icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 2
Hasrat di Mobil
Jumlah Kata:637    |    Dirilis Pada:01/11/2022

Raisa merasa bingung. Apa maksudnya?

Sebelum Raisa bisa menjawab, sang pria tiba-tiba bergerak, seperti serigala yang sedang berburu. Dia terkejut ketika pria itu berada di atas tubuhnya.

"Hei! Kamu mau melakukan apa? Ahhh!"

Segera setelah Raisa menjerit, pria itu mengangkat ujung gaunnya dan tangannya menelusuri kaki yang halus, lalu akhirnya berhenti di titik yang paling sensitif.

Raisa, yang sekujur tubuhnya gemetaran, memahami apa yang diinginkan pria itu, terlepas dari kenyataan bahwa dia belum pernah melakukan hal seperti ini.

"Hentikan! Jangan lakukan ini! Aku mohon, lepaskan aku." Raisa berjuang keras.

Namun, pria itu begitu kuat sehingga dia hanya membutuhkan satu tangan untuk memegangi kedua tangannya, menekannya di atas kepalanya.

Setelah ditabrak oleh mobil Yusuf, Raisa berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari tempat kejadian. Dia telah menggunakan semua tenaganya, dan dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk melawan sekarang.

Akan tetapi, mereka berada di dalam mobil. Ada pengemudi di kursi depan dan mungkin di luar mobil ini akan ada seseorang yang lewat.

Wajah Raisa memerah seperti apel matang dan dia merasa terhina sekaligus cemas.

"Tolong!"

Raisa berteriak meminta bantuan, tetapi bibirnya segera terkunci. Mulutnya dipaksa terbuka oleh lidah pria itu, yang kemudian segera meluncur masuk sementara dia begitu ketakutan. Lidah pria itu menyapu isi mulutnya dengan sangat dominan.

Sementara itu, tangan sang pria sekarang berada di antara kedua pahanya. Jari-jarinya berulang kali membelai bagian pribadinya. Tak lama kemudian, dia merasakan bahwa celana dalam sang wanita sudah agak basah. Dia menyelipkan jari-jarinya yang panjang dan kasar ke balik celana dalam itu dan dengan lembut memijat kulitnya.

"Ngh ...." Raisa pun mengerang. Mobil tersentak secara tak terduga, dan pada saat yang sama, jari pria itu tiba-tiba masuk ke dalam lubang yang basah.

"Ahhh!" Tubuh Raisa gemetar. Dia merasa seolah-olah tubuhnya tersengat listrik dan tanpa bisa ditahan, serangkaian erangan keluar dari mulutnya.

Erangan itu menjadi pemicu. Pria itu merasakan anggota tubuhnya yang mengeras dan membengkak. Namun, bagian bawah Raisa sangat rapat. Daging lembut itu menjepit jarinya begitu erat sehingga dia bisa merasakan jarinya terhisap. Sang pria paham bahwa jika dia melakukannya tanpa pemanasan, kemungkinan besar wanita ini akan terluka.

Dia mengatupkan giginya, mempertahankan sisa-sisa terakhir dari akal sehatnya, dan kemudian menggunakan jari-jarinya untuk membantu wanita ini merasa lebih nyaman dengan cara yang lebih baik.

Mobil berhenti di suatu lokasi tersembunyi, dan sang sopir kemudian keluar dari kendaraan. Suara nyaring terdengar dari pintu mobil yang terkunci.

Nada erangan yang dikeluarkan Raisa berangsur-angsur berubah dan sensasi nikmat yang asing membanjiri sarafnya.

Pria itu tiba-tiba menarik jarinya, tetapi pada saat berikutnya, suatu benda besar yang keras, hangat, dan sedikit lembab berkeliaran di pintu guanya.

Apa itu tadi?

Sebelum Raisa menyadari apa yang terjadi, pria itu dengan paksa memasukkan bendanya yang keras ke dalam dirinya.

"Ahhhh!"

'Sungguh menyakitkan!' keluh Raisa di dalam benaknya.

Namun, sebelum Raisa bisa mulai berteriak kesakitan, pria itu sudah menundukkan kepalanya dan kembali menutupi bibirnya. Lidah merahnya masuk ke dalam mulut Raisa dan mengaduk-aduk ruang di antara gigi dan bibirnya.

Raisa diliputi oleh suatu emosi dan tidak bisa berhenti terisak saat dia menatap mata pria yang dipenuhi dengan hasrat tak terkendali itu. Pandangannya benar-benar kabur, dan dia menangis begitu keras sehingga air mata menetes dari sudut matanya.

Kenapa?

Jauh di lubuk hatinya, sesungguhnya ini adalah hal paling mendebarkan yang pernah terjadi padanya.

Di dalam ruang terbatas mobil, pria itu terkesiap. Karena suasana yang gelap, mereka tidak bisa melihat wajah satu sama lain dengan jelas.

Pria itu melakukannya dengan ganas, berulang kali memasukkan bendanya yang keras ke dalam tubuh Raisa dan dengan cepat menariknya keluar. Raisa memohon belas kasihan padanya. Setelah sekian lama, dia akhirnya mulai gemetar tak terkendali. Pria itu akhirnya mencapai puncak dan muncrat di bagian terdalam.

Noda darah dan cairan yang kental tersebar di antara kaki Raisa, tetapi ini semua belum berakhir. Pria itu terus melakukannya bahkan setelah Raisa kelelahan sampai hanya bisa berbaring di sana dengan lemas dan lemah.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Percobaan Pembunuhan2 Bab 2 Hasrat di Mobil3 Bab 3 Saran Ibu4 Bab 4 Apa Kamu Masih Suci 5 Bab 5 Pulang Bersamanya6 Bab 6 Dia Tidak Punya Kerabat7 Bab 7 Wanita Murahan8 Bab 8 Parfum9 Bab 9 Kamu Tidak Bisa Melakukan Ini!10 Bab 10 Tinggal Bersama11 Bab 11 Fitnah Murni12 Bab 12 Menguping13 Bab 13 Kecelakaan14 Bab 14 Kesepakatan yang Bagus15 Bab 15 Ukurannya16 Bab 16 Kamu sudah Menjadi Istriku17 Bab 17 Dia Sendirian18 Bab 18 Berhubungan Seks denganku19 Bab 19 Apa Kamu Menyetujuinya 20 Bab 20 Bagaimana Jika itu Aku 21 Bab 21 Tidak Ada Keluhan22 Bab 22 Terlalu Malu untuk Melihat Marcel23 Bab 23 Kesepakatan yang Bagus24 Bab 24 Mengikuti Naskahku25 Bab 25 Apa Dia Mengatakan Sesuatu yang Salah 26 Bab 26 Rasa Penindasan27 Bab 27 Adik Ipar yang Berniat Buruk28 Bab 28 Dikasih Hati Minta Jantung29 Bab 29 Apa yang Mereka Cari 30 Bab 30 Sebuah Kutukan31 Bab 31 Ayo Pulang32 Bab 32 Menduakan Dirinya Sendiri33 Bab 33 Hamil Secepat Mungkin34 Bab 34 Mengambil Kesempatan35 Bab 35 Pengalaman Pertamanya36 Bab 36 Sebuah Ciuman37 Bab 37 Apakah Kamu Tidak Suka 38 Bab 38 Fitnah Murni39 Bab 39 Merusak Reputasinya40 Bab 40 Melawan Balik41 Bab 41 Perawatan Wajah42 Bab 42 Kamera Pengintai di Kantor43 Bab 43 Mengapa Aku Harus Membantumu 44 Bab 44 Kabur Setelah Menggoda45 Bab 45 Hasrat yang Tak Dapat Disangkal46 Bab 46 Membunuh Marcel47 Bab 47 Provokasi48 Bab 48 Tren Opini Publik49 Bab 49 Tes50 Bab 50 Apa yang Kalian Lakukan 51 Bab 51 Siapa Wanita itu 52 Bab 52 Lebih Berkuasa dari yang Dia Kira53 Bab 53 Rekaman itu Dirusak54 Bab 54 Membiarkannya Pergi untuk Saat Ini55 Bab 55 Bertemu dengan Badrun56 Bab 56 Kakek Marcel57 Bab 57 Keluarga Orang Kaya Benar-Benar Rumit58 Bab 58 Kebutaan Dapat Diturunkan59 Bab 59 Mata-Mata Tak Dikenal60 Bab 60 Ancaman Keluarganya61 Bab 61 Perubahan Rencana62 Bab 62 Muntah63 Bab 63 Bayi itu Bukan Milik Marcel64 Bab 64 Aku Tidak Bisa Menceraikannya65 Bab 65 Konyol66 Bab 66 Aku Berjanji padamu67 Bab 67 Dia Memberiku Pil68 Bab 68 Dibius69 Bab 69 Tolong Bantu Aku70 Bab 70 Memang Hamil71 Bab 71 Berita Mengejutkan72 Bab 72 Mengamuk73 Bab 73 Punya Senjata Rahasia74 Bab 74 Apa Kamu Terluka 75 Bab 75 Apa Kamu akan Tetap Mengandung Bayi ini 76 Bab 76 Aku Memiliki Laporan Pemeriksaanmu77 Bab 77 Menyembunyikan78 Bab 78 Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan79 Bab 79 Menyalin Video Pengawasan80 Bab 80 Ayah Bayinya81 Bab 81 Aku Punya Buktinya82 Bab 82 Berbicara denganku secara Langsung83 Bab 83 Aku Sangat Merindukannya84 Bab 84 Rahasia Kecil Kita85 Bab 85 Video-Video itu Telah Diubah86 Bab 86 Dia Tidak Bisa Mempertahankan Anak ini87 Bab 87 Pengumuman Orang Hilang88 Bab 88 Aku Juga Putrimu89 Bab 89 Kamu Harus Melakukannya lagi90 Bab 90 Diciptakan untukku91 Bab 91 Membuatnya Jatuh Cinta padanya92 Bab 92 Menanggung Siksaan Selama Dua Bulan lagi93 Bab 93 Gracelia Datang Memeriksa94 Bab 94 Menciptakan Beberapa Situasi95 Bab 95 Apa Untungnya Bagiku 96 Bab 96 Jauh dari Cukup97 Bab 97 Yang Wanita ini Inginkan hanyalah Uang98 Bab 98 Berselingkuh99 Bab 99 Di mana Laptop itu 100 Bab 100 Mendapatkan Jawaban