Aku Suka Kamu, Tapi ....

Aku Suka Kamu, Tapi ....

ArgaNov

3.5
Komentar
102
Penayangan
58
Bab

Bisakah Sena mempercayakan hatinya kembali pada pria dari masa lalunya? Sena ada artis wanita yang sudah naik daun. Menjadi Artis bukanlah cita-citanya, tetapi dendam di masa lalu membuatnya menjadi demikian. Pada akhirnya Sena harus kembali bertemu dengan orang yang sama. Sekali lagi jatuh cinta dan bersiap untuk sakit hati. Sena hanya berharap, ia tak perlu lagi merasakan sakit yang sama. Walau bayang-bayang itu tetap masih ada.

Aku Suka Kamu, Tapi .... Bab 1 Orang-Orang yang Tak Ingin Ditemui

Sena mengguap, ia pulang pagi lagi tadi. Syuting benar-benar memakan waktunya seharian. Ia bahkan tak memiliki waktu untuk dirinya sendiri--bahkan untuk gosok gigi seorang asisten menunggu di depan pintu kamar mandi.

"Mbak Sena!"

Sena menghembuskan napas kasar. Baru saja ia berpikir, asisten yang diperkejakan Mama sudah memanggil di luar pintu kamar. Ingin Sena diam saja, berpura-pura tak mendengar. Namun, kasus terakhir kali membuat nyalinya ciut.

"Ya!" serunya. Ia masih ingin menarik selimut dan kembali melanjutkan tidur.

"Mbak, inget jadwal hari ini, kan?" tanya asistennya--Rayna namanya.

Sena memutar kembali ingatannya. Tadi malam saat makan, Rayna sudah membacakan jadwal untuk hari ini. Ia hanya ingat jadwal pemotretan jam tiga sore nanti, selebihnya suara Rayna mengambang tak tentu arah.

Malas, Sena beringsut pelan menuju tepi ranjang. Langkahnya terasa begitu berat saat turun dari ranjang dan mendekati pintu. Ia ingin berteriak, 'biarkan aku sendiri saja hari ini.'

Akan tetapi, entah karena telah terbiasa tersenyum palsu di depan kamera, ia melakukan hal yang sama menghadapi semua orang termasuk Rayna.

"Maaf, Ina, aku lupa. Apa jadwal pagi ini?"

Katakan tidak ada jadwal, kumohon! Biarkan aku tidur di ranjang hari ini!

Rayna--asisten manis yang memakai jilbab lebar itu tersenyum. Tentu ia maklum.

"Hari ini jam sepuluh Mbak Sena harus mengikuti pertemuan alumni SMA. Kan sudah jauh-jauh hari pihak sekolah menghubungi, Mbak."

Mata Sena mengerjap. Otaknya kembali berusaha keras mengingat. Hatinya menyangkal telah menerima undangan pertemuan para alumni SMA. Ia tak mau pergi. Namun, bolehkah ia tak pergi.

Bahkan jika kamu tidak suka dengan yang sedang dilakukan, tersenyum terus Sena. Bukannya ini yang kamu inginkan?

Kalimat Mama yang memarahinya saat mengadu dua tahun lalu tentang pelecehan yang diterima dari Sutradara terngiang di telinga.

Sena tersenyum dan mengangguk, berkata akan bersiap-siap. Sementara hatinya menjerit meminta pertolongan seseorang. Ia benar-benar tak mau melakukan ini.

***

Aditya terpana. Anak-anak mulai lagi, gumamnya dalam hati sambil geleng-geleng kepala.

Walau ia mengeluh dengan kelakuan teman-temannya yang gesreknya minta ampun, tetapi sama sekali tak berniat menolong. Santai, pemuda bekulit hitam manis itu melengang di samping kumpulan murid lelaki dan perempuan yang tengah menjadikan seorang gadis menjadi olok-olokan.

Ia bahkan sempat melakukan high-five sebelum akhirnya masuk ke dalam kelas lalu duduk manis di kursinya. Teriak-teriakan keras dan juga hinaan sampai juga ke telinganya. Sekali lagi, Aditya hanya melirik sedikit dan kemudian memasang headseat untuk menghentikan suara yang sama tertangkap telinganya lagi.

Bruk!

Aditya tersentak kaget. Matanya yang sedari tadi terpejam, kini terbuka lebar. Ia melotot memandang gadis yang tadi menjadi bulan-bulannya di depan kelas. Bukan karena niat membantu, apalagi memberikan sedikit rasa prihatin melalui tatapan mata. Hal tersebut dilakukan karena headseatnya yang tadinya terpasang, kini lepas. Salah satu ujungnya putus.

"Buset, dah! Lo bener-bener, ya?!"

Aditya naik pitam seketika. Langsung saja ia berdiri dan dengan kejam ditendangnya kaki gadis itu. Tak keras memang, tetapi wajah si gadis langsung berubah ketakutan.

"Ma-af," desis gadis tersebut.

Kakinya yang tadi ditendang Aditya ditarik dengan cepat. Wajahnya menunduk, tak ingin memandang pemuda yang kini telah berdiri. Earphone yang sejak tadi di telinga juga telah ditarik dengan kasar.

"Bisa nggak, sih, lo berhenti bikin gue kesal."

Gadis itu semakin menciut. Wajahnya yang sudah putih semakin pasi. Ia hanya berharap segera menghilang dari kelas dan tidak pernah kemari lagi.

"Ma-af." Air mata si gadis jatuh berurai. Ia tak pernah menyangka kehidupan SMA-nya akan sekelam ini.

***

"Mikirin apa Aditya."

Aditya yang tengah fokus menatap siaran televisi layar lebar yang ada di dinding kafe langsung menoleh. Ia tersenyum dan menyisir rambutnya dengan jari-jari.

"Nggak ada."

Pesanan cappucino yang sudah mulai dingin diaduk sebelum disesap pelan. Kini ia lebih memilih memperhatikan layar ponselnya, bukan layar televisi lagi.

Gantian teman Aditya, Reno menatap layar. Seorang gadis cantik yang cukup dikenal tersenyum di sana. Ia sedang beradu akting dengan aktor kawakan dalam sebuah drama. Wajahnya penuh penghayatan, dan gerakannya terlihat begitu alami.

"Kamu ingin bertemu Sena?"

Mata Aditya langsung melirik Reno.

"Tidak," jawabnya cepat.

"Semua orang ingin bertemu dengannya. Hanya saja aku khawatir dia tidak akan datang." Reno menduduki kursi di sebelah Aditya. "Kamu pasti tahu jika dia tidak pernah datang sekalipun ke reuni."

Aditya tahu. Semua orang juga tahu apa alasannya. Ia mendesah, kembali menatap layar ponsel.

"Kita semua berdosa padanya, kan?"

Reno tersenyum kecut. Beberapa orang yang baru datang menyerukan nama Reno di depan pintu masuk. Pria muda pemilik kafe tersebut mengangkat tangan. Ia kembali menepuk bahu Aditya sebelum akhirnya turun dari kursi dan beranjak pergi.

Aditya sendirian lagi kini. Drama yang dibintangi Sena telah berganti dengan iklan produk perawatan rambut. Aditya mengeser layar ponselnya, gambar paling lama yang bisa ditangkap muncul sebagai walpaper. Hari itu dia jatuh cinta, pada Sena yang tertidur di kursi taman setelah puas menangis dengan senja bersinar sangat cantik di belakangnya.

"Mungkin aku sudah tidak punya kesempatan lagi," gumamnya pelan.

Saat teman-temannya mendekati, cepat Aditya memasang pengunci layar.

***

"Kamu yakin proses syuting tidak ada hari ini?" Sena bertanya untuk terakhir kalinya pada Rayna.

Rayna mengangguk cepat. Ia tahu keengganan yang dirasakan gadis cantik berusia 24 tahun tersebut. Bukan tanpa alasan sikap Sena yang biasanya begitu manis terlihat cukip kesal saat ini. Ada sesuatu yang berusaha Sena hindari dan itu pasti hal yang buruk.

"Apa aku benar-benar harus pergi?"

"Jika kamu hanya gadis biasa seperti dahulu, aku pasti akan mengatakan terserah padamu. Namun, saat ini kamu telah menjadi publik figur. Kamu harus menjaga nama baikmu, Sena."

Sena membuang napas kasar. Ia lalu berjalan sambil menghentak-hentakan kakinya. Ia benar-benar tidak suka, tetapi tak punya pilihan untuk menolak. Semua karena pekerjaan yang dilakoni penuh dengan kepalsuan.

Sena memasuki mobil yang sudah sejak tadi menunggu di depan rumah. Sopir yang bekerja sejak ia menjadi artis mengangguk dan tersenyum saat membukakan pintu. Ia selalu bersyukur Sena menjadinya sopir sejak setahun lalu.

Rayna yang menyebutkan alamat lengkap tempat pertemuan pada Pak Sarmin. Lelaki berusia 35 tahun tersebut langsung memacu mobil cepat keluar dari halaman apartemen. Ia selalu saja tak banyak bicara saat melakukan pekerjaannya. Begitu fokus dan hati-hati, tak mau mencelakakan majikan yang sudah membuat kehidupannya lebih baik.

"Di sini, Mbak?" tanyanya pada Rayna.

Rayna mengangguk dan merapikan kembali dandanan Sena. Setelah semuanya siap, Sena menunggu Rayna turun terlebih dahulu kemudian baru menyusul.

Baru saja dua langkah Sena berjalan, Sena sudah diserbu para pengemarnya. Ia kewalahan meloloskan diri dari kepungan kalau saja beberapa orang alumni dari SMA yang sama tak membantu menghalau.

"Sena? Sena yang artis itu?" tanya mereka tidak percaya setelah para fans berhasil dibubarkan.

Sena memaksakan diri untuk tersenyum manis dan mengangguk pelan seperti biasa. Ia melangkah memasuki kafe yang sudah disewa para alumni.

Mata Sena langsung tertumbuk pada rombongan penghuni kelasnya dahulu. Mereka tampak sangat terkejut dengan kedatangan Sena. Orang-orang yang dulunya menjadikan Sena cemoohan diam saja dan menunduk.

"Kamu datang, Sena! Ya Tuhan, aku nggak nyangka!"

Reno hanya karena pemuda itu saja Sena mau datang. Ia masih ingat dengan Reno yang tak pernah sekali pun ikut dalam aksi membully, walau juga tak pernah punya kebeRaynan melerai. Reno hanya seperti dirinya, takut jika melakukan sesuatu hal yang buruk juga terjadi padanya.

"Tentu." Senyum manis diberikan Sena dengan tulus kali ini. Wajahnya yang putih, merona cantik.

Sepasang mata memperatikan saja Sena dari kejauhan. Ia tahu jika mendekat Sena akan lari. Maka, ia hanya bisa menatap jauh-jauh seperti ini.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Aku Suka Kamu, Tapi .... Aku Suka Kamu, Tapi .... ArgaNov Anak muda
“Bisakah Sena mempercayakan hatinya kembali pada pria dari masa lalunya? Sena ada artis wanita yang sudah naik daun. Menjadi Artis bukanlah cita-citanya, tetapi dendam di masa lalu membuatnya menjadi demikian. Pada akhirnya Sena harus kembali bertemu dengan orang yang sama. Sekali lagi jatuh cinta dan bersiap untuk sakit hati. Sena hanya berharap, ia tak perlu lagi merasakan sakit yang sama. Walau bayang-bayang itu tetap masih ada.”
1

Bab 1 Orang-Orang yang Tak Ingin Ditemui

18/08/2022

2

Bab 2 Reno

19/08/2022

3

Bab 3 Prasangka

20/08/2022

4

Bab 4 Fans

21/08/2022

5

Bab 5 Bertemu Reno

22/08/2022

6

Bab 6 Asal Mula

23/08/2022

7

Bab 7 Senyummu Itu Cukup

24/08/2022

8

Bab 8 Tentang Adit

25/08/2022

9

Bab 9 Maafkan Aku

26/08/2022

10

Bab 10 Satu Kesempatan yang Diberikan Tuhan

26/08/2022

11

Bab 11 Aku Masih Menyukaimu

02/09/2022

12

Bab 12 Sahabat dan Luka di Antaranya

03/09/2022

13

Bab 13 Tersangka

04/09/2022

14

Bab 14 Saksi Mata Lain

05/09/2022

15

Bab 15 Pengakuan

06/09/2022

16

Bab 16 Sesuatu yang Terasa Lain

07/09/2022

17

Bab 17 Rencana Sena

08/09/2022

18

Bab 18 Saat Tahu Ternyata Begitu Mencintainya

09/09/2022

19

Bab 19 Bahagia

10/09/2022

20

Bab 20 Makan Malam Tidak Menyenangkan

11/09/2022

21

Bab 21 Sena, Reno, dan Mama

12/09/2022

22

Bab 22 Tak Mau Mengaku

13/09/2022

23

Bab 23 Rasa yang Berbeda

14/09/2022

24

Bab 24 Deal

15/09/2022

25

Bab 25 Pengalan Ingatan

24/09/2022

26

Bab 26 Semakin Jelas

25/09/2022

27

Bab 27 Hal Pertama yang Harus Dilakukan

26/09/2022

28

Bab 28 Berbaikan

27/09/2022

29

Bab 29 Pertemuan Empat Mata

28/09/2022

30

Bab 30 Ini Kencan, Kan

29/09/2022

31

Bab 31 Bioskop dan Hantu

30/09/2022

32

Bab 32 Menipu

01/10/2022

33

Bab 33 Tertangkap

02/10/2022

34

Bab 34 Cemburu

03/10/2022

35

Bab 35 Hilang

04/10/2022

36

Bab 36 Sesuatu di Dalam Gudang

05/10/2022

37

Bab 37 Pertengkaran yang Indah

06/10/2022

38

Bab 38 Kesalahan

07/10/2022

39

Bab 39 Tidak Bernapas

08/10/2022

40

Bab 40 Mayat Dalam Bagasi

11/10/2022