Fiksi Terlaris
SelebihnyaNovel CEO Terbaik
Selebihnyabaru saja diperbarui
Selebihnya/0/34550/coverorgin.jpg?v=7093b7d428d82e2b0eed0021c37398eb&imageMogr2/format/webp)
Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka
Ethan StoneSelama lima tahun, aku hidup sebagai istri yang patuh dan penakut bagi Karsa Kusuma. Hingga malam ini, dia melemparkan surat cerai ke ranjang, menyuruhku segera mengosongkan rumah karena wanita yang dicintainya telah kembali. "Ambil uang ini, menyingkirlah ke desa, dan sembunyikan wajah cacatmu itu," katanya dingin. Dia menatap jijik pada luka bakar di pipiku—luka permanen yang kudapat karena menyeret tubuhnya dari kobaran api bertahun-tahun lalu. Kabar perceraianku langsung menyebar. Ayah kandungku menelepon, mengancam akan memutus biaya pengobatan ibuku jika aku gagal mempertahankan Karsa sebagai investor perusahaannya. Ibu tiri dan saudari tiriku tertawa puas, sengaja mencegatku di butik mewah untuk menghinaku sebagai gembel yang akan segera mati di jalanan. Mereka semua menunggu untuk melihatku menangis, memohon, dan hancur. Mereka bebas menginjak-injakku karena mengira aku hanyalah Seraphina yang lemah, bodoh, dan tak berdaya. Namun, guncangan ini justru memutar gembok di dalam benakku, membuka paksa ingatan tentang satu tahun masa kecilku yang hilang di sebuah laboratorium rahasia. Mereka tidak tahu bahwa Seraphina yang penurut telah lenyap, digantikan oleh kepribadian asliku yang dingin, taktis, dan mematikan: Phoenix. Aku menandatangani surat cerai itu tanpa mengambil sepeser pun uang kotor milik Karsa. Dengan tenang, aku meretas sistem gelap untuk mencairkan lima ratus juta dolar dari akun rahasiaku, lalu melangkah pergi untuk menjemput ibuku dan membiarkan mereka semua hancur berkeping-keping.
/0/26439/coverorgin.jpg?v=daf579e0e2c995f92cd85b0608bad91b&imageMogr2/format/webp)
Bosku Kenikmatanku
JulianaAku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala
/0/17741/coverorgin.jpg?v=5e9fdcb6d038355e283c9f2382f390e5&imageMogr2/format/webp)
Maafkan Aku Mam
Gemoy NKemudian Andre membuka atasannya memperlihatkan dada-nya yang bidang, nafasku makin memburu. Kuraba dada-nya itu dari atas sampah kebawah melawati perut, dah sampailah di selangkangannya. Sambil kuraba dan remas gemas selangkangannya “Ini yang bikin tante tadi penasaran sejak di toko Albert”. “Ini menjadi milik-mu malam ini, atau bahkan seterusnya kalau tante mau” “Buka ya sayang, tante pengen lihat punya-mu” pintuku memelas. Yang ada dia membuka celananya secara perlahan untuk menggodaku. Tak sabar aku pun jongkok membantunya biar cepat. Sekarang kepalaku sejajar dengan pinggangnya, “Hehehe gak sabar banget nih tan?” ejeknya kepadaku. Tak kupedulikan itu, yang hanya ada di dalam kepalaku adalah penis-nya yang telah membuat penasaran seharian ini. *Srettttt……
/0/21823/coverorgin.jpg?v=f5c00f84419909baf20a88e660080243&imageMogr2/format/webp)
Gairah Nikmat Perselingkuhan
Gemoy NPelan tapi pasti Wiwik pun segera kupeluk dengan lembut dan ternyata hanya diam saja. "Di mana Om.. ?" Kembali dia bertanya "Di sini.." jawabku sambil terus mempererat pelukanku kepadanya. "Ahh.. Om.. nakal..!" Perlahan-lahan dia menikmati juga kehangatan pelukanku.. bahkan membalas dengan pelukan yang tak kalah erat. Peluk dan terus peluk.. kehangatan pun terus mengalir dan kuberanikan diri untuk mencium pipinya.. lalu mencium bibirnya. Dia ternyata menerima dan membalas ciumanku dengan hangat. "Oh.. Om.." desahnya pelan.
/0/24718/coverorgin.jpg?v=eb09d16e15371d44e22ed895a50075a6&imageMogr2/format/webp)
Gairah Sang Pemuas
JulianaAkibat memiliki masalah ekonomi, Gusti memutuskan bekerja sebagai pemuas. Mengingat kelebihan yang dimilikinya adalah berparas rupawan. Gusti yang tadinya pemuda kampung yang kolot, berubah menjadi cowok kota super keren. Selama menjadi Pemuas, Gusti mengenal banyak wanita silih berganti. bahkan, Dia membuat beberapa wanita jatuh cinta padanya. Hingga semakin lama, Gusti jatuh ke dalam sisi gelap kehidupan ibukota. Ketakutan mulai muncul, ketika teman masa kecil dari kampungnya datang. "Hiruk pikuknya ibu kota, memang lebih kejam dibanding ibu tiri! Aku tak punya pilihan selain mengambil jalan ini."
/0/17738/coverorgin.jpg?v=94abbd137374562cd68cb4d231d746e6&imageMogr2/format/webp)
Gairah Liar Sang Mantan
Gemoy NYahh saat itu tangan kakek sudah berhasil menyelinap kedalam kaosku dan meremas payudaraku. Ini adalah pertama kali payudaraku di pegang dan di remas langsung oleh laki2. Kakek mulai meremas payudaraku dengan cepat dan aku mulai kegelian. “ahhhkkk kek jangannnhh ahh”. Aku hanya diam dan bingung harus berbuat apa. Kakek lalu membisikkan sesuatu di telingaku, “jangan berisik nduk, nanti adikmu bangun” kakek menjilati telingaku dan pipiku. Aku merasakan sangat geli saat telingaku di jilati dan memekku mulai basah. Aku hanya bisa mendesah sambil merasa geli. Kakek yang tau aku kegelian Karena dijilati telinganya, mulai menjilati telingaku dengan buas. Aku: “ahhkkk ampunnn kek, uddaahhhhh.” Kakek tidak memperdulikan desahanku, malah ia meremas dengan keras payudaraku dan menjilati kembali telingaku. Aku sangat kegelian dan seperti ingin pipis dan “crettt creettt” aku merasakan aku pipis dan memekku sangat basah. Aku merasa sangat lemas, dan nafasku terasa berat. Kakek yang merasakan bila aku sudah lemas langsung menurunkan celana pendekku dengan cepat. Aku pun tidak menyadarinya dan tidak bisa menahan celanaku. Aku tersadar celanaku sudah melorot hingga mata kakiku. Dan tiba2 lampu dikamarku menyala dan ternyata...



/0/5370/coverorgin.jpg?v=2a674aa6924609945d54c52e1c44793b&imageMogr2/format/webp)
/0/5638/coverorgin.jpg?v=ac6e1142b93103ee1ef1cb162c971dc1&imageMogr2/format/webp)
/0/6822/coverorgin.jpg?v=545b0051c1d38b83b80a962229807050&imageMogr2/format/webp)
/0/3225/coverorgin.jpg?v=b0b22cb0ac47b8d6d43bb0b01f4eef3b&imageMogr2/format/webp)
/0/4822/coverorgin.jpg?v=e9d510ef16f7e302a138846ffa26a335&imageMogr2/format/webp)
/0/7267/coverorgin.jpg?v=678d7d4e9c4dcfc24edd5139bf06dd3a&imageMogr2/format/webp)
/0/11004/coverorgin.jpg?v=3f487766eb55efe4faa0737a8aed7553&imageMogr2/format/webp)
/0/12218/coverorgin.jpg?v=5514558b29fa101734c6702af9de4e2b&imageMogr2/format/webp)
/0/34555/coverorgin.jpg?v=931548167e1d2a03524e8b53b292b313&imageMogr2/format/webp)
/0/20606/coverorgin.jpg?v=c98e1c490cae7844ad7e903fdae0f8a1&imageMogr2/format/webp)
/0/14388/coverorgin.jpg?v=f76b824520df1dc3f3c4ad5364656b2c&imageMogr2/format/webp)