganmu? Apa kamu sakit?"

Kemudian, pria itu berbicara dengan suara yang menunjukkan bahwa dia sedang menahan penderitaan yang luar biasa. "Awalnya aku tidak ingin menyakiti siapa pun, tapi kamu sendiri yang masuk ke mobil."

Unduh Buku