Duri Pernikahan

Duri Pernikahan

Lilacgirl

5.0
Komentar
45.4K
Penayangan
119
Bab

Sasy Mentari seorang gadis 19 tahun yang masih melanjutkan kuliahnya di salah satu universitas memutuskan untuk menikah dengan kekasihnya yang sudah dikenalnya setahun yang lalu. Satya adalah kekasih Sasy pria yang berprofesi sebagai dosen itu terlihat begitu sempurna untuknya hingga Sasy mantap menikah dengannya namun sejak hari pertama menikah sikap Satya berubah 180 derajat, seakan tak lagi mencintai Sasy dalam sekejap. Alasan apa yang membuat Satya berubah tiba tiba? dan apakah Sasy sanggup atas sikap Satya yang setiap detik seakan meremukan perasaanya?

Bab 1 Melamar

Bab 1

Seorang gadis tak dapat menutupi rasa bahagianya saat pria dihadapannya memprlihatkan benda yang berkilauan cantik dari kotak bludru yang dipegangnya.

"Sasy, kamu mau menikah denganku?"

Sasy menepuk pipinya pelan berharap ini bukan mimpi belaka, pria bernama Setya kekasih yang sudah menjalin hubungan selama setahun denganya kini benar benar melamarnya. Senyum merekah dibibir ranumnya, menggambarkan rasa bahagianya saat ini.

"Ya, aku mau menikah denganmu mas," jawab Sasy dengan lugasnya tanpa ragu. Setya memang sosok pria yang selalu diharapkan untuk menjadi pendampingnya kelak. Pria yang berpofesi sebagai dosen dikampusnya sudah membuat hati Sasy terpaut sejak pertama mereka dekat. Sosok Setya yang dewasa, tutur katanya yang lembut juga berwiba membuat Sasy yakin jika Setya adalah pria yang tepat untuknya.

"Kamu mau jadi istriku sayang?" tanya Setya tak percaya.

"Ya mas, aku mau menjadi istrimu," Sasy mengangguk yakin.

"Terima kasih ya sayang, aku akan segera menemui orang tuamu," ucapnya, seraya menyematkan cincin dijari manis kekasihnya.

"Iya mas, aku juga akan bicara dulu dengan ibu." balas Sasy. Setya pun membalasnya dengan pelukan hangat. Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan, terutama untuk Sasy

***

"Apa? kamu mau menikah?" ibu Rani tercengang tak percaya mendengar ucapan putrinya itu.

"Iya bu, aku mau menikah dengan mas Setya dia bilang dia mau melamarku," balas Sasy lagi lagi dengan wajah yang sangat yakin, ia bahkan sudah membayangkan rumah tangga indah yang akan diarunginya bersama pria yang sangat dicintainya itu.

"Tapi Sasy kamu itu masih muda masih 19 tahun, masih kuliah juga," ibu Rani tentu tak setuju dengan permintaan putrinya itu mengingat Sasy masih sangat muda dan kuliah, teerlebih selama satu tahun Sasy menjalin hubugan dengan Setya baru beberapa kali ia bertemu dengan Setya, pria itu jarang berkunjung kerumahnya dan lebih sering mengajak Sasy keluar, meskipun berulang kali Sasy mengatakan Setya itu pria yang baik dan dewasa juga seorang dosen yang mempunyai nama baik dikampusnya.

Sasy meraih punggung tangan ibunya itu."Bu, aku mencintai mas Setya. Aku yakin mas Setya akan menjadi suami yang baik untuk ku, lagi pula setelah kuliah aku masih bisa melanjutkan kuliah ku kok, aku yakin mas Setya setuju." ucapnya meyakinkan.

"Tapi Sasy, ibu rasa keputusanmu itu terlalu terburu buru lagi pula kak Renata juga belum menikah,"

Sasy menghela nafas pelan wajahnya yang tadi berseri seri kini menjadi redup, ucapan sang ibu mungkin ada benarnya, ini memang terkesan teburu buru mengingat kakaknya yang bernama Renata dan masih berkuliah di Australia belum menikah tak mungkin ia melangkahinya. Tapi jika menunggu kakaknya itu menikah entah sampai kapan kerena tak sekalipun ia mendengar sang kakak menjalin hubungan dengan seorang pria walau usianya sudah matang dan tengah menyelesaikan study S2.

"Tapi bu, kak Renata juga entah kapan menikahnya, bukanlah lebih baik aku menikah dari pada aku berpacaran dan melakukan hal yang diluar batas," ujar Sasy yang juga tak tau entah kapan Renata akan menikah sedang dirinya ingin cepat cepat bersanding dengan Setya.

"Huuss! kamu itu ngomong apa, kamu harus jaga dirimu baik baik!" seru ibu Rani mendadak takut jika putrinya itu akan melakukan hal yang diluar batas jika berpacaran terlalu lama.

"Berpacaran lama itu memang tak baik bu, jadi Sasy ingin menikah coba ibu bicarakan ini dengan kak Renata ya," Sasy tetap tak menyerah membujuk ibunya itu agar mengijinkanya menikah.

Ibu Rani mengehela nafas, memandang bola mata sang putri yang mengiba padanya."Yasudah, besok ibu coba bicarakan pada kak Reanata."

"Makasih ya bu," Sasy memeluk senang sang ibu."Aku yakin mas Setya akan menjadi suami yang baik menggantikan posisi ayah." ucapnya, kembali meyakinkan jika Setya akan bisa menjaganya kelak mengantikan sang ayah yang sudah meninggal beberapa tahun silam. Ibu Rani tersenyum tipis mengusap lembut sulur rambut sang putri yang masih memeluknya walau tetap ada sekelumit keragauan tentang keputusan Sasy yang memutuskan untuk segera menikah.

***

"Sayang, " panggil Setya melihat Sasy yang baru keluar dari kelas.

"Mas Setya,"

Setya meraih tangan Sasy, menuntunya duduk dikursi taman."Bagaimana? kamu sudah bicara pada ibu?" tanya Setya karena Sasy belum memberitahukan jawaban ibunya.

"Eemm," Sasy berfikir sejanak tak mungkin ia mengatakan jika ibunya sebenarnya kurang setuju dengan keputusanya untuk menikah."Ibu bilang ibu harus bicara dengan kakak dulu,"

"Kakak?" Setya mengerutkan keningnya.

"Iya kamu lupa aku punya kakak perempun dan dia belum menikah masih melanjutkan kuliah S2nya di Australia," ujar Sasy merasa pernah mencritakan tentang kakaknya itu pada Setya.

"Oia aku ingat," balas Setya kemudian, Sasy memang pernah menceritakan tentang kakaknya tersebut namun belum sekalipun Setya bertemu dengan sosok kakak yang kerap dibanggakan kekasihnya itu. Sasy mengatakan sang kakak memang belum sempat pulang ke Indonesia.

"Iya, ibu mau menelepon kakak dulu, dia kan belum menikah jadi aku harus meminta ijin padanya,"

"Yasudah, semoga kakak kamu mengijinkan niat baik kita ya." Setya mencium mesra punggung tangan Sasy.

Setalah mata kuliah selesai Sasy segera pulang, ia tak sabar ingin menayakan apakah sang ibu sudah menelepon Renata."Ibu.. ibu," panggil Sasy begitu memasuki rumah.

"Ya sayang, kamu sudah pulang?" sahut ibu Rani keluar dari kamarnya.

"Ibu, bagaimana? ibu sudah menelepon kak Renata?" tanyanya antusias, berharap sang kakak menyetujui rencananya untuk menikah. Ibu Rani tediam menatap bola mata Sasy yang menuntut jawaban darinya."Bu? ibu sudah menelepon? apa katanya?" desak Sasy mulai merasa pesimis.

"Kak Reanta bilang.." ibu Rani mengantung ucapnya.

"Kak Renata bilang apa bu?" Sasy semakin penasaran tak karuan.

"Kak Renata bilang, ia setuju saja iika kamu ingin menikah,"

"Benar bu, kak Renata setuju?" seru Sasy dengan mata berbinar senang menatap sang ibu. Ibu Rani mengangguk pelan."Alhamdulillah, aku senang sekali bu," Sasy memeluk ibunya , merasa sangat bahagia kerena Renata tak keberatan jika dirinya menikah lebih dulu.

Ibu Rani melepas pelukan putrinya itu."Sasy, kamu benar benar yakin jika Setya itu pria yang baik?" tanyanya, tetap merasa ragu dengan pilihan Sasy.

Sasy justru terkekeh kecil mendengar pertanyaan ibunya."Ibu itu bicara apa, mas Setya itu benar benar pria yang baik bu.. sangat baik, percaya deh sama aku." balas Sasy kembali memeluk sang ibu, meluapkan kebahagianya. Hari itu juga Sasy langsung menelepon Setya mengatakan jika ibu dan kakaknya sudah menyetujui rencana pernikahan mereka, tentu Setya meresponya dengan senang. Beberapa hari kemudian Setya pun membawa orang tuanya untuk melamar Sasy, mereka pun sepakat untuk segera menggelar pesta pernikahan beberapa bulan ke depan.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Juliana
5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Juno Lane
5.0

Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Duri Pernikahan
1

Bab 1 Melamar

22/07/2022

2

Bab 2 Perubahan yang tiba-tiba

22/07/2022

3

Bab 3 Dia lupa hari ulang tahun ku

22/07/2022

4

Bab 4 Tidak perduli lagi

22/07/2022

5

Bab 5 Aku hamil

22/07/2022

6

Bab 6 Kenapa kamu perhatian sekali pada ku

22/07/2022

7

Bab 7 Aku ingin kembali kuliah

22/07/2022

8

Bab 8 Pesan dari Lita

22/07/2022

9

Bab 9 Berhenti bicara buruk tentang suami ku

22/07/2022

10

Bab 10 Mengikuti Setya

22/07/2022

11

Bab 11 Kenapa menyalahkan ku

17/08/2022

12

Bab 12 Kenapa bersama kakak ku

18/08/2022

13

Bab 13 Pengkhianatan

18/08/2022

14

Bab 14 Kisah masa lalu

18/08/2022

15

Bab 15 Mencabik hati

18/08/2022

16

Bab 16 Terlihat begitu cemas.

18/08/2022

17

Bab 17 Aku tidak ingin melepasnya

19/08/2022

18

Bab 18 Ingin tinggal terpisah

19/08/2022

19

Bab 19 Tidak perduli lagi

20/08/2022

20

Bab 20 Kedatangan orang tua Setya

20/08/2022

21

Bab 21 Sentuh aku

20/08/2022

22

Bab 22 Pertengkaran dengan Renata

21/08/2022

23

Bab 23 Tinggalkan Setya

21/08/2022

24

Bab 24 Hamil

21/08/2022

25

Bab 25 Terpuruk

21/08/2022

26

Bab 26 Memulai hidup baru

21/08/2022

27

Bab 27 Gadis tanpa ekspresi

21/08/2022

28

Bab 28 Kamu hamil

01/09/2022

29

Bab 29 Mendapat kabar

02/09/2022

30

Bab 30 Ingin bertemu Ibu

03/09/2022

31

Bab 31 Nikahi aku !

04/09/2022

32

Bab 32 Sebuah vonis

05/09/2022

33

Bab 33 Mencari perkerjaan

06/09/2022

34

Bab 34 Kedatangan orang tua Setya

07/09/2022

35

Bab 35 Kemarahan orang tua Setya

08/09/2022

36

Bab 36 Tentang Elkan

09/09/2022

37

Bab 37 Lelucon yang tidak lucu

11/09/2022

38

Bab 38 Kesedihan Renata

12/09/2022

39

Bab 39 Keadaan yang terus melemah

13/09/2022

40

Bab 40 Pertengkaran

13/09/2022