authorWelfare

Manfaat untuk Penulis

icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Fiksi Terlaris

Selebihnya

Novel CEO Terbaik

Selebihnya

baru saja diperbarui

Selebihnya
Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi

Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi

Harmon Davy
5.0

Di malam perayaan ulang tahun pernikahan yang ketujuh, asisten Cornelius mengabarkan bahwa pria itu sedang rapat bisnis penting dan tidak bisa pulang. Namun, sebuah berita gosip di ponsel mengarahkan langkah Cassandra ke sebuah restoran mewah. Di sana, dia melihat suaminya sedang tertawa bahagia bersama cinta masa kecilnya, Halle, dan putra kandung Cassandra yang berusia tujuh tahun. Dari celah pintu, Cassandra mendengar suara nyaring putranya. "Mama sangat membosankan, aku berharap Tante Halle adalah mama kandungku." Cornelius tidak membela istrinya sama sekali. Dia malah tersenyum penuh kasih dan mengacak-acak rambut putra mereka, membenarkan ucapan kejam itu. Lebih hancur lagi, saat Cassandra membongkar robot usang pemberian suaminya, dia menemukan sebuah rekaman tersembunyi dari tujuh tahun lalu. "Kenapa kau tiba-tiba menikahi mahasiswi miskin itu, Cassandra?" "Karena dia mudah dikendalikan, tidak punya daya tawar. Dia hanya tameng sementara yang sempurna sampai Halle mau menetap." Darah Cassandra terasa membeku. Selama tujuh tahun, dia rela membuang gelar Ph.D. dari MIT dan menyembunyikan identitasnya sebagai desainer adibusana legendaris hanya demi menjadi vas bunga pajangan di Keluarga Wijaya. Ternyata, sejak detik pertama, pernikahan ini hanyalah jebakan jahat yang terencana. Malam itu juga, Cassandra melepas cincin berliannya dan pergi dari rumah itu. Dia mentransfer satu juta dolar hasil jerih payahnya sendiri ke pengacara perceraian paling kejam di New York, lalu mengunci foto-foto perselingkuhan suaminya di server awan terenkripsi. Sudah waktunya sang istri pajangan ini mengambil kembali hidupnya dan menghancurkan mereka.

Gairah Pelarian Cinta

Gairah Pelarian Cinta

Juliana
5.0

Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".

Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka

Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka

Ethan Stone
5.0

Selama lima tahun, aku hidup sebagai istri yang patuh dan penakut bagi Karsa Kusuma. Hingga malam ini, dia melemparkan surat cerai ke ranjang, menyuruhku segera mengosongkan rumah karena wanita yang dicintainya telah kembali. "Ambil uang ini, menyingkirlah ke desa, dan sembunyikan wajah cacatmu itu," katanya dingin. Dia menatap jijik pada luka bakar di pipiku—luka permanen yang kudapat karena menyeret tubuhnya dari kobaran api bertahun-tahun lalu. Kabar perceraianku langsung menyebar. Ayah kandungku menelepon, mengancam akan memutus biaya pengobatan ibuku jika aku gagal mempertahankan Karsa sebagai investor perusahaannya. Ibu tiri dan saudari tiriku tertawa puas, sengaja mencegatku di butik mewah untuk menghinaku sebagai gembel yang akan segera mati di jalanan. Mereka semua menunggu untuk melihatku menangis, memohon, dan hancur. Mereka bebas menginjak-injakku karena mengira aku hanyalah Seraphina yang lemah, bodoh, dan tak berdaya. Namun, guncangan ini justru memutar gembok di dalam benakku, membuka paksa ingatan tentang satu tahun masa kecilku yang hilang di sebuah laboratorium rahasia. Mereka tidak tahu bahwa Seraphina yang penurut telah lenyap, digantikan oleh kepribadian asliku yang dingin, taktis, dan mematikan: Phoenix. Aku menandatangani surat cerai itu tanpa mengambil sepeser pun uang kotor milik Karsa. Dengan tenang, aku meretas sistem gelap untuk mencairkan lima ratus juta dolar dari akun rahasiaku, lalu melangkah pergi untuk menjemput ibuku dan membiarkan mereka semua hancur berkeping-keping.