icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Dia Tidak Punya Kerabat
Jumlah Kata:733    |    Dirilis Pada:01/11/2022

Paula berusaha mengatur napasnya, sementara itu dia mengulurkan tangan ke samping tubuhnya untuk mengambil tas dan menyalakan sebatang rokok. "Apa yang akan kamu lakukan mengenai Raisa? Selain gagal membunuhnya, kamu bahkan belum mengajukan cerai. Kita tidak tahu di mana dia bersembunyi saat ini. Jika kita tidak segera menanganinya, pada akhirnya dia akan menjadi masalah besar bagi kita."

"Santai saja. Aku sudah menyuruh seseorang untuk mencarinya. Dia masih di kota ini. Dia tidak mungkin kabur," ucap Yusuf dengan yakin.

Paula mengembuskan rokoknya yang membentuk cincin asap. Sambil tersenyum, dia berkata, "Masuk akal juga. Pastikan saja bahwa ibunya dipantau oleh anak buahmu. Kurasa benar-benar tidak ada tempat lain baginya untuk pergi. Pergi ke ibunya mungkin akan menjadi langkah terbaiknya. Kamu bisa berbicara dengan ayah tirinya. Mengingat keadaan Keluarga Lasro saat ini, bodoh saja jika Hardian berani bertindak terhadap salah satu keluarga kita. Jika Raisa pergi ke rumahnya, dia pasti akan memberi tahu kita. Ibunya tidak akan protes. Dia sudah menikah dengan Hardian selama beberapa tahun, dan mereka berdua punya dua anak. Pasti sulit baginya untuk menyerahkan apa yang dia miliki saat ini hanya demi Raisa, yang jarang berinteraksi dengannya. Lagi pula, ibunya bukan orang yang berpikiran sederhana."

Saat itu, sekujur tubuh Raisa terasa dingin. Mengapa dia tidak menyadari sesuatu yang bahkan disadari Paula?

Memang, dia sungguh bodoh.

"Pada saat itu, meskipun kita tidak membunuh Raisa, kita harus menemukan cara untuk membuatnya gila dan mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Jika kita tidak melakukan itu, aku tidak akan tenang," tambah Paula.

Setelah bernapas dalam-dalam, Raisa melewati pintu masuk dan memasuki apartemen itu. "Begitu ya? Yah, sekarang aku ada di hadapanmu. Aku tertarik untuk melihat bagaimana kamu bisa membuatku gila."

Yusuf dan Paula yang berada di ruang tamu terkejut dan menoleh ke arah Raisa.

Paula buru-buru menutupi dirinya dan Yusuf dengan selimut. "Kamu masih berani kembali?"

Merasa marah, Raisa mengatupkan giginya dan berkata, "Kenapa aku tidak berani kembali? Lagi pula, bukan aku yang berbuat salah."

"Kamu benar-benar tidak punya rasa takut." Setelah memungut celananya, Yusuf memakainya dengan santai. Dia mengambil beberapa langkah menuju Raisa sebelum bertanya, "Apa kamu yakin aku tidak berani membunuhmu?"

"Tentunya kamu bernyali untuk mencobanya. Bagaimanapun, kamu mencoba membunuhku semalam, bukan? Yusuf, kamu adalah seorang pembunuh. Aku akan menuntutmu atas percobaan pembunuhan terhadapku!"

"Apa? Kamu menuntutku?" Yusuf tertawa terbahak-bahak seolah-olah dia baru saja mendengar lelucon lucu. "Percobaan pembunuhan? Apa kamu sudah mengumpulkan bukti sejauh ini? Aku sudah menghapus video kamera pengawas di sepanjang jalan itu. Tolong berikan buktimu jika kamu ingin mengajukan gugatan terhadapku. Jika kamu tidak memberikan bukti yang meyakinkan, itu hanyalah fitnah. Aku bisa menuntutmu karena sudah memfitnahku. Lihat saja siapa yang akan berakhir di penjara."

"Begitu ya?" Raisa mengatupkan giginya saat dia berbalik dan mengambil ponselnya dari rak di pintu masuk. "Ketika aku tiba lebih awal, aku menyembunyikan ponselku di tempat ini. Aku sudah merekam semua yang kamu katakan dan lakukan. Apa bukti ini cukup untuk mengirimmu ke penjara?"

Raisa memutar rekaman itu. Segera saja, erangan kepuasan Paula terdengar bergema dari ponsel itu. Tampaknya Raisa memang tidak hanya menggertak.

Dalam sekejap, Paula dan Yusuf sama-sama menunjukkan penampilan yang begitu berbeda. "Raisa, apa yang kamu inginkan?"

"Pergi ke pengadilan bersamaku sekarang dan ajukan perceraian kita. Aku tidak menginginkan apa pun yang kamu miliki. Kamu tidak berhak mendambakan satu sen pun dari Grup Diandra." Raisa tidak bertele-tele. "Jika kamu tidak menurut, aku akan mengunggah rekaman ini secara online dan memastikan bahwa semua orang melihatnya. Ngomong-ngomong, aku juga akan memberikan rekaman ini pada semua mitra Keluarga Suherman dan Keluarga Purnama."

Dia menyerang tepat pada sasaran.

Bahkan jika Raisa mengatakan bahwa dia berencana untuk menghubungi polisi, Yusuf tidak akan ketakutan. Bagaimanapun juga, Raisa baik-baik saja. Dengan demikian, rekaman tersebut tidak akan dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam proses hukum apa pun.

Akan tetapi, dia dan Keluarga Suherman cukup khawatir tentang reputasi mereka di kalangan sosialita.

Segera setelah kontroversi semacam ini terjadi, sebagian besar rekan bisnis mereka akan menyadarinya, dan sebagai akibatnya, proyek kerja sama yang menjadi tanggung jawab mereka akan menderita.

Tiba-tiba, raut wajah Yusuf langsung berubah.

Yusuf menyipitkan matanya dan melirik Raisa dengan tatapan maut.

Jika dia membunuh Raisa atau, menurut ucapan Paula, membuat Raisa kehilangan akal sehatnya atau bahkan lumpuh, dia bisa mengambil ponsel itu dan menghapus rekamannya. Bisakah semua hal ini bisa ditutup-tutupi sepenuhnya?

"Kalau begitu, aku tidak akan membiarkanmu keluar hidup-hidup." Yusuf mengarahkan pandangannya pada ponsel yang dipegang Raisa.

"Kamu coba saja." Tiba-tiba, terdengar suara yang rendah dan menawan dari seorang pria.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Percobaan Pembunuhan2 Bab 2 Hasrat di Mobil3 Bab 3 Saran Ibu4 Bab 4 Apa Kamu Masih Suci 5 Bab 5 Pulang Bersamanya6 Bab 6 Dia Tidak Punya Kerabat7 Bab 7 Wanita Murahan8 Bab 8 Parfum9 Bab 9 Kamu Tidak Bisa Melakukan Ini!10 Bab 10 Tinggal Bersama11 Bab 11 Fitnah Murni12 Bab 12 Menguping13 Bab 13 Kecelakaan14 Bab 14 Kesepakatan yang Bagus15 Bab 15 Ukurannya16 Bab 16 Kamu sudah Menjadi Istriku17 Bab 17 Dia Sendirian18 Bab 18 Berhubungan Seks denganku19 Bab 19 Apa Kamu Menyetujuinya 20 Bab 20 Bagaimana Jika itu Aku 21 Bab 21 Tidak Ada Keluhan22 Bab 22 Terlalu Malu untuk Melihat Marcel23 Bab 23 Kesepakatan yang Bagus24 Bab 24 Mengikuti Naskahku25 Bab 25 Apa Dia Mengatakan Sesuatu yang Salah 26 Bab 26 Rasa Penindasan27 Bab 27 Adik Ipar yang Berniat Buruk28 Bab 28 Dikasih Hati Minta Jantung29 Bab 29 Apa yang Mereka Cari 30 Bab 30 Sebuah Kutukan31 Bab 31 Ayo Pulang32 Bab 32 Menduakan Dirinya Sendiri33 Bab 33 Hamil Secepat Mungkin34 Bab 34 Mengambil Kesempatan35 Bab 35 Pengalaman Pertamanya36 Bab 36 Sebuah Ciuman37 Bab 37 Apakah Kamu Tidak Suka 38 Bab 38 Fitnah Murni39 Bab 39 Merusak Reputasinya40 Bab 40 Melawan Balik41 Bab 41 Perawatan Wajah42 Bab 42 Kamera Pengintai di Kantor43 Bab 43 Mengapa Aku Harus Membantumu 44 Bab 44 Kabur Setelah Menggoda45 Bab 45 Hasrat yang Tak Dapat Disangkal46 Bab 46 Membunuh Marcel47 Bab 47 Provokasi48 Bab 48 Tren Opini Publik49 Bab 49 Tes50 Bab 50 Apa yang Kalian Lakukan 51 Bab 51 Siapa Wanita itu 52 Bab 52 Lebih Berkuasa dari yang Dia Kira53 Bab 53 Rekaman itu Dirusak54 Bab 54 Membiarkannya Pergi untuk Saat Ini55 Bab 55 Bertemu dengan Badrun56 Bab 56 Kakek Marcel57 Bab 57 Keluarga Orang Kaya Benar-Benar Rumit58 Bab 58 Kebutaan Dapat Diturunkan59 Bab 59 Mata-Mata Tak Dikenal60 Bab 60 Ancaman Keluarganya61 Bab 61 Perubahan Rencana62 Bab 62 Muntah63 Bab 63 Bayi itu Bukan Milik Marcel64 Bab 64 Aku Tidak Bisa Menceraikannya65 Bab 65 Konyol66 Bab 66 Aku Berjanji padamu67 Bab 67 Dia Memberiku Pil68 Bab 68 Dibius69 Bab 69 Tolong Bantu Aku70 Bab 70 Memang Hamil71 Bab 71 Berita Mengejutkan72 Bab 72 Mengamuk73 Bab 73 Punya Senjata Rahasia74 Bab 74 Apa Kamu Terluka 75 Bab 75 Apa Kamu akan Tetap Mengandung Bayi ini 76 Bab 76 Aku Memiliki Laporan Pemeriksaanmu77 Bab 77 Menyembunyikan78 Bab 78 Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan79 Bab 79 Menyalin Video Pengawasan80 Bab 80 Ayah Bayinya81 Bab 81 Aku Punya Buktinya82 Bab 82 Berbicara denganku secara Langsung83 Bab 83 Aku Sangat Merindukannya84 Bab 84 Rahasia Kecil Kita85 Bab 85 Video-Video itu Telah Diubah86 Bab 86 Dia Tidak Bisa Mempertahankan Anak ini87 Bab 87 Pengumuman Orang Hilang88 Bab 88 Aku Juga Putrimu89 Bab 89 Kamu Harus Melakukannya lagi90 Bab 90 Diciptakan untukku91 Bab 91 Membuatnya Jatuh Cinta padanya92 Bab 92 Menanggung Siksaan Selama Dua Bulan lagi93 Bab 93 Gracelia Datang Memeriksa94 Bab 94 Menciptakan Beberapa Situasi95 Bab 95 Apa Untungnya Bagiku 96 Bab 96 Jauh dari Cukup97 Bab 97 Yang Wanita ini Inginkan hanyalah Uang98 Bab 98 Berselingkuh99 Bab 99 Di mana Laptop itu 100 Bab 100 Mendapatkan Jawaban