icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Bab 3 Part 2 | An Agreement

Jumlah Kata:1463    |    Dirilis Pada: 08/11/2022

l langsung membawa Alle ke mansion besarnya, ingin membicarakan ba

mandi, membuat Alle hanya tersenyum dan mengangguk. Menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan

lu sold out sesaat setelah launching, dia memiliki boutique, dirinya juga telah dikontrak oleh label perusahaan fashion ternama untuk menerbitkan hasil karyanya dan bekerja sama dengan mereka. Ba

ih menggunakan bathrobe selagi menunggu Earl keluar, walaupun Earl sudah menawarinya dan tentu pria itu tidak akan bisa melihatnya mandi di balik

erundungan karena cacat yang dimilikinya, untuk pertama kalinya, ada seseorang yang datang padan

g bermain juga belajar bersama. Alle masih menggunakan alat bantu dengarnya, namun karena Earl, untuk pertama kalinya akhirnya dia berani mengungkapkan apa yang dia rasakan. Mengatakan ingin belajar memahami gerak bibir seseorang agar bisa terlepas alat bantu

habat dengan pria yang berhasil mencuri hatinya. Bohong jika Alle tidak memiliki rasa pada Earl, begitu mudah membuat dia jatuh cinta pada Earl, perlakuan pria itu yang begitu lembut dan sangat menghargainya, perhatian-pe

perlindungan yang diberikan Earl, juga Earl yang memperlakukannya dengan begit

menjadi tempat berkeluh kesah pria itu Alle sudah senang, setiap perlakuan dan perhatian Earl pun membuat Alle tidak bisa mengendalikan hatinya untuk tidak semakin jatuh cinta pada Earl. Namun, rasa insecure itu membuat dia selalu menahan diri, memilih memend

Earl mengatakan hal yang seolah menjadi bom mematikan untuknya. Tentang perasaan cinta pria itu

ang salah jalan dan terpesona dengan adik yang seharusnya ia sayangi, bukan ia cintai layaknya seorang wa

apa, dirinya telah menasehati Earl untuk menghentikannya, namun pria itu justru marah padanya dan mendiamkannya. Walau be

leh siapa pun, tentang kisah cinta juga semua luka yang menyertai hidupnya. Alle pelan-pelan menyibukkan diri untuk menjalankan usaha boutique-nya, dirinya yang telah begitu tertarik dengan dunia fashion sejak High Sc

sepertinya semesta tidak merestuinya, di saat dia telah bersusah payah memantapkan hati untuk berjalan maju dan melupakan

bertemu, rasa yang masih ada dan baru saja berusaha untuk Alle hapus itu nyatanya membuatnya lemah saat mendengar nada putus asa Earl yang menghubunginya. Ta

*

n padamu." Alle menatap jauh pemandangan di depannya yang berisi deretan mobil mewah milik Earl. Keduanya te

atnya itu kini terasa begitu jauh, nada bicara Alle tidak selemb

nggenggam tangan Alle dengan tatapan sendunya, membuat Alle mengalihkan tatapannya dan menatap dalam pada Earl,

erjadi karena sebuah alasan dan bukan karena cinta, aku ingin, aku dan dirimu, tetap menjalani peran sebagai suami dan istri, aku ingin memiliki pernikahan seperti Mommy dan Daddy, yang saling mengasihi dan melengkapi, merajut asa dalam bahte

u menceritakan cita-cita sederhananya itu. Di saat teman-teman perempuannya yang lain, sibuk menceritakan tentang kekasih mereka, Alle sudah memiliki cita-cita itu, mengatakan ingin memiliki pernikahan yang bahagia seperti Mommy dan Daddy-nya. Tapi, diriny

ingkai wajahnya, mengecup lembut punggung ta

ebagai suami, tentu aku akan sangat bahagia, saat kau menjalani peranmu sebagai seorang istri. Aku akan merasa spesial karena dilayani dan disayang olehmu. Istri dan su

iliki perasaan yang sama dengannya dan melupakan Valeria. Orang bilang, cinta bisa datang karena terbiasa dan rasa nyaman kan? Alle ingin membuktikan itu,

Gumam Alle membalas tak

menyayan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
“Ini tentang Alle yang mencintai sahabatnya -Earl Sanders-, namun sang sahabat mencintai wanita lain yang tidak seharusnya pria itu cintai. Sebuah permintaan dari Earl tentang pernikahan untuk menutupi hubungan terlarang itu membuat Alle setuju. Dia akan mempertaruhkan hidupnya untuk membuat Earl juga mencintainya, walau dia tau resikonya, dan tentu perjuangannya tidak akan mudah, akan selalu ada rasa sakit yang harus dia rasakan di setiap langkah, namun dia tetap akan mencobanya. Mendapatkan cinta dari sang sahabat. Namun, sebuah fakta terungkap, Earl yang mengetahui jika Alle mencintainya dan melanggar janji persahabatan mereka sangat murka. Dia melakukan kesalahan fatal dengan mengusir wanita itu dari hidupnya, di saat Alle tengah hamil anak mereka. Bagaimanakah kehidupan Alle selanjutnya yang harus berjuang sendiri dalam keadaan hamil? Apakah Earl menyesali apa yang telah dia lakukan pada Alle?”