icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 3
Saran Ibu
Jumlah Kata:654    |    Dirilis Pada:01/11/2022

Raisa pingsan dan sadar sebanyak dua kali. Ketika dia benar-benar terbangun, fajar belum menyingsing.

Pria itu tertidur, dan sopir mobil itu tidak terlihat di mana pun.

Raisa membuka pintu mobil dengan hati-hati. Saat dia keluar dari mobil, lututnya begitu lemas dan dia jatuh ke depan. Dia segera membersihkan dirinya, bangkit, dan pergi dengan terhuyung-huyung.

Dia tidak bisa kembali ke rumah Keluarga Suherman, dan rumah Keluarga Diandra sudah digadaikan untuk membayar utang ayahnya.

Untungnya, dia masih memiliki ibunya. Ibunya menceraikan ayahnya ketika Raisa baru berusia beberapa bulan dan meninggalkannya dalam pengawasan ayahnya. Sekarang, ibunya sudah memiliki keluarga baru, tetapi dia adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Raisa.

Begitu Raisa tiba di pintu rumah ibunya, dia mendengar seseorang berteriak di dalam. "Apa kalian ingin membunuhku? Semua orang tahu bahwa Marcel Saputra itu buta, dan dia adalah pria yang kejam dan gila. Beberapa orang bahkan bilang bahwa dia pernah membunuh seseorang. Dan kalian ingin aku menikah dengannya? Aku tidak akan menikahinya, bahkan jika aku mati! Cari orang lain untuk menikah dengannya! Aku keluar dari sini!"

Kemudian, pintu terbuka dan seorang gadis berpakaian modis berjalan keluar.

Dia adalah adik tiri Raisa, Regina Lasro.

"Regina! Kembali sini!" Ibu Raisa, Clarissa Subandi, mengikuti Regina keluar, tetapi Regina sudah masuk ke mobilnya dan melaju pergi.

"Ma ...." Raisa menatap ibunya sambil menggigit bibirnya dan merasa cemas.

Saat itulah Clarissa menyadari bahwa Raisa sedang berdiri di sana. Dia menatap putrinya itu dengan heran. "Raisa? Sedang apa kamu di sini? Ada apa?"

Wajar saja jika Clarissa terkejut, Raisa tampak begitu sedih.

Mendengar pertanyaan Clarissa, Raisa tidak bisa menahan air matanya lagi dan mulai terisak, "Ma, Yusuf ingin menceraikanku dan dia baru saja mencoba membunuhku."

"Apa?"

Setengah jam kemudian, Raisa akhirnya selesai memberi tahu Clarissa semua yang terjadi. "Jadi, karena kekacauan yang ditinggalkan papamu, Yusuf berencana menceraikanmu dengan alasan kamu mandul? Karena kamu mendengar rencana mereka, dia mencoba membungkammu selamanya?"

"Ya, benar."

Clarissa mengerutkan keningnya, "Tapi, apa hubungan utang papamu denganmu? Apa kamu ingin mengambil alih Grup Diandra?"

Raisa menurunkan matanya, bulu matanya tampak bergetar. "Grup Diandra adalah hasil dari kerja keras Papa sepanjang hidupnya. Aku tidak ingin melepaskannya."

Clarissa terdiam beberapa saat dan kemudian dia berkata dengan suara pelan, "Tapi utang Grup Diandra sangat besar, dan Keluarga Suherman bukan hanya meninggalkanmu, mereka bahkan mencoba membunuhmu. Meskipun suamiku lumayan kaya, aku khawatir kami tidak akan bisa melindungimu."

Clarissa menggigit bibirnya dan melanjutkan, "Tapi aku punya cara untuk mencegah Keluarga Suherman agar tidak menyentuhmu lagi. Mungkin ini juga bisa menyelesaikan krisis Grup Diandra. Hanya saja, aku tidak yakin apakah kamu bersedia untuk itu."

"Cara apa?"

Clarissa berdeham dan menjawab, "Apa kamu tahu Keluarga Saputra? Mereka adalah keluarga terkaya dan paling berkuasa di negara ini. Suamiku berniat untuk menikahkan Regina dengan Keluarga Saputra, tapi dia tidak mau. Seperti yang kamu lihat sebelumnya, dia kabur begitu saja dari rumah karena masalah ini. Kami memiliki janji temu dengan Keluarga Saputra dua jam lagi. Kamu bisa menggantikan posisi Regina."

Raisa bergumam dengan mata terbelalak, "Mama ingin aku menikah dengan Keluarga Saputra? Tapi, aku dan Yusuf belum bercerai. Baru saja, aku mendengar Regina mengatakan bahwa pria yang kalian jodohkan dengannya adalah pria buta."

Mata Clarissa berubah dingin. "Keluarga Suherman ingin membunuhmu. Kamu harus menceraikan Yusuf. Jangan khawatir, jika kamu dan Marcel berhasil menikah, Keluarga Saputra akan mengurus Keluarga Suherman untukmu. Dan ya, Marcel memang buta. Apa itu masalah untukmu? Bukannya kamu tetap menikah dengan Yusuf setelah kecelakaannya dan merawatnya saat dia cacat?"

Raisa merasa sekujur tubuhnya kedinginan dan dia pun menggigil.

Dia kira apa yang menimpanya tadi malam sudah merupakan cobaan yang berat, tetapi tampaknya segalanya masih bisa menjadi lebih buruk lagi.

"Keluarga Saputra jauh lebih berkuasa daripada Keluarga Suherman. Selain itu, kamu tidak punya pilihan. Satu-satunya cara bagimu untuk keluar dari kesulitanmu saat ini adalah menikah dengan Keluarga Saputra."

Kedua mata Raisa berubah merah. "Tapi Ma, meskipun Marcel buta, dia masih merupakan anggota Keluarga Saputra. Aku hanyalah seorang wanita yang sudah menikah tanpa memiliki apa-apa. Akankah dia dan keluarganya menginginkanku?"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Percobaan Pembunuhan2 Bab 2 Hasrat di Mobil3 Bab 3 Saran Ibu4 Bab 4 Apa Kamu Masih Suci 5 Bab 5 Pulang Bersamanya6 Bab 6 Dia Tidak Punya Kerabat7 Bab 7 Wanita Murahan8 Bab 8 Parfum9 Bab 9 Kamu Tidak Bisa Melakukan Ini!10 Bab 10 Tinggal Bersama11 Bab 11 Fitnah Murni12 Bab 12 Menguping13 Bab 13 Kecelakaan14 Bab 14 Kesepakatan yang Bagus15 Bab 15 Ukurannya16 Bab 16 Kamu sudah Menjadi Istriku17 Bab 17 Dia Sendirian18 Bab 18 Berhubungan Seks denganku19 Bab 19 Apa Kamu Menyetujuinya 20 Bab 20 Bagaimana Jika itu Aku 21 Bab 21 Tidak Ada Keluhan22 Bab 22 Terlalu Malu untuk Melihat Marcel23 Bab 23 Kesepakatan yang Bagus24 Bab 24 Mengikuti Naskahku25 Bab 25 Apa Dia Mengatakan Sesuatu yang Salah 26 Bab 26 Rasa Penindasan27 Bab 27 Adik Ipar yang Berniat Buruk28 Bab 28 Dikasih Hati Minta Jantung29 Bab 29 Apa yang Mereka Cari 30 Bab 30 Sebuah Kutukan31 Bab 31 Ayo Pulang32 Bab 32 Menduakan Dirinya Sendiri33 Bab 33 Hamil Secepat Mungkin34 Bab 34 Mengambil Kesempatan35 Bab 35 Pengalaman Pertamanya36 Bab 36 Sebuah Ciuman37 Bab 37 Apakah Kamu Tidak Suka 38 Bab 38 Fitnah Murni39 Bab 39 Merusak Reputasinya40 Bab 40 Melawan Balik41 Bab 41 Perawatan Wajah42 Bab 42 Kamera Pengintai di Kantor43 Bab 43 Mengapa Aku Harus Membantumu 44 Bab 44 Kabur Setelah Menggoda45 Bab 45 Hasrat yang Tak Dapat Disangkal46 Bab 46 Membunuh Marcel47 Bab 47 Provokasi48 Bab 48 Tren Opini Publik49 Bab 49 Tes50 Bab 50 Apa yang Kalian Lakukan 51 Bab 51 Siapa Wanita itu 52 Bab 52 Lebih Berkuasa dari yang Dia Kira53 Bab 53 Rekaman itu Dirusak54 Bab 54 Membiarkannya Pergi untuk Saat Ini55 Bab 55 Bertemu dengan Badrun56 Bab 56 Kakek Marcel57 Bab 57 Keluarga Orang Kaya Benar-Benar Rumit58 Bab 58 Kebutaan Dapat Diturunkan59 Bab 59 Mata-Mata Tak Dikenal60 Bab 60 Ancaman Keluarganya61 Bab 61 Perubahan Rencana62 Bab 62 Muntah63 Bab 63 Bayi itu Bukan Milik Marcel64 Bab 64 Aku Tidak Bisa Menceraikannya65 Bab 65 Konyol66 Bab 66 Aku Berjanji padamu67 Bab 67 Dia Memberiku Pil68 Bab 68 Dibius69 Bab 69 Tolong Bantu Aku70 Bab 70 Memang Hamil71 Bab 71 Berita Mengejutkan72 Bab 72 Mengamuk73 Bab 73 Punya Senjata Rahasia74 Bab 74 Apa Kamu Terluka 75 Bab 75 Apa Kamu akan Tetap Mengandung Bayi ini 76 Bab 76 Aku Memiliki Laporan Pemeriksaanmu77 Bab 77 Menyembunyikan78 Bab 78 Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan79 Bab 79 Menyalin Video Pengawasan80 Bab 80 Ayah Bayinya81 Bab 81 Aku Punya Buktinya82 Bab 82 Berbicara denganku secara Langsung83 Bab 83 Aku Sangat Merindukannya84 Bab 84 Rahasia Kecil Kita85 Bab 85 Video-Video itu Telah Diubah86 Bab 86 Dia Tidak Bisa Mempertahankan Anak ini87 Bab 87 Pengumuman Orang Hilang88 Bab 88 Aku Juga Putrimu89 Bab 89 Kamu Harus Melakukannya lagi90 Bab 90 Diciptakan untukku91 Bab 91 Membuatnya Jatuh Cinta padanya92 Bab 92 Menanggung Siksaan Selama Dua Bulan lagi93 Bab 93 Gracelia Datang Memeriksa94 Bab 94 Menciptakan Beberapa Situasi95 Bab 95 Apa Untungnya Bagiku 96 Bab 96 Jauh dari Cukup97 Bab 97 Yang Wanita ini Inginkan hanyalah Uang98 Bab 98 Berselingkuh99 Bab 99 Di mana Laptop itu 100 Bab 100 Mendapatkan Jawaban