5.0
Komentar
1.6K
Penayangan
51
Bab

SMA Melody. SMA elit, benteng kemewahan dan kekuasaan, tempat para politikus dan konglomerat menanam benih-benih pewaris mereka. Tempat di mana uang berbicara lebih keras daripada akal sehat. Kayana Setyawan seperti namanya adalah sosok gadis dari dinasti 'Kaya' Raya merupakan Ratu Es, yakin uang bisa membeli segalanya. Ketua OSIS dan pembully cantik yang tidak segan menindas orang miskin. Naruga Indra, si jenius Fisika miskin dari ruko mie ayam sederhana, hanya percaya pada logika dan kecerdasan murni. Target empuk sasaran kemarahan sang Ratu Es berhati dingin. Dua anomali dari dunia yang berbeda dipaksa hadir dalam satu ekosistem akibat insiden berdarah yang melibatkan jatuhnya seorang siswa dari atas rooftop sekolah yang kini terbaring koma. Dimulai dari rivalitas sengit berubah menjadi kemitraan logis: Uang Kayana melawan Otak Ruga. Namun, di balik keangkuhan itu, tumbuh cinta yang masuk tanpa permisi. Ini adalah kisah tentang seorang pria yang menolak kekayaan namun menikahi pewarisnya. Lovely Rivalry adalah bukti bahwa cinta harus dibangun di atas simetri sempurna antara logika, prinsip, dan integritas di atas segalanya. Apakah Ratu Es akan menerima Pria yang telah mengubah seluruh kerajaannya?

Bab 1 Pemuda Jatuh Dari Rooftop

Bukan di ruang meeting berpendingin udara, bukan pula di balik meja marmer yang mengkilap, tetapi di bilik ruko pinggir jalan yang sempit itulah Naruga Indra-atau akrabnya dipanggil Ruga-merasa paling berkuasa. Tempat itu adalah singgasananya, bukan karena kemewahan, tapi karena di sanalah ia menjadi dirinya sendiri. Tidak ada kepura-puraan, tidak ada drama. Hanya aroma mie ayam dan suara wajan yang beradu.

Di sana, aroma kuah mie ayam mendidih dan asap panas dari adonan kulit pangsit selalu menyambutnya, aroma yang jujur dan tak berpura-pura. Itulah rumah. Kontrasnya, beberapa jam yang lalu, Ruga baru saja menyelesaikan joki tugas kalkulus termudah namun termahal dalam hidupnya. Kliennya? Seorang anak Menteri yang otaknya sekosong dompetnya. Ruga menggelengkan kepala, miris. Betapa mudahnya uang membeli segalanya, bahkan "otak".

Ruga, si kurus tinggi berkacamata yang harusnya cuma anak kelas 2 SMA biasa, adalah sebuah anomali. Ia adalah si jenius miskin dengan pride selangit, yang hidup dari ironi: mencerdaskan anak-anak orang kaya yang bodoh. Uang yang ia dapat dari satu lembar jawaban bisa menghidupi ruko mie ayam ibunya selama seminggu. Ironi yang membuatnya muak, namun juga memberinya kekuatan. Ia tidak akan menyerah pada keadaan.

"Mau sampai kapan kamu jadi joki tugas bayangan, Ga?" Ibu Ruga, wanita sederhana dengan tangan kasar bekas adonan, bertanya sambil mengelap meja. Kerutan di wajahnya semakin terlihat jelas saat ia menatap Ruga dengan tatapan khawatir.

Ruga tersenyum, merapikan kacamata tingginya. "Sampai mereka sadar, Bu, uang nggak bisa beli otak. Tapi tenang aja, uangnya bisa beli mie ayam enak buatan kita." Senyumnya tulus, mencoba menenangkan ibunya. Ia tahu ibunya khawatir, tapi ia tidak punya pilihan lain. Ini adalah cara satu-satunya untuk bertahan hidup.

Ruga mencintai kecerdasannya. Ia membenci kenyataan bahwa orang kaya selalu berada di atas, tetapi ia bangga karena ia bisa duduk di sana, setidaknya di balik layar, sebagai otak mereka. Sisi sinisnya mengatakan, ia adalah kuman yang bermutasi menjadi virus di tubuh para elit. Ia tidak meminta-minta, ia menjual harga dirinya yang paling mahal: kecerdasan tak tertandingi.

Ia adalah Robin Hood versi modern, mencuri dari yang kaya untuk memberi makan dirinya dan ibunya.

Malam itu, Ruga harus menyelesaikan misi terakhirnya sebelum deadline gila besok pagi. Ia harus mengantarkan bundel tugas Fisika Kuantum ke loker salah satu siswa SMA Melody. SMA elit, benteng kemewahan dan kekuasaan, tempat para politikus dan konglomerat menanam benih-benih pewaris mereka. Tempat di mana uang berbicara lebih keras daripada akal sehat.

Ruga mengenakan jaket hoodie gelap, membawa tas ransel lusuh yang berisi tumpukan kertas putih penuh rumus, dan mulai menyusuri trotoar menuju SMA Melody. Setiap langkah terasa seperti melintasi batas kasta. Ruko sederhana perlahan berganti menjadi pagar besi tempa tinggi, lampu taman kristal, dan mobil-mobil mewah yang terparkir seolah dipamerkan. SMA Melody bukan sekadar sekolah, ini adalah istana es. Istana yang dibangun di atas uang dan kekuasaan.

Di SMA Melody, Ruga tahu ada seorang gadis yang menjadi mitos menakutkan dan dingin yang paling ia hindari: Kayana Setiawan. Donatur No. 1 di yayasan. Sosok angkuh, berambut hitam panjang, dan matanya selalu memancarkan penghinaan. Ruga pernah melihat Kayana sekali. Cukup sekali untuk memahami bahwa di mata gadis itu, semua orang miskin adalah sampah, termasuk dirinya. Ia adalah kebencian yang bergerak, dan Ruga, dengan pride-nya, selalu menjadi target empuk untuk dibenci. Kayana adalah representasi dari semua yang ia benci dari dunia ini.

"Kayana Setiawan," gumam Ruga dalam hati. Nama itu terasa seperti kristal dingin yang tajam. Ia adalah antitesis dari segala hal yang Ruga yakini, dan itulah sebabnya Ruga tertarik sekaligus jijik. Villain yang sempurna. Musuh yang sempurna untuk dilawan.

Ruga berhasil menyelinap masuk melalui gerbang samping yang dijaga longgar, pura-pura sebagai kurir yang tersesat. Satpam hanya meliriknya sekilas, terlalu malas untuk memeriksa lebih lanjut. Aula utama Melody begitu hening, marmernya memantulkan cahaya lampu yang membuat Ruga merasa telanjang dan salah tempat. Ia berjalan cepat, mencari deretan loker di gedung utama, tempat ia akan meninggalkan 'karya' fisika-nya. Ia merasa seperti penyusup di dunia yang bukan miliknya.

Saat ia mencapai koridor loker, ia merasakan hawa dingin yang aneh. Bukan dingin AC, tapi dingin yang mencekam. Langkah kakinya dipercepat. Ia harus segera meletakkan bundel tugas milik kliennya itu dan bergegas pergi, kembali ke kehangatan ruko mie ayamnya. Kembali ke tempat di mana ia merasa aman dan nyaman.

Tiba-tiba, mata Ruga menangkap gerakan di lantai atas, di rooftop gedung yang paling tinggi. Siluet samar, hanya bayangan. Ruga mengerutkan kening. Sedikit pride-nya menyuruhnya untuk tidak peduli, ini bukan urusannya. Namun, rasa penasaran yang selalu menjadi bahan bakarnya, memaksa Ruga berhenti. Rasa penasaran yang membuatnya menjadi jenius, dan rasa penasaran yang mungkin akan menghancurkannya.

Ruga mendongak, matanya yang tajam menembus kegelapan. Ia melihat bayangan itu bergerak, seolah sedang bergumul. Sesaat kemudian, sebuah benda, bukan benda, melainkan sosok, melayang ke bawah. Jantungnya berdegup kencang. Apa yang sebenarnya terjadi di sana?

Waktu terasa berhenti. Jantung Ruga berdebar brutal, memukul rusuknya seperti genderang perang. Ia merasa seperti sedang menyaksikan adegan dalam film thriller.

Brak!

Suara itu! Suara benda keras menghantam lantai, memecah hening malam SMA Melody. Tepat di hadapan Ruga, hanya beberapa meter darinya, tergeletak seorang siswa berseragam Melody. Darah mulai menyebar di ubin marmer yang mengkilap, memantulkan lampu neon sekolah yang dingin. Pemandangan yang mengerikan dan tak terlupakan. Wangi anyir darah kian pekat penciuman bersamaan dengan seorang lelaki muda dengan seragam yang tergeletak tengkurap tak bergerak.

Ruga ambruk mematung syok. Ia seorang jenius, tetapi tubuhnya bereaksi seperti manusia biasa yang melihat kengerian tak terduga. Ia harus memanggil bantuan. Ambulans! Polisi! Otaknya bekerja keras, mencoba memproses apa yang baru saja terjadi.

"Sialan!" teriak Ruga, bergetar, tangannya meraih ponsel. Ia mencoba menenangkan diri, mengatur nafasnya.

Namun, sebelum jemarinya sempat mendial nomor, pandangan Ruga tertuju pada sesuatu yang terlepas dari tubuh korban. Sebuah name tag siswa. Tertulis jelas: Pangeran Setiawan. Ruga teringat. Pangeran. Bocah kaya terkenal, anak hasil perselingkuhan gelap keluarga Setiawan. Sebuah altar dari sistem patriarki dengan laki-laki yang harus menjadi calon pewaris. Jadi, ini adalah Pangeran Setiawan yang selama ini menjadi perbincangan di sekolah.

Dan kemudian, di dekat name tag Pangeran, di samping genangan darah yang makin meluas dari pucuk kepala yang terkulai, tergenggam erat sebuah name tag lain. Terlepas, seolah ditarik paksa dari seragam pemiliknya. Sebuah petunjuk?

Ruga meraihnya dengan tangan gemetar. Di sana, tertulis nama yang membuatnya kaku. Nama yang selama ini ia hindari.

Kayana Setiawan.

Kenapa... kenapa name tag Kayana ada di sini? Apa hubungannya dengan kejadian ini? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di benaknya.

Ruga merasakan adrenalin membanjiri dirinya. Ia mengantongi name tag Kayana. Bukti. Bukti yang mungkin bisa membantunya mengungkap kebenaran.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berdentum keras dari koridor lain. Sepatu kulit mengilap. Gerombolan pria berjas hitam, bodyguard sekolah, berlari ke arahnya. Wajah mereka tegang dan tanpa ekspresi. Mereka adalah aparat yang disewa untuk menjaga citra sekolah. Mereka terlihat seperti tentara bayaran yang siap melakukan apa saja untuk melindungi kepentingan sekolah.

Ruga hendak berteriak, hendak menjelaskan. "Saya gak ngapa-ngapain! Saya cuma mau-" Ia mencoba menjelaskan situasinya, tapi suaranya tercekat di tenggorokan.

Grep!

Ia disergap. Kuat. Ranselnya direnggut. Ruga meronta, tetapi tenaga mereka terlalu besar. Ia merasa seperti seekor tikus yang tertangkap dalam perangkap.

"Tenang, Nak. Kami akan urus ini." Suara berat datang dari belakang. Kepala Sekolah Wira, pria paruh baya dengan senyum ramah yang tidak mencapai mata.

Ia adalah ayah dari Galih, Donatur No. 2, dan sekutu dekat keluarga Kayana. Senyumnya tidak tulus, matanya dingin dan perhitungan.

Ruga di bawa bukan ke kantor polisi, melainkan ke ruang rahasia di bawah tanah gedung yayasan sekolah. Ruangan itu kedap suara, dihiasi perabotan kulit mahal, dan terasa seperti tempat eksekusi senyap. Ruangan yang dirancang untuk menyembunyikan kebenaran.

"Naruga Indra. Usaha mie ayam di ruko pinggir jalan. Murid jenius, tapi miskin. Dan... joki profesional." Wira tersenyum. Senyum yang meremehkan dan menghina.

"Kau melihat sebuah 'kecelakaan', Nak. Benar?"

Ruga menatap mata Wira. "Itu bukan kecelakaan. Saya lihat bayangan di atas. Ada yang dorong dia." Ia mencoba meyakinkan Wira, tapi ia tahu Wira tidak akan percaya.

Wira tertawa kecil, tawa yang dingin dan menyinggung. "Kau terlalu dramatis, Nak. Itu hanya bunuh diri. Tekanan dari kehidupan elit, kau tahu. Remaja rapuh yang broken home. Itu saja." Wira mencoba meremehkan kejadian yang sebenarnya.

"Tapi name tag Kayana Setiawan-" Ruga mencoba menunjukkan bukti yang ia temukan.

"Ah, Kayana. Gadis yang angkuh. Dia sering ke rooftop untuk merokok, mungkin name tag-nya jatuh. Dia Donatur No. 1, Ruga. Kau tidak bisa menuduhnya sembarangan," potong Wira dengan nada mengancam yang lembut.

Ruga merasakan cengkeraman tak terlihat di lehernya. Ia tahu Wira berbohong. Ia tahu Kayana terlibat, entah sebagai pelaku atau saksi. Dan Ruga, dengan pride seorang jenius, tidak suka dibohongi. Ia merasa diremehkan dan dipermainkan.

Wira beranjak, mengambil sebuah map tebal. "Dengar, Ruga. Kau jenius. Tapi sayang, jeniusmu terbuang di warung mie ayam dan sekolah SMA yang kumuh. Aku punya tawaran, sebuah kesepakatan iblis untukmu." Wira menawarkan sesuatu yang tidak bisa ia tolak.

Wira menyodorkan dokumen beasiswa. "Beasiswa penuh. Seragam, buku, SPP, semua gratis. Di SMA Melody. Kau akan belajar di antara para elit, kau akan punya akses ke kekayaan yang tak pernah kau bayangkan. Kami butuh murid sepertimu untuk mendongkrak reputasi akademik kami. Kau akan menjadi 'pahlawan' kami." Tawaran yang sangat menggoda.

Ruga menatap dokumen itu. Ini adalah gerbang ke dunia yang ia benci, sekaligus kesempatan yang tak mungkin didapatkan seumur hidupnya. Ini adalah peluang untuk membongkar kebenaran di balik SMA Melody, kebenaran di balik Kayana Setiawan. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia tidak bisa dibeli dengan uang.

"Syaratnya?" tanya Ruga, suaranya serak. Ia tahu ada harga yang harus dibayar untuk semua ini.

"Sederhana," ujar Wira, senyumnya melebar.

"Tutup mulutmu. Lupakan semua yang kau lihat malam ini. Kau hanya 'murid miskin beasiswa' yang beruntung. Jika kau coba buka suara, aku akan pastikan hidupmu, dan ruko mie ayam ibumu, musnah. Mengerti?" Ancaman yang jelas dan tegas.

Ruga menarik napas panjang. Ia menatap Wira, lalu membayangkan wajah Pangeran yang tergeletak berlumuran darah. Ia memilih. Bukan karena uang, tapi karena tantangan dan naluri penyelidikannya. Ia, si jenius miskin, akan masuk ke sarang singa. Ia akan mengungkap kebenaran, apapun resikonya.

"Setuju," jawab Ruga, pride-nya berteriak melawan, tetapi otaknya mengangguk. "Saya akan jadi murid teladan. Tapi jangan salahkan saya kalau kecerdasan saya nanti malah bikin rencana busukmu berantakan, Pak Wira." Ia menerima tawaran itu, tapi dengan syaratnya sendiri.

Wira tertawa keras. "Bagus. Aku suka keberanianmu. Tapi ingat, di sini, uang adalah segalanya. Jenius sepertimu hanya pion. Selamat datang di SMA Melody, Naruga Indra." Wira merasa menang, tapi ia tidak tahu apa yang menantinya.

Ruga berdiri tegak. Ia keluar dari ruangan itu bukan lagi sebagai joki tugas, melainkan sebagai mata-mata yang menyamar. Ia meraba saku jaketnya, merasakan tekstur keras name tag Kayana Setiawan. Ia memegang bukti itu erat-erat.

'Kayana. Lo yang dorong dia? Atau lo korban selanjutnya? Gue akan cari tahu, dan gue pastiin, lo gak akan bisa main-main sama gue.'

Ia bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik semua ini.

Senja telah berakhir, digantikan malam yang penuh intrik. SMA Melody, benteng para elit, baru saja mendapatkan penyusup terjenius sekaligus termiskinnya. Takdir Lovely Rivalry antara Naruga Indra dan Kayana Setiawan, si miskin jenius dan si Ratu Es yang angkuh, baru saja dimulai di atas genangan darah seorang siswa yang koma.

Pertarungan antara kebenaran dan kebohongan, antara keadilan dan kekuasaan, baru saja dimulai.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rain (angg_rainy)

Selebihnya

Buku serupa

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis
5.0

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Lovely Rivalry
1

Bab 1 Pemuda Jatuh Dari Rooftop

07/11/2025

2

Bab 2 Pembully Cantik dan Kuman Miskin

07/11/2025

3

Bab 3 Pembully Cantik Membela Mangsanya

07/11/2025

4

Bab 4 Ciuman Balas Dendam

07/11/2025

5

Bab 5 Ciuman Perlindungan

07/11/2025

6

Bab 6 Pembully Yang Dilindungi oleh Terbully

07/11/2025

7

Bab 7 Dua Hati Yang Bertabrakan

07/11/2025

8

Bab 8 Ciuman dengan Pembully yang Rapuh

07/11/2025

9

Bab 9 Pembully dan Terbully Pacaran

07/11/2025

10

Bab 10 Bukti Kejahatan Ayah Kayana

07/11/2025

11

Bab 11 Ciuman Pengakuan Cinta Yang Tertunda

07/11/2025

12

Bab 12 Cinta Jarak Jauh Dengan Misi Besar

17/11/2025

13

Bab 13 Awal Kepemimpinan Kayana

24/11/2025

14

Bab 14 Proyek Pembangunan Kampus

01/12/2025

15

Bab 15 Ciuman Dalam Perdebatan Pertama

04/12/2025

16

Bab 16 Kayana Ingin Putus

08/12/2025

17

Bab 17 Siasat Baikan Ruga

29/12/2025

18

Bab 18 Dating Petaka

29/12/2025

19

Bab 19 Kayana Jatuh Dari Rooftop

29/12/2025

20

Bab 20 Ekspansi Bisnis

29/12/2025

21

Bab 21 Tiga Bulan Koma

02/01/2026

22

Bab 22 Delapan Bulan Koma

03/01/2026

23

Bab 23 Teka-teki Pangeran dan Kejahatan

04/01/2026

24

Bab 24 Lima Tahun Koma

05/01/2026

25

Bab 25 Penelitian Di Zuritch

17/01/2026

26

Bab 26 Saingan Bisnis Pertama

17/01/2026

27

Bab 27 Bangkitnya Kayana Dari Koma

17/01/2026

28

Bab 28 Kayana Kuliah Lagi

17/01/2026

29

Bab 29 Satu Apartemen

17/01/2026

30

Bab 30 Kayana Kolaps

17/01/2026

31

Bab 31 Debat Perusahaan

17/01/2026

32

Bab 32 Lamaran Dadakan

17/01/2026

33

Bab 33 Ritme Setelah Pernikahan

17/01/2026

34

Bab 34 First Night🔞

17/01/2026

35

Bab 35 Nostalgia

19/01/2026

36

Bab 36 Cemburu

19/01/2026

37

Bab 37 Kembali Pulang

19/01/2026

38

Bab 38 Perkara Bolu Pisang

19/01/2026

39

Bab 39 Awal Kehamilan

19/01/2026

40

Bab 40 Alergi Ruga

19/01/2026