Mendadak Dinikahi CEO

Mendadak Dinikahi CEO

Chaachees

5.0
Komentar
1.7K
Penayangan
20
Bab

Chayana yang berniat ke pesta pernikahan Ray--seorang CEO di tempatnya bekerja, untuk memergoki kekasihnya yang berselingkuh, malah ditarik paksa oleh pengantin pria itu ke altar pernikahan. Pikiran Chayana seketika blank, hatinya hancur saat ia melihat Damian--kekasihnya tampak mesra dengan wanita hamil di sana. Chayana pasrah saja saat Ray selesai mengucapkan ijab kabul. Dunianya berubah dalam sekejap. Chayana bahkan tak mengenal Chayana dan pria itu kini menjadi suaminya. Pria yang tidak Chayana harapkan untuk memberikan cinta padanya. Namun, satu hal yang tidak Chayana ketahui di balik sosok Ray adalah pria itu amat gila. Tidak. Benar-benar gila!

Mendadak Dinikahi CEO Bab 1 Undangan

Awalnya, kehidupan sehari-hari Chayana berjalan dengan baik seperti biasanya. Namun, sejak kehadiran Ray di kampus, membuat wanita itu benar-benar muak.

Kemana pun ia pergi, telinganya selalu mendengar nama pria itu. Pelajar pindahan yang merenggut hati semua wanita di kampus. Chayana tak tertarik dengan hal semacam itu. Semuanya bermula sejak si playboy itu melakukan hal tak senonoh di kamar sebelahnya.

Setiap malam, Chayana tak bisa tidur karena suara Cantika sang permaisuri kampus selalu mengganggu telinganya. Suaranya yang tengah beradu dengan pria yang ia panggil Ray.

Selama seminggu, Chayana menahan semuanya. Titik kesabarannya serasa sudah berada di puncak teratas. Wanita itu akhirnya memilih menemui Ray dan mengajaknya mengobrol empat mata saja.

"Ngapain lo ajak gue ke sini? Mau bilang suka sama gue?"

Chayana memejamkan matanya sejenak mendengar perkataan Ray yang amat percaya diri. Tangannya gatal ingin memukul pria itu tetapi ia tahan.

"Bisa ngak lo jangan ke kamarnya Cantika? Risih gue dengar suara kalian."

"Kalau gue ngak mau, lo mau apa?" Ray berjalan lebih dekat dengan Chayana.

Biasanya perempuan yang ia dekati akan mundur dengan malu-malu dengan tatapan kagumnya. Namun, Chayana berbeda. Wanita itu bahkan tak bergeming. Kepalanya mendongak. Matanya tepat menatap Ray dengan tatapan kesal, marah serta jijik.

"Gue enggak ada pilihan berarti, selain laporin tindakan lo itu!" Jari wanita itu mendorong pelan dada Ray. Ia kemudian pergi dari sana meninggalkannya.

Ray berbalik menatap kepergian Chayana. Ia cukup tertarik pada wanita yang sama sekali tak menyukainya itu.

***

Laporan yang diberikan Chayana benar-benar berdampak buruk pada Ray dan Cantika. Walaupun sudah melakukan pembelaan bahwa ia tak pernah sekali pun ke kamar asrama wanita itu, Ray tetap saja harus dikembalikan ke kampusnya.

Ini karena seseorang melihatnya keluar pada malam hari. Ditambah dengan rekaman suara Cantika yang terus berteriak tak senonoh sembari memanggil namanya. Seakan mendukung itu, CCTV pun menampilkan seorang pria yang mengenakan jaket miliknya tengah memasuki kamar Cantika.

Ray sangat kesal. Pasti ada orang yang mencoba menjebaknya. Setelah dikeluarkan dari kampus itu, Ray mencari informasi tentang fitnah yang didapatkannya. Semuanya mengarah pada Chayana sebagai pelaku utamanya.

Wanita itu sengaja menjebak Ray agar bisa disingkirkan dari kampus. Chayana tak akan pernah tahu bahwa ia telah mengusik orang yang salah.

***

"Chayana! Woy!"

"Chayana?!"

"Iya, Maemun! Apaan, sih, teriak mulu!"

Chayana mendelik kesal menatap Mauren. Jika undang-undang memperbolehkan seseorang untuk mencekik, wanita itu pasti sudah mencekik.

"Lo tuh, yah! Kalau enggak ditegur pas melamun, ntar lo kesambet dedemit. Gue kan enggak sombong dan rajin menabung, makanya sadarin lo yang Astagfirullah!" Mauren melayangkan pukulan dengan menggunakan dokumen di tangannya ke kepala Chayana.

Wanita itu berusaha menghindari pukulannya. Namun, pada dasarnya tangan mungil Mauren yang gesit, Chayana terpaksa menerima pukulan itu.

Dering telepon yang berasal dari smartphone di atas meja kubikel milik Chayana terdengar nyaring. Wanita itu refleks melotot dan berdiri.

"Diii, bisa enggak sih, lo enggak usah melotot gitu?"

"Emang kenapa?" Chayana menatap Mauren.

"Lo kayak hantu Momo, sumpeek!"

Chayana yang tadinya melotot, kini menyipitkan mata. Ia kembali tersadar dengan panggilan telepon itu. "Gue balas lo nanti. Pulang lewat mana lo?" Ujung jari telunjuk dan jari tengah wanita itu menunjuk ke arah matanya kemudian beralih ke mata Mauren seakan memperlihatkan bahwa ia akan mengawasi Mauren.

Mauren hanya menatapnya jijik. Mimpi apa gue bisa akrab ama nih, orang?

"Ha--halo, Sayang? Gimana? Kamu bisa temenin aku ke pestanya, enggak?"

Tingkah laku Chayana berubah 180 derajat saat menjawab telepon. Mauren mangap-mangap tak percaya. Ia lalu memasang wajah terjeleknya sembari mengikuti ucapan Chayana.

"Maaf, Sayang. Aku ada kerjaan di jam segitu."

Senyum Chayana perlahan memudar. Ia menatap sepatunya. Bahu yang semula bersemangat, turun perlahan.

"Enggak bisa kamu luangin waktu sebentar buat aku? Kita udah enggak ketemu hampir tiga minggu, loh."

Hening sebentar, sebelum pria di seberang sana kembali menjawab. "Sorry, Honey. Waktu rapatku udah dekat. Aku tutup, yah. Love you."

"Dami, tunggu sebentar aku---"

Chayana menatap lesu layar smartphone-nya. Wanita itu mendesis dan menghela napas panjang.

"Kalau gue enggak cinta ama lo, lo udah gue mutilasi, Ka*pret!"

Gila! Beneran gila kekasihnya itu. Chayana meredam amarahnya. Jika saja bukan karena cinta, ia sudah menghajar habis Damian. Asal tahu saja, jiwa preman sekolahnya sudah lama tak ia lampiaskan. Pria itu sepertinya cocok dijadikan pelampiasan. Namun, lagi-lagi Chayana hanya mampu menyusun rencana itu tanpa mampu mempraktekkannya.

Ia terlalu cinta pada Damian. Pria yang dulunya mengejar Chayana. Tergila-gila padanya. Bahkan saat ditolak pun Damian tetap mengatakan cinta kepada Chayana.

"Hmmm, ini kali, yah, setelah manisnya diambil, sepetnya dibuang."

Chayana menghela napas dan menipiskan bibir. Sabar. (1)

"Dulu dia yang ngejar, sekarang lo yang ngejar. Miris, sih."

Abaikan! (2)

"Mana dighosting sampe menahun lagi. Itu pacar atau pajangan?"

Sialan! (3)

"Mauren!"

"Duh, Diii. Lepasin hidung gue. Lo bar-bar amat! Sakiit, B*go!"

"Ada apa ini?"

Chayana menghentikan gerakannya. Ia yang tengah menarik lubang hidung Mauren ke atas, seketika mematung seperti manekin.

Buuuk!

Satu pukulan buku tebal, tepat mendarat di kepalanya. Ringisan kesakitan refleks keluar saat Pak Damar---Manajer Produksi, memukulnya.

"Lepasin hidung istri saya. Kamu mau saya hukum?"

Chayana menggeram. Selalu saja pria itu menggunakan keuntungannya sebagai atasan. Di lain sisi, Mauren tersenyum senang dan beralih ke samping Damar. Menggandeng mesra lengan suaminya.

"Gue juga bisa ngancam kali. Untung di sini cuman kita bertiga aja. Jadi, gue masih punya kartu AS." Senyum devil Chayana perlahan muncul. Ia melirik sekitar mencari sasaran yang pas untuk memberitukan sebuah rahasia.

Siluet matanya menangkap Alyar. Ia tersenyum. Saat akan memanggil Alyar---tukang gosip di divisinya, mulut Chayana dibungkam.

"Lo jangan mulai, deh. Surat resign gue belum selesai. Kalau ketahuan gue sama Damar udah nikah, bisa berabe."

Yah, di perusahaan properti bombastis ini memang tidak diizinkan menjalin hubungan sesama karyawannya. Namun, si Kudet Mauren pasti tidak tahu jika sekarang peraturan itu ditiadakan.

Hal itu karena sang pemegang saham tertinggi dikabarkan akan menikah dengan salah satu karyawan di sini.

Chayana menganggukkan kepalanya. Tentu saja ia tak akan memberitahukan pengumuman terbaru itu pada Mauren.

"Pa ... gi? Kalian ngapain? Eh, ada Pak Damar juga." Rendra lantas membungkuk singkat sebagai tanda hormat pada Pak Damar.

Pria berkacamata itu melirik sekilas pada Chayana dan Mauren. Sadar akan itu, Mauren lantas melepaskan bekapannya dan berdiri tegak.

"Pak Damar sedang apa di sini?"

"Hanya ingin melihat-lihat. Saya permisi dulu." Setelah mengatakan itu, ia pergi dari sana. Rendra hanya mampu mengernyit bingung. Ia kemudian menatap Chayana dan Mauren yang kompak menggelengkan kepala.

***

"Oke, Doi. Saatnya lampiasin kekesalan lo lewat makanan pesta."

Mata Chayana menatap satu persatu gaun yang berada di dalam lemarinya. Mencari-cari pakaian mana yang akan ia pakai di pesta pernikahan CEO perusahannya.

Entah sekaya apa orang itu hingga mengundang seluruh karyawan di perusahaan pusat. Belum lagi dengan rekan bisnisnya. Chayana tidak mau memikirkan hal itu.

Gaun biru navy dengan punggung lebar terbuka dengan lengan berenda simple, serta kerah leher sebatas bahu, menjadi pilihannya kali ini. Ia lalu memadukannya dengan kalung dan anting silver yang mengkilat.

"Nice fashion," ungkap Chayana saat melihat tampilan dirinya di cermin kamar. Kulit kuning langsatnya sangat cocok dipadukan dengan pakaiannya saat ini.

Sembari menggumamkan sebuah lagu, Chayana meraih tas tangan simple lalu keluar dari kamar.

"Mas, liat anak kamu, nih." Mamah Jihan memperhatikan Chayana dari atas hingga bawah. Chayana mengerjabkan mata dan tersenyum singkat.

"Wajah? Cantik pake banget. Tinggi badan? 168 cm, enggak tinggi amat, enggak pendek juga. Body? Dada gede, pinggul ramping, yang di belakang juga montok. Karir? Beuhh! Apalagi. Tapi sayang banget, enggak bisa bawa calon suami ke depan mamahnya."

Tatapan Mamah Jihan berubah. Ia menggeleng miris. Senyum Chayana luntur sedetik setelah sang mamah mengatakan itu. "Udah turun berapa harga kamu?"

Astagfirullah, mulut mamahnya. Dikira Chayana cabe kali. Main minta turun harga!

"Mah, mulutnya bisa di-filter, enggak? Ini aku loh, Mah. Anak Mamah."

"Percuma anak mamah kalau kamu enggak bisa bawa calon suami kamu ke sini."

Chayana memutar matanya ke atas. Ia mendekat dan menyalami tangan Mamah Jihan. Wanita itu berjalan mendekati sang papa yang tengah duduk di ruang tamu sembari mengisi TTS. Chayana menyalami tangan pria itu.

"Jam berapa pulangnya?" tanyanya sambil melepaskan kacamata yang sedari tadi dipakainya.

"Emmm ... yang pasti habis makanlah, Pah," kata Chayana dengan cengiran khasnya. Papah Morgan tersenyum singkat.

"Jangan lama-lama di sana, yah. Kamu ditemani sama siapa ke sana?"

Pertanyaan ini membuat Chayana menelan ludah. Bingung harus menjawab apa. Namun, ia tidak mungkin berbohong pada sang papah.

"Sendiri, Pah." Morgan tampak tertegun. Ia lantas meraih telepon di atas meja dekat sofa. Chayana hanya mampu menghela napas pasrah.

Sudah ia duga hal ini akan terjadi. Papahnya mana bisa membiarkan dirinya pergi sendirian saja di malam hari?

"Iqbal, pulang cepat. Temani adik kamu ke pesta."

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Chaachees

Selebihnya

Buku serupa

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Mendadak Dinikahi CEO Mendadak Dinikahi CEO Chaachees Romantis
“Chayana yang berniat ke pesta pernikahan Ray--seorang CEO di tempatnya bekerja, untuk memergoki kekasihnya yang berselingkuh, malah ditarik paksa oleh pengantin pria itu ke altar pernikahan. Pikiran Chayana seketika blank, hatinya hancur saat ia melihat Damian--kekasihnya tampak mesra dengan wanita hamil di sana. Chayana pasrah saja saat Ray selesai mengucapkan ijab kabul. Dunianya berubah dalam sekejap. Chayana bahkan tak mengenal Chayana dan pria itu kini menjadi suaminya. Pria yang tidak Chayana harapkan untuk memberikan cinta padanya. Namun, satu hal yang tidak Chayana ketahui di balik sosok Ray adalah pria itu amat gila. Tidak. Benar-benar gila!”
1

Bab 1 Undangan

23/06/2023

2

Bab 2 Pergi Jadi Kekasih, Pulang Jadi Istri

23/06/2023

3

Bab 3 Pukulan, Bukan Sambutan

23/06/2023

4

Bab 4 Amarah Sang Mertua

23/06/2023

5

Bab 5 Perjanjian

23/06/2023

6

Bab 6 Berkunjung

23/06/2023

7

Bab 7 Delima

23/06/2023

8

Bab 8 Pasangan Plin-plan

23/06/2023

9

Bab 9 Mantan!

23/06/2023

10

Bab 10 Romantis, kah

23/06/2023

11

Bab 11 Akur

26/04/2025

12

Bab 12 Harga Diri

26/04/2025

13

Bab 13 Sial! Oh, Sial!

26/04/2025

14

Bab 14 Paket

26/04/2025

15

Bab 15 Dua Wajah

26/04/2025

16

Bab 16 Si Badmood Chayana

26/04/2025

17

Bab 17 Seribu Cara Membujuk

26/04/2025

18

Bab 18 Pura-pura

27/04/2025

19

Bab 19 Hikmah Cemburu

27/04/2025

20

Bab 20 Tinggal Bersama

27/04/2025