Fiksi Terlaris
SelebihnyaFiksi Populer Minggu Ini
SelebihnyaNovel CEO Terbaik
Selebihnyabaru saja diperbarui
Selebihnya/0/34542/coverorgin.jpg?v=9d726c6313252af0419764a03b34ad37&imageMogr2/format/webp)
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
Asher KnightSelama tujuh tahun, aku berperan sebagai istri pajangan yang pendiam bagi miliarder August Wijaya. Hingga suatu malam saat aku berjaga di UGD, suamiku menerobos masuk dengan panik, menggendong seorang wanita yang mengalami pendarahan hebat di balik mantelnya. Wanita itu adalah Allena, tunangan sepupunya sendiri. Sebagai perawat, aku langsung tahu penyebab pendarahannya: kista yang pecah akibat hubungan intim yang terlalu agresif. August melempar cek seratus ribu dolar untuk menutupi skandal menjijikkan itu. Puncaknya, saat teman-temannya menjebakku di sebuah klub, demi melindungi Allena dari cipratan kopi, August mendorongku dengan brutal. Tubuhku menghantam sudut meja kaca. Lengan kananku robek dalam dan darahku langsung menggenangi karpet. "Berlututlah dan minta maaf padanya." Perintah August terdengar begitu dingin, sama sekali mengabaikan darah yang mengucur deras dari tubuhku. Tujuh tahun pernikahan kami ternyata tidak ada harganya sama sekali dibandingkan kepalsuan selingkuhannya. Pria ini bahkan tidak peduli jika aku mati kehabisan darah di depannya. Aku tidak menangis. Dengan tenang, aku mengikat lenganku sendiri untuk menghentikan pendarahan, lalu menatap tajam ke arah teman-teman elitenya. "Kalian tahu kenapa dia pendarahan di UGD? Itu karena aktivitas ranjang yang terlalu brutal." Aku mengusapkan darahku tepat di dada jas mahal suamiku, lalu berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Kontrak pernikahan kami berakhir dalam tiga hari, dan sudah saatnya aku mengaktifkan kembali identitas asliku serta menjemput putri kecilku yang selama ini kusembunyikan dari monster itu.
/0/34540/coverorgin.jpg?v=7f0cfd88f95c2c8ae9ead3e9e0abf009&imageMogr2/format/webp)
Dilindungi Bos Militer yang Kejam
Dante FoxIbuku selalu memperlakukanku seperti barang dagangan, memaksaku kencan dengan pria kaya yang terang-terangan merendahkan profesiku sebagai perawat. Hingga suatu malam, sebuah kode darurat militer memanggilku kembali ke rumah sakit. Di ruang ICU, seorang pembunuh bayaran menyamar sebagai dokter, menodongkan pisau bedah ke leherku, dan mendorongku jatuh dari tangga. Nyawaku nyaris melayang jika saja Kolonel Baskara Adiwijaya tidak mengorbankan tubuhnya untuk melindungiku hingga bahunya terluka parah. Namun, saat aku pulang dengan leher berdarah dan tubuh gemetar karena trauma, ibuku sama sekali tidak peduli. Ia malah berteriak dan memaksaku pergi menemui pria kencan buta itu untuk meminta maaf karena telah meninggalkannya di restoran. Di depan umum, pria brengsek itu menertawakan luka sayatan di leherku, menyebutku pembohong murahan, lalu mencengkeram lenganku dengan kasar. Ibuku yang mengetahui hal ini justru menyalahkanku, mengatakan aku pantas dikasari karena tidak tahu cara mengambil hati pria yang bisa menafkahi. Aku baru saja lolos dari maut dan masih diburu oleh pembunuh bayaran, tapi keluargaku sendiri dengan kejam membuangku ke neraka demi uang dan reputasi. Tepat saat aku merasa benar-benar hancur dan putus asa, sosok Kolonel Adiwijaya muncul membelah kerumunan. Ia mengusir pria itu, menatapku dengan mata abu-abunya yang tajam, dan menyatakan bahwa aku kini berada di bawah perlindungan militernya. Hari itu juga, aku menandatangani akta nikah bersamanya, membanting kertas sah itu tepat di depan wajah ibuku yang pucat pasi, dan melangkah keluar dari rumah beracun itu untuk selamanya.
/0/34544/coverorgin.jpg?v=451d00c55c70e761bfa88b5a12116d40&imageMogr2/format/webp)
Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku
Karl DermodyDua puluh menit sebelum pemberkatan pernikahanku dengan pewaris Dinasti Wijaya, aku berdiri di depan pintu Presidential Suite. Bukannya antisipasi bahagia, aku malah mendengar erangan serak dan cekikikan dari dalam kamar. Ternyata, tunanganku Hugo sedang bergumul di atas ranjang dengan kakak tiriku, Flora, yang dengan bangga memakai kalung berlian pengantinku. Saat aku memergoki mereka, Hugo sama sekali tidak panik atau merasa bersalah. "Jangan khawatirkan orang udik itu," geram Hugo pada Flora. "Setelah pernikahan selesai dan dana perwalian cair, aku akan membuang sampah itu kembali ke kampungnya. Aku cuma butuh akta tanahnya." Ternyata, perjanjian pranikah bernilai miliaran dolar yang baru saja kutandatangani hanyalah jebakan untuk merampas satu-satunya harta peninggalanku. Aku tidak berteriak histeris atau menangis tersedu-sedu seperti pengantin yang patah hati. Rasa mual di perutku seketika membeku, digantikan oleh ketenangan yang sangat mengerikan dan dingin. Selama ini aku ditindas dan dijual oleh ibu tiriku untuk melunasi utang judinya, dan sekarang keluarga kaya ini mengira mereka bisa memanfaatkanku sebagai pion yang bodoh. Aku mengambil korek api, membakar dokumen pranikah itu, dan menahannya tepat di bawah detektor asap. Saat alarm menjerit dan lumpur hitam berbau busuk dari penyiram air mengguyur tubuh telanjang mereka, aku membuka pintu kamar lebar-lebar untuk membiarkan para paparazzi memotret skandal abad ini. Karena mereka ingin bermain kotor, aku akan menggunakan aturan main mereka sendiri. Aku tidak akan melarikan diri, aku akan menikahi paman Hugo yang sedang koma—sang legenda keluarga Wijaya yang ditakuti—untuk menjadi nyonya besar dan menghancurkan mereka semua dari dalam.
/0/34553/coverorgin.jpg?v=39c4b6f4f1b1a55df95aa2f63eedbf7a&imageMogr2/format/webp)
Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
Oliver QuinnTujuh tahun aku mengabdi pada Alexander, pasangan jiwa takdirku, membangun kerajaan bisnisnya dari nol. Aku pikir aku akhirnya akan resmi menjadi Luna-nya, sampai aku berdiri di balik pintu kantornya yang sedikit terbuka. Aku mendengar sendiri bagaimana dia berencana memanfaatkanku di upacara ikatan nanti hanya untuk menenangkan para Tetua kawanan. Setelah posisinya aman, dia akan langsung mencampakkanku demi cinta pertamanya, Brianna, yang baru saja kembali. "Dia Omega cacat tanpa wujud serigala. Dia seharusnya bersyukur aku bahkan meliriknya." Ucapan Alexander terdengar begitu dingin dan penuh ejekan. Dia bahkan menyerahkan proyek besar yang kubangun mati-matian selama berbulan-bulan kepada wanita itu sebagai hadiah selamat datang. Alexander sangat yakin aku hanya akan menangis lemah dan menerima nasib karena aku tidak punya tempat untuk pergi. Duniaku runtuh seketika. Demi pria ini, aku membuang beasiswa penuh ke sekolah Ivy League dan mengorbankan seluruh masa mudaku. Tujuh tahun pengorbanan berdarah-darah itu ternyata hanya ilusi, dan aku hanyalah alat kenyamanan yang menyedihkan. Tapi aku tidak menangis atau memohon seperti yang dia harapkan. Aku membuang kopi favoritnya ke tempat sampah, menyusun surat penolakan pasangan secara resmi, dan menguras habis semua data strategisku dari server perusahaannya. Lalu, aku membalas email tawaran pekerjaan dari Hamilton Santoso, seorang Lycan terkuat yang merupakan saingan bisnis terbesar Alexander. Karena dia menganggapku tidak berharga, aku akan membakar kerajaannya sampai rata dengan tanah.
/0/17738/coverorgin.jpg?v=94abbd137374562cd68cb4d231d746e6&imageMogr2/format/webp)
Gairah Liar Sang Mantan
Gemoy NYahh saat itu tangan kakek sudah berhasil menyelinap kedalam kaosku dan meremas payudaraku. Ini adalah pertama kali payudaraku di pegang dan di remas langsung oleh laki2. Kakek mulai meremas payudaraku dengan cepat dan aku mulai kegelian. “ahhhkkk kek jangannnhh ahh”. Aku hanya diam dan bingung harus berbuat apa. Kakek lalu membisikkan sesuatu di telingaku, “jangan berisik nduk, nanti adikmu bangun” kakek menjilati telingaku dan pipiku. Aku merasakan sangat geli saat telingaku di jilati dan memekku mulai basah. Aku hanya bisa mendesah sambil merasa geli. Kakek yang tau aku kegelian Karena dijilati telinganya, mulai menjilati telingaku dengan buas. Aku: “ahhkkk ampunnn kek, uddaahhhhh.” Kakek tidak memperdulikan desahanku, malah ia meremas dengan keras payudaraku dan menjilati kembali telingaku. Aku sangat kegelian dan seperti ingin pipis dan “crettt creettt” aku merasakan aku pipis dan memekku sangat basah. Aku merasa sangat lemas, dan nafasku terasa berat. Kakek yang merasakan bila aku sudah lemas langsung menurunkan celana pendekku dengan cepat. Aku pun tidak menyadarinya dan tidak bisa menahan celanaku. Aku tersadar celanaku sudah melorot hingga mata kakiku. Dan tiba2 lampu dikamarku menyala dan ternyata...
/0/17740/coverorgin.jpg?v=28da281cadcf3fd7b64a80196506f680&imageMogr2/format/webp)
Perselingkuhan Liar Istriku
Gemoy NNafas Dokter Mirza kian memburu saat aku mulai memainkan bagian bawah. Ya, aku sudah berhasil melepaskan rok sekalian dengan celana dalam yang juga berwarna hitam itu. Aku sedikit tak menyangka dengan bentuk vaginanya. Tembem dan dipenuhi bulu yang cukup lebat, meski tertata rapi. Seringkali aku berhasil membuat istriku orgasme dengan keahlihanku memainkan vaginanya. Semoga saja ini juga berhasil pada Dokter Mirza. Vagina ini basah sekali. Aku memainkan lidahku dengan hati-hati, mencari di mana letak klitorisnya. Karena bentuknya tadi, aku cukup kesulitan. Dan, ah. Aku berhasil. Ia mengerang saat kusentuh bagian itu. "Ahhhh..." Suara erangan yang cukup panjang. Ia mulai membekap kepalaku makin dalam. Parahnya, aku akan kesulitan bernafas dengan posisi seperti ini. Kalau ini kuhentikan atau mengubah posisi akan mengganggu kenikmatan yang Ia dapatkan. Maka pilihannya adalah segera selesaikan. Kupacu kecepatan lidahku dalam memainkan klitorisnya. Jilat ke atas, sapu ke bawah, lalu putar. Dan aku mulai memainkan jari-jariku untuk mengerjai vaginanya. Cara ini cukup efektif. Ia makin meronta, bukan mendesah lagi. "Mas Bayuu, oh,"



/0/5370/coverorgin.jpg?v=2a674aa6924609945d54c52e1c44793b&imageMogr2/format/webp)
/0/5638/coverorgin.jpg?v=ac6e1142b93103ee1ef1cb162c971dc1&imageMogr2/format/webp)
/0/6822/coverorgin.jpg?v=545b0051c1d38b83b80a962229807050&imageMogr2/format/webp)
/0/3225/coverorgin.jpg?v=b0b22cb0ac47b8d6d43bb0b01f4eef3b&imageMogr2/format/webp)
/0/4822/coverorgin.jpg?v=e9d510ef16f7e302a138846ffa26a335&imageMogr2/format/webp)
/0/7267/coverorgin.jpg?v=678d7d4e9c4dcfc24edd5139bf06dd3a&imageMogr2/format/webp)
/0/28909/coverorgin.jpg?v=341ddf8b4db8f3ff48005139ab5ba64c&imageMogr2/format/webp)
/0/20606/coverorgin.jpg?v=c98e1c490cae7844ad7e903fdae0f8a1&imageMogr2/format/webp)
/0/34555/coverorgin.jpg?v=931548167e1d2a03524e8b53b292b313&imageMogr2/format/webp)
/0/12218/coverorgin.jpg?v=5514558b29fa101734c6702af9de4e2b&imageMogr2/format/webp)
/0/30508/coverorgin.jpg?v=2c20d10388ca4581c1eace5f1e6ce93f&imageMogr2/format/webp)
/0/21863/coverorgin.jpg?v=bccbf0a59fda46c56f6782b29d239b81&imageMogr2/format/webp)