icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Apa Kamu Masih Suci
Jumlah Kata:648    |    Dirilis Pada:01/11/2022

Emosi yang rumit melintas di mata Clarissa. "Keluarga Saputra seharusnya lebih bersedia untuk memilihmu daripada Regina."

Raisa tercengang. Apa maksud ibunya?

Dua jam kemudian, Raisa, Clarissa, dan suami Clarissa saat ini, Hardian Lasro, sedang duduk di ruang pribadi yang telah mereka pesan sebelumnya.

Pria yang duduk di seberang Raisa adalah Marcel Saputra.

Wajah Marcel terlihat tampan dan juga tajam, tetapi ada sikap dingin di dalam dirinya.

Matanya yang kosong dan tak berjiwa, tampak tidak cocok dengan wajahnya yang tampan.

Seorang wanita yang mengenakan riasan wajah mewah duduk di sebelah Marcel. Dia adalah Gracelia Chandika, ibu Marcel.

Diam-diam wanita itu mengamati Raisa sejak dia duduk, yang membuat Raisa sedikit tidak nyaman.

Menggigit bibirnya, Raisa bergeser di kursinya, tetapi pinggangnya sangat sakit sehingga dia mengernyit dan bernapas dalam-dalam.

"Begitulah situasi kami. Bagaimana menurutmu, Gracelia? Regina begitu keras kepala dan angkuh. Aku takut dia tidak bisa mengurus Marcel dengan baik. Setelah memikirkannya, kurasa Raisa lebih cocok," ucap Clarissa.

Gracelia tersenyum dan berkata, "Raisa, ya? Menurutku kamu sangat cantik, dan aku sudah menyukaimu sejak pertama melihatmu. Kamu masih muda, tapi kamu sudah mengalami begitu banyak kesulitan. Aku sangat kasihan padamu. Kamu begitu baik hati dan mulai sampai mau merawat suamimu yang cacat. Kuharap kamu bisa melakukan hal yang sama untuk Marcel dan kalian berdua dapat menjalani kehidupan yang bahagia."

Raisa merasa aneh. Secara logis, setiap ibu menginginkan yang terbaik bagi putranya dan tidak akan setuju dengan pengaturan seperti itu. Kenapa Gracelia begitu berbeda?

Sepengetahuan Raisa, Gracelia adalah istri pertama dari kepala Keluarga Saputra, dan Marcel serta adik laki-lakinya adalah anak kandungnya.

"Tapi, keputusan akhir masih ada di tangan Marcel. Bagaimana menurutmu, Marcel? Bagaimana menurutmu tentang Raisa? Apa kamu bersedia menikahinya?"

Mata semua orang tertuju pada Marcel.

Ekspresi dingin di wajahnya tetap ada, dan meskipun Marcel tidak bisa melihat, dia sepertinya menyadari bahwa Raisa sedang duduk di depannya. Dia agak mengangkat kepalanya dan berbicara ke arahnya.

"Suamimu adalah Yusuf Suherman, ya? Aku dengar bahwa tubuh bagian bawah Yusuf lumpuh dalam kecelakaan mobil yang terjadi sebelum kalian berdua menikah. Raisa, aku ingin tahu apa kamu masih suci."

Raisa tertegun dan darah langsung mengalir ke pipinya. Dia merasa sangat malu. Apa Marcel sengaja mengajukan pertanyaan seperti itu di depan begitu banyak orang?

Dia menanyakan ini tepat setelah apa yang terjadi tadi malam.

Clarissa buru-buru berkata, "Raisa ...."

Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Raisa sudah memotong, "Tidak."

Semua orang memandang Raisa secara bersamaan. Raisa mengepalkan tinjunya dan mengulangi dengan gigi terkatup, "Tidak."

"Tidak?" Marcel tersenyum jahat. "Yusuf cacat dan kamu sudah tidak suci lagi. Apa itu berarti kamu selingkuh dari suamimu?"

Sambil menggertakkan giginya, Raisa yakin bahwa Marcel sengaja menanyainya seperti ini. Dia melakukan ini untuk mempermalukannya.

Namun, kenapa?

Dia dan Marcel tidak saling mengenal.

Apa ini karena Clarissa membawanya ke sini, alih-alih Regina?

Raisa menurunkan matanya dan berkata dengan suara gemetar, "Yusuf sudah sembuh."

Dia tidak membenarkan atau menyangkal pertanyaan Marcel.

"Ah? Begitu ya?"

Gracelia berusaha menenangkan suasana dengan tergesa-gesa. "Yah, Marcel, kamu bisa membicarakannya dengan Raisa secara pribadi. Yang sudah lalu biarlah berlalu. Itu tidak penting lagi. Yang penting Raisa memiliki karakter dan penampilan yang bagus. Aku rasa dia adalah seorang wanita muda yang luar biasa."

Bibir Marcel berangsur-angsur melengkung menjadi suatu seringai mengejek. "Ya, benar. Raisa memiliki penampilan dan karakter yang baik. Jika bukan karena masa lalunya yang berantakan, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk bersamanya. Aku rasa ini sudah selesai, aku akan menikahinya."

Marcel kembali bersikap santai. "Tapi, aku baru saja bertemu dengannya. Aku ingin menghabiskan waktu bersamanya untuk mengenalnya lebih baik. Dan juga, aku akan mengurus Keluarga Suherman. Dia harus menceraikan Yusuf terlebih dahulu. Aku tidak ingin orang berpikir bahwa aku merebut istri orang lain."

Clarissa berkata dengan gembira, "Itu akan menjadi yang terbaik. Raisa, baik-baik dengan Marcel, ya?"

Saat Clarissa berbicara, dia mengedipkan mata pada Raisa dengan penuh isyarat. Kemudian, dia menoleh pada Gracelia. "Gracelia, apa kita bisa minum teh bersama?"

Raisa menggigit bibirnya, wajahnya pucat pasi. Lagi-lagi dia ditinggalkan.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Percobaan Pembunuhan2 Bab 2 Hasrat di Mobil3 Bab 3 Saran Ibu4 Bab 4 Apa Kamu Masih Suci 5 Bab 5 Pulang Bersamanya6 Bab 6 Dia Tidak Punya Kerabat7 Bab 7 Wanita Murahan8 Bab 8 Parfum9 Bab 9 Kamu Tidak Bisa Melakukan Ini!10 Bab 10 Tinggal Bersama11 Bab 11 Fitnah Murni12 Bab 12 Menguping13 Bab 13 Kecelakaan14 Bab 14 Kesepakatan yang Bagus15 Bab 15 Ukurannya16 Bab 16 Kamu sudah Menjadi Istriku17 Bab 17 Dia Sendirian18 Bab 18 Berhubungan Seks denganku19 Bab 19 Apa Kamu Menyetujuinya 20 Bab 20 Bagaimana Jika itu Aku 21 Bab 21 Tidak Ada Keluhan22 Bab 22 Terlalu Malu untuk Melihat Marcel23 Bab 23 Kesepakatan yang Bagus24 Bab 24 Mengikuti Naskahku25 Bab 25 Apa Dia Mengatakan Sesuatu yang Salah 26 Bab 26 Rasa Penindasan27 Bab 27 Adik Ipar yang Berniat Buruk28 Bab 28 Dikasih Hati Minta Jantung29 Bab 29 Apa yang Mereka Cari 30 Bab 30 Sebuah Kutukan31 Bab 31 Ayo Pulang32 Bab 32 Menduakan Dirinya Sendiri33 Bab 33 Hamil Secepat Mungkin34 Bab 34 Mengambil Kesempatan35 Bab 35 Pengalaman Pertamanya36 Bab 36 Sebuah Ciuman37 Bab 37 Apakah Kamu Tidak Suka 38 Bab 38 Fitnah Murni39 Bab 39 Merusak Reputasinya40 Bab 40 Melawan Balik41 Bab 41 Perawatan Wajah42 Bab 42 Kamera Pengintai di Kantor43 Bab 43 Mengapa Aku Harus Membantumu 44 Bab 44 Kabur Setelah Menggoda45 Bab 45 Hasrat yang Tak Dapat Disangkal46 Bab 46 Membunuh Marcel47 Bab 47 Provokasi48 Bab 48 Tren Opini Publik49 Bab 49 Tes50 Bab 50 Apa yang Kalian Lakukan 51 Bab 51 Siapa Wanita itu 52 Bab 52 Lebih Berkuasa dari yang Dia Kira53 Bab 53 Rekaman itu Dirusak54 Bab 54 Membiarkannya Pergi untuk Saat Ini55 Bab 55 Bertemu dengan Badrun56 Bab 56 Kakek Marcel57 Bab 57 Keluarga Orang Kaya Benar-Benar Rumit58 Bab 58 Kebutaan Dapat Diturunkan59 Bab 59 Mata-Mata Tak Dikenal60 Bab 60 Ancaman Keluarganya61 Bab 61 Perubahan Rencana62 Bab 62 Muntah63 Bab 63 Bayi itu Bukan Milik Marcel64 Bab 64 Aku Tidak Bisa Menceraikannya65 Bab 65 Konyol66 Bab 66 Aku Berjanji padamu67 Bab 67 Dia Memberiku Pil68 Bab 68 Dibius69 Bab 69 Tolong Bantu Aku70 Bab 70 Memang Hamil71 Bab 71 Berita Mengejutkan72 Bab 72 Mengamuk73 Bab 73 Punya Senjata Rahasia74 Bab 74 Apa Kamu Terluka 75 Bab 75 Apa Kamu akan Tetap Mengandung Bayi ini 76 Bab 76 Aku Memiliki Laporan Pemeriksaanmu77 Bab 77 Menyembunyikan78 Bab 78 Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan79 Bab 79 Menyalin Video Pengawasan80 Bab 80 Ayah Bayinya81 Bab 81 Aku Punya Buktinya82 Bab 82 Berbicara denganku secara Langsung83 Bab 83 Aku Sangat Merindukannya84 Bab 84 Rahasia Kecil Kita85 Bab 85 Video-Video itu Telah Diubah86 Bab 86 Dia Tidak Bisa Mempertahankan Anak ini87 Bab 87 Pengumuman Orang Hilang88 Bab 88 Aku Juga Putrimu89 Bab 89 Kamu Harus Melakukannya lagi90 Bab 90 Diciptakan untukku91 Bab 91 Membuatnya Jatuh Cinta padanya92 Bab 92 Menanggung Siksaan Selama Dua Bulan lagi93 Bab 93 Gracelia Datang Memeriksa94 Bab 94 Menciptakan Beberapa Situasi95 Bab 95 Apa Untungnya Bagiku 96 Bab 96 Jauh dari Cukup97 Bab 97 Yang Wanita ini Inginkan hanyalah Uang98 Bab 98 Berselingkuh99 Bab 99 Di mana Laptop itu 100 Bab 100 Mendapatkan Jawaban