PANTHER & DEA

PANTHER & DEA

aileenblack

5.0
Komentar
1.6K
Penayangan
30
Bab

Panther adalah seorang pembunuh bayaran. Dia memakai nama samaran itu di setiap aksinya. Dia membunuh pertama kalinya saat berusia sembilan tahun, merasakan kenikmatan melakukannya. Termasuk membunuh ayah dan ibunya sendiri. Satu-satunya yang mengenali sosok dan identitasnya yang asli adalah Sophie, kekasih sekaligus informannya di setiap misi yang dilakukannya. Setelah puluhan tahun menjalani perannya, Panther mulai jenuh dengan semua hal-hal di sekitarnya. Dia mulai merindukan kehidupan normal dan kebaikan. Saat dirinya memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya dengan membawa sejumlah uang bayarannya selama ini, seseorang mencuri hartanya. Rekeningnya di hack dan semua uangnya hilang. Menurut Sophie, mafia bernama Edward Elmund lah yang menghisap semua uang di rekeningnya. Panther menculik dan menyandera anak mafia itu, Natalia untuk meminta uang tebusan enam juta dollar dan berencana pensiun secepatnya. Tapi ternyata, Edward tidak mau menebusnya. Di tengah kebingungannya, Sophie, wanita yang sangat di cintainya malah mengkhianatinya. Sophie tidak terima Panther mundur sebagai pembunuh bayaran, dia ingin memiliki semua uang Panther. Saat dia merasa dunia tidak berpihak padanya, muncul Dea , informan lamanya secara misterius. Membantunya melewati banyak hal dalam perjuangannya untuk menghirup kebebasan. Namun, layakkah dirinya untuk hal itu?

PANTHER & DEA Bab 1 PERAMPOKAN

Di dalam salah satu gerbong kereta api, terlihat para penumpang duduk berjejer memenuhi kedua sisi tempat duduk. Dua orang wanita terlihat sedang berbicara sambil memamerkan cincin dan gelang indah mereka. Beberapa pria dan wanita tampak berpakaian kerja yang rapi. Seorang pria kaya mendengus sombong sambil memperlihatkan rantai emas tebal yang menggantung di lehernya dan beberapa penumpang lainnya terlihat sibuk dengan telepon genggam atau sekedar diam sambil mengantuk.

Dua orang pria dari tempat duduk yang berseberangan terlihat saling bertatapan sejenak. Mata mereka menyorotkan sebuah arti. Tak lama, terlihat seorang dari mereka memberi isyarat dengan menganggukkan kepala. Secara bersamaan, keduanya langsung berdiri. Seseorang bergerak menghadap ke arah kanan dan lainnya menghadap ke arah kiri. Tangan mereka mengeluarkan senjata api berwarna hitam yang segera ditodongkan pada semua orang di kedua sisi gerbong kereta api.

"Jangan bergerak," teriak seorang di antara mereka. "Serahkan semua dompet, telepon genggam dan barang berharga kalian."

Para penumpang dalam gerbong terkejut mendengar teriakan itu dan kemudian melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan penasaran. Setelah menatap senjata api yang digenggam oleh kedua pria itu, desah nafas tertahan para penumpang segera terdengar dari seluruh penjuru dalam gerbong kereta. Raut wajah ketakutan dan tidak percaya menghiasi wajah-wajah para penumpang.

Kedua perampok terlihat menurunkan tas ransel mereka masing-masing, membukanya dan mengarahkan mulut tas yang terbuka ke satu per satu penumpang. Di hadapan senjata api, beberapa penumpang yang ketakutan terlihat buru-buru mengeluarkan dompet mereka dan melemparkannya ke dalam tas ransel perampok. Wajah pria yang memakai gelang emas segera berubah menjadi pucat.

"Telepon genggam, jam tangan, dompet dan juga cincin," teriak seorang perampok sambil menggerak-gerakkan ujung senjata apinya pada seorang penumpang di depannya. Tanpa daya semua benda-benda itu segera berpindah tangan.

Seorang penumpang muda dengan rambut dicat berwarna merah dan bergaris kuning, terlihat marah dan menolak untuk memberikan apa pun juga pada perampok itu. "Aku tidak memiliki apa pun. Tembak saja aku kalau kamu berani," tantang pemuda itu. "Aku bertaruh, senjata apimu itu palsu. Ayo semuanya ikut melawan. Jangan takut."

Perampok itu tersenyum mengejek. Tanpa ragu, ia mengarahkan senjata apinya pada paha pemuda itu dan menembaknya. Senjata api tersebut terdengar berbunyi sayup saat pelurunya muntah melalui sebuah lubang peredam suara yang terpasang pada ujung senjata api. Raut wajah pemuda yang marah segera berubah terkejut dan berikutnya berubah menjadi wajah yang meringis kesakitan. Teriakan dan rintihan keluar dari mulutnya, terdengar penuh penderitaan. Ia menekuk tubuhnya dan kedua tangannya menggenggam pahanya yang kini sudah berlubang dan mengalirkan darah segar.

"Kamu yang memintanya kawan. Jangan salahkan aku," kata perampok berwajah bengis itu dengan enteng dan tersenyum mengejek.

Sebelah tangan perampok itu bergerak kembali untuk memukul pemuda yang kesakitan itu tepat di kepalanya dengan menggunakan gagang senjata api. "Hayo siapa lagi yang mau bertindak sebagai jagoan?" kata perampok itu terlihat senang.

Seketika semua penumpang menjadi ketakutan dan buru-buru mengeluarkan dompet mereka bahkan sebelum tas perampok itu mendekati mereka. Saat yang lainnya sibuk mengeluarkan harta mereka, seorang pria yang memakai jaket kulit berwarna hitam, masih terlihat duduk dengan santai sambil mengeluarkan dua buah sarung tangan kulit berwarna hitam dan memakainya dengan tenang. Pria itu memakai sebuah topi polos berwarna biru yang menyembunyikan sebagian wajahnya.

"Serahkan dompetmu," sahut seorang perampok yang sudah tiba di depan pria itu, sambil mengacungkan senjata apinya pada wajah yang tertutup topi.

Kepala pria itu bergerak sedikit dan matanya menatap tajam pada perampok tersebut. Di dalam bola matanya tidak terlihat sepercik pun ketakutan. Mendadak, kedua tangannya bergerak sangat cepat menangkap senjata api perampok di depannya. Dalam satu gerakan tangan yang cepat, arah senjata api tersebut sudah berbalik pada perampok tersebut. Dengan sedikit dorongan dari lengannya ke depan, moncong senjata api langsung melekat pada bahu perampok tersebut. Wajah perampok tersebut terlihat terkejut dan terpana sesaat karena kecepatan dari gerakan yang terjadi. Tangannya sendiri masih memegang senjata api, meski ikut digenggam oleh tangan pria itu juga.

"Syutt...Syutt....Syuttt..."

Senjata api itu mengeluarkan suara tembakan halus tiga kali dan punggung belakang perampok itu bergetar ke belakang beberapa kali terkena hentakan peluru. Hanya terdengar suara desahan tertahan dari mulut pria itu dan matanya yang menatap tidak percaya. Tubuhnya kemudian terjatuh di atas lantai kereta api masih dengan sebelah tangannya tergenggam oleh pria bertopi biru. Pria itu segera berdiri dari tempat duduknya dan menarik senjata api dari tangan perampok.

"Hei, perampok," panggilnya pada perampok lain di sudut gerbong yang masih mengumpulkan bagiannya. Perampok yang dipanggil segera berbalik. Ia melihat seorang pria yang berdiri dengan senjata api mengarah padanya dan temannya yang terjatuh di lorong kereta api.

Detik berikutnya, ia segera mengangkat senjata api di tangannya dengan cepat. Namun, sebuah sengatan peluru panas segera menyengat jari tangannya dan membuatnya berteriak kesakitan. Senjata api ditangannya terlempar jatuh dari genggamannya dan mendarat di atas lantai kereta api. Tidak berhenti sampai di sana, sebuah tembakan mengenai senjata api itu dan membuatnya meluncur berputar ke sudut gerbong kereta api, memasuki bagian bawah kursi penumpang.

Perampok tersebut berteriak kesakitan. Ia menatap pada tangannya yang sudah berlumuran darah dan jari tengahnya sudah terkoyak hingga terlihat tulang putihnya. Jari telunjuknya kini tergantung pada sedikit daging yang tersisa. Sebuah rasa panas mendadak menyengat pahanya. Membuatnya terjatuh sambil berteriak kesakitan.

Semua penumpang di sana hanya dapat terdiam melihat hal yang berlangsung begitu cepat. Pria bertopi biru berjalan tiga langkah dan menghadap pada seorang penumpang, pria berumur lima puluhan. Ia mengacungkan senjata api pada dahi penumpang itu.

"Keluarkan senjata apimu dengan dua jari."

"Aku... aku tidak mengerti..." kata pria tua itu terlihat ketakutan.

Pria bertopi biru menatapnya dan mengarahkan senjata api pada paha pria itu lalu menembaknya.

"Baiklah, baiklah!!!" teriak pria itu mengeluarkan sebuah senjata api yang terselip di belakang punggungnya sambil meringis kesakitan.

Ia segera menyambut senjata api tersebut dan membuangnya sejauh mungkin ke ujung gerbong kereta api.

"Pegang lututmu," perintahnya.

Tanpa daya, pria setengah baya itu menurutinya.

Pria itu segera melayangkan tangannya yang memegang bagian bawah senjata api pada siku pria setengah baya dari arah berlawanan. Teriakan keras dari pria itu segera terdengar menyayat hati. Para penumpang wanita menutup mata ketakutan. Lengan pria tersebut dalam sekejap sudah menggantung, mengarah ke arah yang tidak semestinya. Tampak bagian sikunya telah patah atau terlepas dari sendi siku.

Jari-jari tangan pria bertopi biru segera menyentuh senjata api ditangannya dan dengan gerakan cepat, bagian-bagian senjata api tersebut berlepasan satu per satu dan jatuh berserakan ke atas lantai kereta api.

Selesai membuat senjata api itu menjadi rangkaian-rangkaian kecil, ia bergerak ke dekat pintu keluar kereta api. Melipat tangannya dan bersandar dengan tenang sambil melihat pemandangan di luar kereta api yang sedang bergerak. Para penumpang masih terdiam, hanya menyisakan suara erangan kesakitan dari ketiga perampok itu dan seorang pemuda berambut merah yang melawan tadi.

Mendadak, terdengar sebuah lagu My Heart Will Go On yang di bawakan Celine Dion dari dalam tas ransel perampok yang terjatuh di atas lantai kereta. Pemuda bertopi biru melihat sekeliling dan menatap pada seorang pria berbadan besar dengan wajah brewokan dan tubuh bertato yang terlihat mencoba menghindari tatapannya.

"Kupikir, itu bunyi telepon genggammu," sahut pria itu ringan. "Sebaiknya kamu mengangkatnya."

"Iya, iya..." jawab pria berbadan besar yang segera membungkuk dan berjalan ke arah tas ransel.

Ia buru-buru merogoh ke dalam tas tansel dan mengeluarkan sebuah telepon genggamnya yang sedang berbunyi. Pria itu kembali melayangkan pandangannya keluar dari kaca jendela pintu kereta api, terlihat tidak peduli. Para penumpang terlihat bergerak perlahan-lahan setengah ketakutan sambil mengoper tas ransel perampok itu di antara mereka dan mengeluarkan kembali dompet serta harta benda mereka.

Tepat saat kereta api berhenti dan pintu keluarnya terbuka, pria itu telah lenyap.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh aileenblack

Selebihnya

Buku serupa

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
PANTHER & DEA PANTHER & DEA aileenblack Modern
“Panther adalah seorang pembunuh bayaran. Dia memakai nama samaran itu di setiap aksinya. Dia membunuh pertama kalinya saat berusia sembilan tahun, merasakan kenikmatan melakukannya. Termasuk membunuh ayah dan ibunya sendiri. Satu-satunya yang mengenali sosok dan identitasnya yang asli adalah Sophie, kekasih sekaligus informannya di setiap misi yang dilakukannya. Setelah puluhan tahun menjalani perannya, Panther mulai jenuh dengan semua hal-hal di sekitarnya. Dia mulai merindukan kehidupan normal dan kebaikan. Saat dirinya memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya dengan membawa sejumlah uang bayarannya selama ini, seseorang mencuri hartanya. Rekeningnya di hack dan semua uangnya hilang. Menurut Sophie, mafia bernama Edward Elmund lah yang menghisap semua uang di rekeningnya. Panther menculik dan menyandera anak mafia itu, Natalia untuk meminta uang tebusan enam juta dollar dan berencana pensiun secepatnya. Tapi ternyata, Edward tidak mau menebusnya. Di tengah kebingungannya, Sophie, wanita yang sangat di cintainya malah mengkhianatinya. Sophie tidak terima Panther mundur sebagai pembunuh bayaran, dia ingin memiliki semua uang Panther. Saat dia merasa dunia tidak berpihak padanya, muncul Dea , informan lamanya secara misterius. Membantunya melewati banyak hal dalam perjuangannya untuk menghirup kebebasan. Namun, layakkah dirinya untuk hal itu?”
1

Bab 1 PERAMPOKAN

11/09/2023

2

Bab 2 PANTHER

11/09/2023

3

Bab 3 JEBAKAN

11/09/2023

4

Bab 4 NATALIA

11/09/2023

5

Bab 5 TOKO BUKU

11/09/2023

6

Bab 6 KENCAN BERBAHAYA

11/09/2023

7

Bab 7 JEBAKAN

11/09/2023

8

Bab 8 PENCULIKAN

11/09/2023

9

Bab 9 KEMATIAN NATALIA

11/09/2023

10

Bab 10 PENGEPUNGAN

11/09/2023

11

Bab 11 PEMBUNUHAN PERTAMA

19/09/2023

12

Bab 12 PURA-PURA MATI

19/09/2023

13

Bab 13 SOPHIE

20/09/2023

14

Bab 14 DEA

20/09/2023

15

Bab 15 LILA KUMA

21/09/2023

16

Bab 16 DI TIPU

21/09/2023

17

Bab 17 PENYELAMATAN

22/09/2023

18

Bab 18 TIPUAN CERDAS

22/09/2023

19

Bab 19 KAU MATI, AKU MATI

23/09/2023

20

Bab 20 SELAMAT

23/09/2023

21

Bab 21 BALAS DENDAM

24/09/2023

22

Bab 22 PERTARUNGAN DI MULAI

24/09/2023

23

Bab 23 JATUHNYA BETTER WORLD

25/09/2023

24

Bab 24 RENCANA YANG MATANG

25/09/2023

25

Bab 25 IDENTITAS DEA SESUNGGUHNYA

26/09/2023

26

Bab 26 SEBUAH HADIAH

26/09/2023

27

Bab 27 JALAN BUNTU

27/09/2023

28

Bab 28 DI BUNUH ATAU MEMBUNUH

27/09/2023

29

Bab 29 KEBAIKAN HATI

28/09/2023

30

Bab 30 BUAH KEBAIKAN

28/09/2023