Si Cacat & Si Sempurna

Si Cacat & Si Sempurna

april writers

5.0
Komentar
13.5K
Penayangan
99
Bab

Romance-new adult. Jonas benar-benar tersiksa karena kesalahan masa SMA yang membuatnya merenggut masa depan seorang gadis pincang bernama Agatha, dan ia tak pernah menyangka kalau mereka akan dipertemukan dalam kampus yang sama. Agatha tak pernah tahu siapa pelaku malam itu, ia bahkan berusaha melupakannya sejak lama, tapi Jonas datang seolah dia malaikat penolong yang penuh perhatian. Nyatanya, Jonas hanya ingin menebus kesalahan. Ini tentang Jonas, mahasiswa tampan anak Mapala. Juga tentang Agatha, gadis pincang bertongkat yang punya masa lalu kelam. Tentang Maple yang penuh warna, juga jingga dan segala hal yang suatu hari bisa redup tanpa diminta.

Bab 1 -PROLOG-

Ia akan jadi kisah kelam, kisah yang panjang dan kisah tak berkesudahan.

•••

"Lepasin saya! Kamu siapa!" Gadis dengan mata yang ditutup kain hitam tersebut terus meronta agar dilepaskan, ia terbaring di ranjang berseprai putih dengan tangan terikat. Kedua kakinya bebas, hanya saja kaki kirinya memang tak bisa digerakan akibat kecelakaan masa lampau.

Laki-laki yang merangkak di atasnya terkekeh mirip orang gila, ia setengah sadar setelah meneguk beberapa botol vodka yang membuatnya kian ngefly. Dua teman sialannya sengaja menantang Jonas untuk meminum alkohol itu karena kalah taruhan, dan sekarang Jonas berakhir di sebuah kamar kontrakan yang entah milik siapa-juga dipertemukan dengan gadis pincang yang menjadi korban apes malam ini.

Jonas juga tak tahu siapa gadis di bawahnya-yang penting bisa memenuhi kebutuhan seks setelah salah satu teman Jonas sengaja mencampur obat perangsang pada salah satu gelas berisi vodka yang diminum Jonas, alhasil remaja enam belas tahun itu kini mulai merasakan panas menjalar ke sekujur tubuhnya, ia mulai menegang di segala tempat.

"Tolong lepasin saya, jangan lakukan hal jahat ke saya." Gadis itu terus meronta di bawah tekanan napsu buas yang kini menguasai Jonas.

Jonas tetap tak menyahut, mata sayunya seakan menelanjangi gadis itu, ia menenggelamkan kepalanya di ceruk leher seraya mengendus aroma body mist yang begitu memabukan. Jonas kembali terkekeh, ia berdiri dengan lutut dan menarik hoodie yang dipakainya melewati leher hingga terlepas, Jonas membuang asal benda itu ke selasar, kaus polo yang membalut tubuhnya juga ia loloskan. Jonas kembali membungkuk, ia mulai menciumnya dengan lembut penuh perasaan, ia mengaitkan lidahnya lebih dalam dan gadis itu tak bisa berbuat apa-apa selain menggerakan tubuhnya tanda penolakan, tangan yang diikat itu Jonas tahan di atas kepala si gadis.

Tangan kanan Jonas mulai melepaskan satu persatu kancing yang melindungi tubuh di bawahnya, jika saja tangan gadis itu tak terikat pasti ia masih bisa menahan. Kesalahan apa yang membuatnya berada dalam situasi mengerikan itu sekarang.

"Manis," bisik Jonas setelah melepas ciuman itu sesaat, aroma alkohol begitu menguar dari udara yang keluar melalui bibir Jonas. Ia kembali menyesap bibir merah muda di bawahnya selembut tadi. Tangannya mulai turun menyingkap rok hitam yang menutupi bagian paling menyenangkan itu. "Lo mau 'kan sama gue?" Suara parau Jonas terdengar mengerikan di indra pendengaran gadis itu, ingin sekali ia berteriak, nyatanya bibir Jonas lagi-lagi membungkamnya tanpa memberi celah untuk bicara.

Remaja itu menelusupkan satu tangannya ke celana dalam si gadis dan melakukan sesuatu di sana seraya menggerakan jemarinya dengan ritme pelan hingga pancingan itu membuat jemarinya basah. Batin gadis itu menolak, tapi tubuhnya justru meminta lebih.

"Lo yakin nggak mau, huh? Ini badan lo mau, gimana dong?" bisik Jonas begitu sensual, ia mulai memainkan cuping telinga si korban dengan lidahnya, membuat sensasi panas menjalar ke sekujur tubuh gadis itu.

"Tolong jangan jahat sama saya ... lepasin saya sekarang ...."

"Kita belum selesai, Sayang."

"Kamu siapa!"

"Jonas."

"Tolong lepasin saya!"

"No choice, Baby."

Jonas tak pernah menyentuh seorang gadis, baru sekarang ia nekat karena pengaruh obat sialan itu. Jonas mengendus aroma leher si korban dalam-dalam, segera ia menyesap tiap jengkal leher gadis itu hingga menciptakan kissmark di mana-mana.

"Ah ... tolong jangan lanjutin, saya-" Bibirnya lebih dulu disesap lembut, apa pun yang terjadi sangatlah kontradiksi dengan pikirannya, kenapa tubuhnya berkhianat dan tak sinkron dengan pikiran.

Jonas menarik celana dalam gadis itu hingga terlepas dan ia juga menurunkan resleting celanannya-mengeluarkan apa yang seharusnya ia tekankan sejak tadi.

Jonas membuka lebar-lebar selangkangan si korban dan menekan miliknya perlahan hingga gadis pincang itu hampir saja berteriak jika saja bibir Jonas tak membungkamnya. Tarian erotis di ranjang mulai bergerak dengan ritme pelan, ia merobek selaput tipis gadis itu dan menjalarkan rasa sakit dari ujung kaki hingga ubun-ubun, hati yang tak terlihat bahkan lebih sakit saat tahu keperawannya sudah diambil laki-laki asing yang tak ia tahu wajahnya.

Lama-lama gerakan Jonas kian cepat, dan rasa sakit kini bercampur sensasi yang berbeda. Jonas tak peduli jika air mata gadis itu sudah membasahi kain hitam yang menutup matanya.

Semuanya terus berlanjut hingga malam mengerikan itu berakhir.

•••

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh april writers

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku