icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 8
Parfum
Jumlah Kata:625    |    Dirilis Pada:01/11/2022

Bibir Raisa agak mengerucut saat dia berdiri tanpa bergerak.

Dia tidak pernah membayangkan bahwa Marcel akan merawatnya selama sisa hidupnya. Satu-satunya tujuannya adalah untuk melewati krisis saat ini dengan aman, menemukan cara untuk melindungi Grup Diandra yang selalu dipedulikan ayahnya dan mengambil kembali rumah mereka.

Orang yang paling mencintainya adalah ayahnya.

Terlalu banyak kenangan yang terkait dengan Grup Diandra dan rumah tempat mereka tinggal selama lebih dari satu dekade.

Dia tidak berniat untuk menyerahkan itu semua dengan cara apa pun.

Dia tidak bisa bergantung pada siapa pun saat ini. Dia hanya bisa memikirkan bagaimana caranya untuk memperkuat diri.

Tak lama kemudian, Raisa masuk ke mobil Marcel.

"Apa kamu sudah selesai dengan perceraianmu?" Marcel menggerakkan jari-jarinya dengan cepat melalui halaman-halaman buku braille. "Sekarang sudah larut, kamu akan tidur di mana malam ini? Di rumah ibumu atau tempatku?"

Raisa mengatupkan giginya. Meskipun dia telah setuju untuk menikahi Marcel sebagai pengganti Regina, mereka belum menikah. Bagaimana dia bisa menginap di rumah pria ini?

Selain itu, ada sesuatu tentang Marcel yang membuatnya takut, dan dia tidak berani tinggal berdua saja dengannya.

"Aku ... aku akan bermalam di rumah ibuku."

"Baiklah," Marcel setuju. Namun, kemudian dia mendekati Raisa sambil memancarkan aura pria dewasa.

Raisa masih waspada terhadapnya karena apa yang terjadi pada malam sebelumnya masih terngiang di kepalanya. Ketika dia melihat apa yang dilakukan Marcel, dia hanya bisa mundur karena rasa takutnya menjadi semakin besar

"Hei! Kamu sedang apa?"

Marcel berhenti dan berkata, "Aroma tubuhmu langka. Aku hanya ingin tahu jenis parfum apa yang kamu gunakan. Apa kamu takut aku mungkin melakukan sesuatu yang buruk padamu? Atau kamu mengantisipasi bahwa aku akan melakukan sesuatu padamu?"

"Tidak, bukan seperti itu." Jari-jari Raisa melengkung. "Aku yang membuat parfum ini. Industri utama Grup Diandra adalah parfum. Ketika aku masih muda, aku menemukan bakatku untuk membuat parfum. Aku bisa memberimu satu botol jika kamu mau."

"Tidak perlu, aku hanya menyukainya ketika parfum itu digunakan olehmu."

Marcel bersandar setelah bertanya seperti itu.

Butuh beberapa saat bagi Raisa untuk memahami apa yang dia katakan. Marcel sepertinya sedang menggodanya.

Hari sudah gelap ketika mereka tiba di rumah Keluarga Lasro. Setelah turun dari mobil dan masuk ke rumah, Raisa terkejut melihat Hardian sebagai satu-satunya orang yang hadir di ruang tamu.

Mustahil baginya untuk menghindari rasa cemas yang meningkat. "Selamat malam, Om Lasro. Di mana mamaku?"

Setelah meletakkan cangkir yang dipegangnya, Hardian kemudian bangkit. "Mamamu sedang bermain kartu. Regina sedang pergi keluar dengan teman-temannya. Tidak perlu bersikap formal, anggap saja rumah sendiri. Kamarmu sudah siap. Biarkan aku mengantarmu ke atas."

"Terima kasih," Raisa mengangguk dengan kosong. Begitu dia melihat Hardian naik, dia buru-buru mengikuti jejaknya.

Hardian membawanya ke sebuah kamar di lantai dua. "Lihatlah. Beri tahu aku jika ada hal lain yang kamu inginkan."

Raisa langsung menuju tempat tidur dan kemudian menatap ke sekeliling ruangan itu. Tempat tidur itu sudah dilapisi dengaan seprai di atasnya, dan pintu lemari dibiarkan terbuka. Ada beberapa pakaian baru dengan label harga yang masih menempel.

"Tidak, tidak ada."

Hardian pergi bersamanya ke dalam ruangan itu. "Mamamu telah menyimpan kamar ini untukmu sejak kamu masih kecil, tapi kamu tidak pernah tinggal di sini. Sepertinya, dalam sekejap mata kamu sudah dewasa. Kamu terlihat lebih cantik daripada mamamu ketika dia masih muda."

Raisa terkejut dan merasa tidak nyaman.

"Ngomong-ngomong, mamamu dan aku punya pertanyaan untukmu."

"Apa itu?"

Hardian merapat ke belakang tubuh Raisa dan berkata, "Sebelumnya, Marcel bertanya apakah kamu masih perawan. Kamu bilang bahwa kamu tidak perawan lagi, bukan? Ibumu bilang bahwa sebelumnya kamu telah memberitahunya bahwa Yusuf tidak dapat menggerakkan bagian bawah tubuhnya dan kamu tidak tidur dengannya. Sebelum kecelakaan yang terjadi tadi malam, kamu tidak menyadari bahwa kakinya telah pulih sepenuhnya. Oleh karena itu, mustahil pria itu Yusuf. Kalau begitu, kamu pernah tidur dengan siapa?"

Saat Hardian berbicara, tangannya sudah berada di pinggang Raisa.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Percobaan Pembunuhan2 Bab 2 Hasrat di Mobil3 Bab 3 Saran Ibu4 Bab 4 Apa Kamu Masih Suci 5 Bab 5 Pulang Bersamanya6 Bab 6 Dia Tidak Punya Kerabat7 Bab 7 Wanita Murahan8 Bab 8 Parfum9 Bab 9 Kamu Tidak Bisa Melakukan Ini!10 Bab 10 Tinggal Bersama11 Bab 11 Fitnah Murni12 Bab 12 Menguping13 Bab 13 Kecelakaan14 Bab 14 Kesepakatan yang Bagus15 Bab 15 Ukurannya16 Bab 16 Kamu sudah Menjadi Istriku17 Bab 17 Dia Sendirian18 Bab 18 Berhubungan Seks denganku19 Bab 19 Apa Kamu Menyetujuinya 20 Bab 20 Bagaimana Jika itu Aku 21 Bab 21 Tidak Ada Keluhan22 Bab 22 Terlalu Malu untuk Melihat Marcel23 Bab 23 Kesepakatan yang Bagus24 Bab 24 Mengikuti Naskahku25 Bab 25 Apa Dia Mengatakan Sesuatu yang Salah 26 Bab 26 Rasa Penindasan27 Bab 27 Adik Ipar yang Berniat Buruk28 Bab 28 Dikasih Hati Minta Jantung29 Bab 29 Apa yang Mereka Cari 30 Bab 30 Sebuah Kutukan31 Bab 31 Ayo Pulang32 Bab 32 Menduakan Dirinya Sendiri33 Bab 33 Hamil Secepat Mungkin34 Bab 34 Mengambil Kesempatan35 Bab 35 Pengalaman Pertamanya36 Bab 36 Sebuah Ciuman37 Bab 37 Apakah Kamu Tidak Suka 38 Bab 38 Fitnah Murni39 Bab 39 Merusak Reputasinya40 Bab 40 Melawan Balik41 Bab 41 Perawatan Wajah42 Bab 42 Kamera Pengintai di Kantor43 Bab 43 Mengapa Aku Harus Membantumu 44 Bab 44 Kabur Setelah Menggoda45 Bab 45 Hasrat yang Tak Dapat Disangkal46 Bab 46 Membunuh Marcel47 Bab 47 Provokasi48 Bab 48 Tren Opini Publik49 Bab 49 Tes50 Bab 50 Apa yang Kalian Lakukan 51 Bab 51 Siapa Wanita itu 52 Bab 52 Lebih Berkuasa dari yang Dia Kira53 Bab 53 Rekaman itu Dirusak54 Bab 54 Membiarkannya Pergi untuk Saat Ini55 Bab 55 Bertemu dengan Badrun56 Bab 56 Kakek Marcel57 Bab 57 Keluarga Orang Kaya Benar-Benar Rumit58 Bab 58 Kebutaan Dapat Diturunkan59 Bab 59 Mata-Mata Tak Dikenal60 Bab 60 Ancaman Keluarganya61 Bab 61 Perubahan Rencana62 Bab 62 Muntah63 Bab 63 Bayi itu Bukan Milik Marcel64 Bab 64 Aku Tidak Bisa Menceraikannya65 Bab 65 Konyol66 Bab 66 Aku Berjanji padamu67 Bab 67 Dia Memberiku Pil68 Bab 68 Dibius69 Bab 69 Tolong Bantu Aku70 Bab 70 Memang Hamil71 Bab 71 Berita Mengejutkan72 Bab 72 Mengamuk73 Bab 73 Punya Senjata Rahasia74 Bab 74 Apa Kamu Terluka 75 Bab 75 Apa Kamu akan Tetap Mengandung Bayi ini 76 Bab 76 Aku Memiliki Laporan Pemeriksaanmu77 Bab 77 Menyembunyikan78 Bab 78 Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan79 Bab 79 Menyalin Video Pengawasan80 Bab 80 Ayah Bayinya81 Bab 81 Aku Punya Buktinya82 Bab 82 Berbicara denganku secara Langsung83 Bab 83 Aku Sangat Merindukannya84 Bab 84 Rahasia Kecil Kita85 Bab 85 Video-Video itu Telah Diubah86 Bab 86 Dia Tidak Bisa Mempertahankan Anak ini87 Bab 87 Pengumuman Orang Hilang88 Bab 88 Aku Juga Putrimu89 Bab 89 Kamu Harus Melakukannya lagi90 Bab 90 Diciptakan untukku91 Bab 91 Membuatnya Jatuh Cinta padanya92 Bab 92 Menanggung Siksaan Selama Dua Bulan lagi93 Bab 93 Gracelia Datang Memeriksa94 Bab 94 Menciptakan Beberapa Situasi95 Bab 95 Apa Untungnya Bagiku 96 Bab 96 Jauh dari Cukup97 Bab 97 Yang Wanita ini Inginkan hanyalah Uang98 Bab 98 Berselingkuh99 Bab 99 Di mana Laptop itu 100 Bab 100 Mendapatkan Jawaban