icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lovely Rivalry

Bab 3 Pembully Cantik Membela Mangsanya

Jumlah Kata:2948    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

terpasang kokoh di dinding marmer di samping aula utama, menampilkan peringkat nama-nama keluarga yang menjadi penyokong terbesar Yayasan. Ini adalah Daftar 50 Teratas, penentu

pura-pura membaca pengumuman ekstrakurikuler, padahal matanya sibuk memetakan kekuatan musuhnya. Ia

ris tunggal yayasan. Itu memberinya kekuasaan absolut, di atas kepala sekolah sekalipun. Ia membayang

i dari para siswa elit yang bodoh namun haus nilai. Klien-klien ini menjadi sumber informasinya, seperti akar yang menyerap nu

, Na

adalah tipe yang memakai kepintaran Ruga sebagai bantal tidur agar ayahnya tidak mengamuk. Wajahnya

da yang melihatnya berbicara dengan Ruga. "Kimia gue anjlok. Bokap gue bisa bunu

a dia masih ada di peringkat tiga padahal dia koma?" Ia mengajukan syarat yang

nya, Pangeran itu anak kesayangan Papa Kayana. Meskipun dia anak diluar nikah, dia dianggap penerus utama. Makanya Kayana benci dia,

kadar uang, tetapi perebutan pride dan trauma. Kayana, si Ratu Es, adalah korban di tengah

ngingetin dia sama Mama Tiri dan semua kepalsuan di hidupnya. Lo itu kayak cermin yan

a?" tanya Ru

tama Sejarah dan Filsafat. Lo lihat Fariz, temen deketnya? Itu Fariz sering joki ke lo, kan? Kayana pasti tahu lo adalah jalan

kebutuhan tersembunyi. Ruga adalah drug yang Kayana butuhkan, dan dia benci mengaku

agai gantinya, lo harus standby buat kasih gue informasi tentang perg

koknya asal gue lulus, gue nurut!" Ia m

wa beasiswa, ia adalah shadow power di balik Donatur N

telektualnya menyebar seperti api. Hal ini membuat beberapa siswa elit merasa terancam, terutama mereka yang berang

erasa gengsinya jatuh, dan ia menyalahkan Ruga. Ia harus membalas dendam untuk mendap

ya, sama-sama berotak kosong dan berdompet tebal, mengapitnya. Mereka terlihat s

an elit, hah?" cibir Bayu, nada suaranya dibuat keras agar didengar o

an rasa jijik. Ia membawa buku catatan kecil, selalu siap mencatat

utrisi. Sayang, di kantin sini nggak jual vitamin IQ," balas R

idor. "Anjing! Lo pikir lo lucu?! Cuma karena lo beasiswa, lo pikir lo

mulut suatu kasus. Gue worth lebih mahal daripada total sumbangan lo tahun ini. Jadi, mending

u ke wajah Ruga. Ini adalah titik di mana Ruga harus membalas dengan kekeras

k tikungan, berjalan dengan langkah anggun namun tergesa, diikuti Stella dan Fariz. Ia baru saja k

ngkat, siap menyerang Ruga yang dipojokkan. Ia

dan membiarkannya dipukul. Itu adalah skena

i selanjutnya just

lu ia gunakan saat mencabut papan nama Bayu. Tatapan yang membuat Bayu, si Donatur N

anya mengandung ancaman yang fatal. "Lo udah gue peringatin

ik. "K-Kaya. Ini, gue cuma-" Ia mencoba

nya beralih ke Ruga, seolah Ruga adalah barang berharga yang ia temukan di te

n Ruga. Ia melakukan hal yang sama sekali tak terduga: ia menyentuh lenga

n di kantin. "Gue yang harusnya bully dia. Gue yang berhak menyentuhnya. Gue yang berhak menghinanya. Lo

g ia miliki, yang hanya boleh disentuh olehnya. Ini b

alu kembali menatap Bayu, membe

ini. Dan lo ngerusak barang milik gue. Stella, panggil Wira. Gue mau Ayah lo nyabu

si adalah nafas bisnis keluarg

ah ini. Sekarang ju

birit. Mereka tahu ancaman Kayana bukanlah gertaka

wajahnya kembali datar. Sentuh

di bully. Lawan." t

h ngelawan kalau lo

ajahnya tidak bisa membohongi, Ruga, menatap mata seduktif penuh kebencian dari perempuan yang bahkan tingginya tidak melew

a memberikan penekanan pada perkataan. Tangannya yang mungil tanpa permisi memegang pipi pria berkacam

erkejut dengan kecepatan dan ketegasan Kayana dalam menghancu

a kemeja putih lo. Lo nggak mau ada nod

milik gue tanpa izin. Apalagi Donatur No. 15 yang murahan. Lo akan tetap di sini, menjadi yang paling miskin dan pal

lo? Atau mau gue memuaskan hasrat seksual lo? Tujuan lo gak berdasar, Kayana

ue cuma... Lo milik gue, lo barang gue, lo mainan gue. Lo harus nurutin semua perkataan gue.

mata Kayana. Keangkuhan ini terlalu besar untuk

u seberapa lo benci gue, tapi lo baru aja nyelametin gue dari hantaman tinju. Apapun alasanny

ang, gue akan joki otak lo sampai lo lulus

ikkan keadaan. Ia merasa seolah Ruga baru saja menciumn

eriak mundur, menjauh ke

a pikiran lo, yang bisa ngajarin lo Sejarah tanpa lo jadiin bahan bully. Dan gue tahu, nilai lo

yana membenci kegagalan, dan Ayahnya

u gue butuh lo untuk

a gue yang tau, ada nilai lo yang hancur parah. Dan lo udah berusaha nutupi

uga yang bersembunyi di balik kacamata. Sial. Dia b

sangat pelan. Ini adalah pengakuan yang menyakitkan. "Tapi

's not a free service. Lo harus bayar gue. Bukan pakai uang, tapi pakai waktu lo, dan lo harus nurut. Lo harus terbuka. No more bullyin

ktif. Jika Ruga membocorkan kelemahannya,

rpustakaan utama," putus Kayana, member

an akses ke Kayana Satiawan, si Ratu Es yang mustahil ditembus.

ang baca universitas elit, Ruga dan Kayana du

anpa coretan. Ruga membawa buku catatan lu

TK. Gue udah baca semua ini," ujar Kayana

sama lain. Lo cuma hafal. Itulah kenapa nilai lo jeblok, Kayana. Otak lo terlalu sibuk mikirin siapa

ak bisa menganalisis, ia hanya bisa menghafal

k menggunakan metode guru fo

angan ada. Konflik ada. Tapi nggak ada yang mau perang terbuka. Lo selalu takut sama Ayah lo, kan? Tapi lo

mengajar Sejarah, ia sedang mengaj

ru Kayana, ham

i Ayah lo, tapi lo melakukan segala cara buat dia bangga, sama kayak Uni Soviet dan Amerika yang saling bunding di belakang layar. Lo te

ka lamanya, luka trauma dan kebutuhan akan validas

tuh lo jadi psikolog

i sakit sayang," Ruga berbisik, na

an. Lepasin pride lo sebentar. Lo nggak perlu

iskin, yang kini terasa seperti satu-satunya orang yang benar-ben

ita lanjut. Gue mau lo jujur sama gue. Tentang P

ya pucat. Ruga telah men

in apa!" Kayana menyangkal

ncaman terbesar lo, kan? Kalau lo mau gue bantu lo, lo harus jujur. Gue cuma percaya otak gue. Dan otak g

a lebih besar daripada pride-nya s

," ujar Kayana, suaranya hampir tidak terdengar. Ia

ana akan menghubunginya. Ia sudah menana

, Kayana meninggalkan tablet mahalnya di meja. Ruga mengambil tablet itu, menggeser

lamnya, ada salinan dokumen hukum yang rumit, surat-surat dari rumah sakit jiwa (RSJ) Ibu

at sedang bicara serius di area rooftop. Pangeran terlihat panik, Kayana terlihat marah

egang name tag

mbalikan tablet ke tempatnya, merapikan

*

ersiap memenuhi tugas jokinya dari beberapa kl

52-xx

elamat

omor

kan saya

di save

h satu yang diberikan nomor personalnya secara suka rela. Apalagi Galih, teman Kayana yang sepertinya punya niat terselubung t

ug

I'm your p

terlalu

ay

u

ug

t c

enya ke kasur. 'Dasar oran

konspirasi besar di Yayasan Melody, konspirasi yang melibatkan Kepala Sekolah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pemuda Jatuh Dari Rooftop2 Bab 2 Pembully Cantik dan Kuman Miskin3 Bab 3 Pembully Cantik Membela Mangsanya4 Bab 4 Ciuman Balas Dendam5 Bab 5 Ciuman Perlindungan6 Bab 6 Pembully Yang Dilindungi oleh Terbully7 Bab 7 Dua Hati Yang Bertabrakan8 Bab 8 Ciuman dengan Pembully yang Rapuh9 Bab 9 Pembully dan Terbully Pacaran10 Bab 10 Bukti Kejahatan Ayah Kayana11 Bab 11 Ciuman Pengakuan Cinta Yang Tertunda12 Bab 12 Cinta Jarak Jauh Dengan Misi Besar13 Bab 13 Awal Kepemimpinan Kayana14 Bab 14 Proyek Pembangunan Kampus15 Bab 15 Ciuman Dalam Perdebatan Pertama16 Bab 16 Kayana Ingin Putus17 Bab 17 Siasat Baikan Ruga18 Bab 18 Dating Petaka19 Bab 19 Kayana Jatuh Dari Rooftop20 Bab 20 Ekspansi Bisnis21 Bab 21 Tiga Bulan Koma22 Bab 22 Delapan Bulan Koma23 Bab 23 Teka-teki Pangeran dan Kejahatan24 Bab 24 Lima Tahun Koma25 Bab 25 Penelitian Di Zuritch26 Bab 26 Saingan Bisnis Pertama27 Bab 27 Bangkitnya Kayana Dari Koma28 Bab 28 Kayana Kuliah Lagi29 Bab 29 Satu Apartemen30 Bab 30 Kayana Kolaps31 Bab 31 Debat Perusahaan32 Bab 32 Lamaran Dadakan33 Bab 33 Ritme Setelah Pernikahan34 Bab 34 First Night🔞35 Bab 35 Nostalgia36 Bab 36 Cemburu37 Bab 37 Kembali Pulang38 Bab 38 Perkara Bolu Pisang39 Bab 39 Awal Kehamilan40 Bab 40 Alergi Ruga41 Bab 41 Gender Reveal42 Bab 42 Tutorial Punya Bayi43 Bab 43 Persiapan Anak44 Bab 44 Membela Yang Lemah45 Bab 45 Kayana Kembali Bekerja46 Bab 46 Zoya Kayana Indra47 Bab 47 Bayi Zoya48 Bab 48 Situasi Genting49 Bab 49 Kebakaran50 Bab 50 Pangeran dan Calon Istri51 Bab 51 Akhir Keluarga Bahagia (Tamat)