DIKIRA MISKIN
5.0
Komentar
16K
Penayangan
75
Bab

Yudi dan Antika adalah sepasang suami istri yang selalu dihina oleh para kakak iparnya karena dianggap hidup susah. Namun, siapa sangka, ternyata mereka berdua sudah sukses di kota. Saat para kakak ipar tahu jika Yudi dan Antika sudah kaya, mereka berlomba-lomba untuk mendekatinya. Bagaimana kisah selanjutnya?

DIKIRA MISKIN Bab 1 Satu

"Dik, aku baru saja dapat kabar kalau ibu sakit dan ibu meminta agar kita mau tinggal bersamanya, mau, kan?" kata Mas Yudi usai sarapan.

"Kenapa harus kita, kan, ada Mbak Ranti dan juga Mbak Wiwid?" tanyaku mengerutkan dahi.

Kuhentikan aktifitas yang sedang memotong wortel untuk membuat sup.

"Ibu maunya aku yang mengurusnya karena aku anak lelaki satu-satunya, mau, ya tinggal di kampung ibu? Soalnya rumah itu milikku, milik kamu juga." Mas Yudi mengusap bahuku.

"Iya, Mas, aku manut saja, kemana pun kamu pergi, aku ikut," ucapku yang membuat Mas Yudi tersenyum lega.

"Terima kasih, ya, Dek, kamu memang istri yang baik,"

"Tapi, bagaimana dengan restoran kita kalau kita tinggal di kampung, nggak mungkin kita akan bolak-balik ke sini, secara dari kampung ke sini, kan lumayan jauh," ucapku.

"Kalau masalah itu nggak usah khawatir, ada Alvin yang akan menghandle semuanya, mungkin aku akan ke sini berapa hari sekali," jawab Mas Yudi.

Jadilah sesuai kesepakatan, kami pindah ke kampung halaman Mas Yudi, sebuah kampung yang terletak di pegunungan.

_________________

"Beli ikan sama nuget ayam ya, Pak!" kataku pada tukang sayur yang tengah berhenti di depan rumah.

"Baik, Bu," jawabnya seraya memasukkan barang yang kubeli.

Pedagang sayur itu begitu cekatan melayani pembeli meski usianya sudah tidak muda lagi.

"Maaf, Pak, apa boleh kalau saya beli nagetnya setengah saja, soalnya kalau semuanya kebanyakan, yang suka cuma anak saya," pintaku pada tukang sayur itu.

"Maaf, Bu, nggak bisa, nanti yang setengahnya nggak laku. Kalau memang nggak habis kan nanti bisa disimpan di dalam freezer biar bisa buat besok," kata sang tukang sayur menolak.

Ibu-ibu yang sedang berbelanja kini berbisik-bisik satu sama lain.

"Masalahnya Bu Antika ini tidak punya kulkas, jadi, tidak bisa nyetok makanan," ujar seseibu sinis.

"Kalau di rumah nggak punya kulkas, kan bisa nitip ke tempat Bu Wiwid, dia kan Kakaknya," timpal salah seorang ibu yang memakai baju berwarna merah.

"Eh, ya nggak bisa gitu, enak saja nitip-nitip segala, emang rumah saya ini tempat penitipan barang apa?" jawab Mbak Wiwid-- kakak iparku.

Ia memandangku dengan tatapan tajam dan melotot seolah bola mata berwarna hitam itu hendak lompat dari tempatnya.

"Nggak usah, saya nggak akan nitip kok," ujarku tersenyum.

"Makanya besok beli sendiri, Mbak, percuma merantau lama di kota pulang nggak bawa apa-apa," timpal yang lain.

Ya Allah, hanya gara-gara aku tidak punya kulkas , mereka lantas mengira kalau aku belum sukses di kota.

Entah kenapa Mas Yudi tidak pernah menceritakan pada Kakak-kakaknya kalau kini kami punya restoran yang sudah maju pesat, bahkan sudah membuka cabang di beberapa tempat.

Seminggu yang lalu kami memang hanya membawa perabotan yang sedikit saat datang, kulkas sengaja kami tinggal karena kami pikir tinggal di pegunungan tidak terlalu butuh lemari pendingin. Mau makan sayur tinggal petik, lauk setiap hari ada yang jual, lagi pula, bahan makanan tetap enak kalau fresh alias langsung di masak bukan yang disimpan dalam kulkas. Menurutku, kulkas hanya diperuntukkan bagi orang yang biasa belanja bulanan atau mingguan jadi bisa buat nyetok makanan. Lagipula cuaca dingin membuat tidak enak kalau minum air dingin, enaknya minuman hangat. Aku juga kemarin melihat kulkas milik Mbak Wiwid yang kosong melompong tidak ada isinya, hanya ada tiga butir telur dan dua buah sosis.

"Makanya besok beli kulkas, biar bisa menyimpan makanan beku kaya gini?" Mbak Wiwid menunjuk naget yang akhirnya kubeli semua.

"Iya, Mbak,"

"Besok, suruh Yudi cari kerja biar nggak melamun aja di rumah," kata Mbak Wiwid usai belanja di tukang sayur dan kami beriringan pulang. Rumahnya hanya selisih tiga rumah dari rumah ibu mertua.

"Iya, Mbak," jawabku tersenyum.

Saudara Mas Yudi tidak pernah tahu kalau sebenarnya kami sudah sukses di kota. Sejak dulu mereka memang selalu menghina kami karena hanya Mas Yudi yang tidak bekerja menjadi pegawai. Ya, Mbak Wiwid punya suami yang bekerja sebagai pegawai administrasi di kantor kecamatan, sedangkan suami Mbak Ranti bekerja sebagai guru negeri di sebuah Sekolah Menengah Pertama.

Dua bulan setelah menikah, kami memutuskan untuk merantau di kota karena di sini kami selalu dihina dan disudutkan karena Mas Yudi tidak bekerja dengan seragam rapi seperti mereka. Kami hanya pulang saat lebaran, itu pun tidak pernah lama karena restoran yang kami rintis berkembang pesat.

Air mata ini kembali menetes jika teringat perlakuan buruk saudara Mas Yudi dahulu. Mereka selalu membanggakan para suami mereka yang bekerja dengan pakaian rapi, tidak seperti Mas Yudi yang harus bekerja menjadi tukang bakso keliling. Namun, alhamdulillah setelah bertahun-tahun, kini roda kehidupan sudah berputar, kami sudah sukses, meski tidak menjadi pegawai negeri.

_____________

Telingaku mendengar suara ribut-ribut di luar, sepertinya dari rumah Mbak Wiwid. Suara itu semakin keras sehingga memaksaku untuk keluar melihat apa yang sedang terjadi.

"Ada apa ini, Mbak?" Sebuah pertanyaan kulontarkan saat sudah sampai di depan rumah Mbak Wiwid.

"Mereka ini rentenir yang mau menagih utang," jawab Mbak Wiwid menunduk.

Wajah Mbak Wiwid yang biasanya garang, kini berubah seperti kerupuk yang disiram air. Melempem, bahkan ia tidak sanggup mengangkat wajahnya.

"Memangnya Mbak Wiwid punya hutang buat apa? Bukankah gaji Mas Ajun sangat besar?" tanyaku lagi.

"Aku punya hutang untuk membeli kulkas dan mesin cuci, Tik, tolong pinjami aku uang untuk membayar hutang pada rentenir itu, kalau tidak, kulkas, mesin cuci serta barang berharga yang lain akan disita oleh rentenir itu," ucap Mbak Wiwid dengan bibir bergetar.

"Nggak salah Mbak Wiwid minta pinjaman ke aku, bukankah Mbak selalu bilang kalau aku ini hanya ibu rumah tangga biasa yang punya suami pengangguran? Yang bahkan untuk makan saja susah," kataku merendah. Mas Yudi selalu bilang untuk tidak menceritakan pada siapapun tentang kesuksesan kami di kota termasuk pada kakak-kakaknya sendiri.

"Ayolah, Tik, bantu Mbak, siapa tahu kamu punya simpanan." Mbak Wiwid yang biasanya ketus saat berbicara denganku mendadak lembut kali ini.

Sikap seseorang bisa berubah dalam sekejap karena uang, biasanya kakak iparku ini selalu ketus jika berbicara denganku, bahkan terkadang tidak mau menyapa atau menjawab jika yang lebih dulu menyapanya.

Itulah manusia, jika kita tidak punya uang, maka semua orang seolah pergi menjauh, tetapi jika kita punya uang sedikit saja, mereka akan datang tanpa diminta. Uang ibarat gula dan manusia adalah semut, ada gula ada semut.

"Memangnya utang Mbak berapa?" Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulutku.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Siti Aisyah

Selebihnya

Buku serupa

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
DIKIRA MISKIN DIKIRA MISKIN Siti Aisyah Lainnya
“Yudi dan Antika adalah sepasang suami istri yang selalu dihina oleh para kakak iparnya karena dianggap hidup susah. Namun, siapa sangka, ternyata mereka berdua sudah sukses di kota. Saat para kakak ipar tahu jika Yudi dan Antika sudah kaya, mereka berlomba-lomba untuk mendekatinya. Bagaimana kisah selanjutnya?”
1

Bab 1 Satu

12/05/2022

2

Bab 2 Dua

12/05/2022

3

Bab 3 Tiga

12/05/2022

4

Bab 4 Empat

12/05/2022

5

Bab 5 Lima

12/05/2022

6

Bab 6 Enam

12/05/2022

7

Bab 7 Tujuh

12/05/2022

8

Bab 8 Delapan

12/05/2022

9

Bab 9 Sembilan

12/05/2022

10

Bab 10 Sepuluh

12/05/2022

11

Bab 11 Sebelas

14/05/2022

12

Bab 12 Dua belas

19/05/2022

13

Bab 13 Tiga belas

19/05/2022

14

Bab 14 Empat belas

19/05/2022

15

Bab 15 Lima belas

20/05/2022

16

Bab 16 Enam belas

20/05/2022

17

Bab 17 Tujuh belas

20/05/2022

18

Bab 18 Delapan belas

22/05/2022

19

Bab 19 Sembilan belas

22/05/2022

20

Bab 20 Dua puluh

23/05/2022

21

Bab 21 Dua puluh satu

14/06/2022

22

Bab 22 Dua puluh dua

14/06/2022

23

Bab 23 Dua puluh tiga

14/06/2022

24

Bab 24 Dua puluh empat

14/06/2022

25

Bab 25 Dua puluh lima.

14/06/2022

26

Bab 26 Dua puluh enam

16/06/2022

27

Bab 27 Dua puluh tujuh

16/06/2022

28

Bab 28 Dua puluh delapan

16/06/2022

29

Bab 29 Dua puluh sembilan

16/06/2022

30

Bab 30 Tiga puluh

16/06/2022

31

Bab 31 Tiga puluh satu

20/06/2022

32

Bab 32 Tiga puluh dua

20/06/2022

33

Bab 33 Tiga puluh tiga

20/06/2022

34

Bab 34 Tiga puluh empat

20/06/2022

35

Bab 35 Tiga puluh lima

20/06/2022

36

Bab 36 Tiga puluh enam

20/06/2022

37

Bab 37 Tiga puluh tujuh

20/06/2022

38

Bab 38 Tiga puluh delapan

20/06/2022

39

Bab 39 Tiga puluh sembilan

20/06/2022

40

Bab 40 Empat puluh

20/06/2022