authorWelfare

Manfaat untuk Penulis

icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Fiksi Terlaris

Selebihnya

Novel CEO Terbaik

Selebihnya

baru saja diperbarui

Selebihnya
Gairah Pelarian Cinta

Gairah Pelarian Cinta

Juliana
5.0

Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".

Menikahi Paman Mantan yang Seorang Miliarder Berkuasa

Menikahi Paman Mantan yang Seorang Miliarder Berkuasa

Cole Sterling
5.0

Di hari pernikahanku, tunanganku Connor meninggalkanku begitu saja di altar. Dia berlari keluar gereja dalam keadaan panik hanya karena mendengar kabar bahwa adik angkatku terkilir di lokasi syuting. Di kehidupan masa laluku, aku menangis sampai tenggorokanku berdarah, memohon padanya untuk tidak pergi dan mempermalukanku. Namun, keluargaku justru menyalahkanku. Ibuku memaki bahwa aku terlalu menyedihkan untuk menahan seorang pria, lalu mereka merampas semua aset perwalianku dan mengusirku tanpa sepeser pun ke jalanan New York yang bersalju. Di saat suhu dua puluh derajat di bawah nol, aku menelepon mereka dengan jari yang membeku. "Mati saja di jalan, jangan sampai berdarah di karpetku." Itu adalah pesan suara terakhir dari ibuku sebelum aku benar-benar mati kedinginan. Ironisnya, satu-satunya orang yang datang mengambil jasadku dan memberiku pemakaman yang layak hanyalah Hardian Prakoso, paman Connor yang dikenal sebagai tiran kejam di Wall Street. Sampai napas terakhirku, aku tidak mengerti mengapa darah dagingku sendiri begitu membenciku dan rela menghancurkanku hingga mati hanya demi seorang anak pungut. Ketika aku membuka mata kembali, aku mendapati diriku berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin, tepat di hari Connor mengkhianatiku. Kali ini, saat dia berbalik untuk lari, aku tidak meneteskan air mata sedikit pun. Aku membiarkannya pergi, menampar wajah adik angkatku yang berpura-pura bersedih, lalu berjalan lurus meninggalkan keluargaku menuju ruang VIP gereja. Aku menatap pria paling berkuasa di ruangan itu dan menjatuhkan bom. "Connor meninggalkanku di altar. Sebagai gantinya, pamannya bisa menikahiku sekarang juga."