icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Bab 9 Part 8 | Moment With You

Jumlah Kata:1454    |    Dirilis Pada: 08/11/2022

ayu melihat wanita yang dicintainya baru saja kelu

e yang baru saja keluar dari kamar mandi masih dengan wajah kesalnya, dirinya harus te

ku!!" Vale berteriak keras, memukul perut Jerem

rujar lembut, masih memeluk Vale dari belakang dan

embencimu!!" Vale masih berusa

awa senang, sedang Vale semakin berteriak kesal, berhasil lepas dari kungkungan J

emua ini!!" Vale kembali berteriak denga

u kepuasan yang tidak akan kau dapatkan dari Earl. Bukankah Earl selalu menolakmu, heum? Tidak lebih dari ciuman, aku benar? Tidak perlu tau dari mana aku mengetahuinya. Coba kau tanyakan kembali pada hatimu, apakah Earl benar-benar

e berteriak dengan emosi yang berapi-api, membuat Jeremy ter

membeku, Jeremy tidak lagi memaksakan pelukannya, pria itu memeluknya begitu lembut, membuatnya merasa terlindungi, juga ciumannya yang penuh kas

n dengan senang hati melihatnya, walau aku harus tersiksa menahan sesuatu." Jeremy melepaskan pelukannya dan telah kemba

enggeleng dan lagi-lagi mengulum senyumnya, pria itu lalu memilih

enyum senang saat melihat banyaknya pes

au menyesal." Jeremy menggumam, lalu kemba

g, sebelum mommy dan daddy curiga, dan mungkin kita tid

ndapat balasan pesan dari partner barunya yang mungkin se

a Earl sebagai misi pertamamu, karena aku berhasil d

mengalami rasa sakit yang ia rasakan akan penolakan berkali-ka

*

saat kembali padanya membuat A

kini merasa menjadi wanita jahat yang berpura-pura tidak tau apap

mutuskan unt

pada Alle dan pelan-pelan menyunggingkan senyumnya. Kenapa Alle selalu begitu sempurna memainkan perannya sebagai istri yang cemburu buta. Wajahnya yang

menjadi suami yang romantis dan menikmati honeymoon ini. Kau tau kan, aku sangat benci ingkar janji dan aku juga sangat benci orang yang mengingkari janjinya." Earl ters

adalah konsekuensiku. Aku bersiap menerima semua kebencianmu dan jika harus menghilang dari hidupmu. Tapi, sebelum itu, ijinkan aku untuk menyiapkan diriku menerima

s? Apa aku menyakitimu?" Tan

jak kau mengikatnya dalam pernikahan pals

kita di sini, yang mungkin aku tidak akan bisa ke sini lagi dan memiliki momen yang

dy pasti akan dengan senang hati mengijinkanmu." Earl mengacak gemas rambut Alle, lalu menggenggam tanga

*

erpa wajahnya. Alle memejamkan matanya, berpegangan erat pada ra

mikirkan banyak hal yang terjadi dalam dirinya, dan berterima kasih pada di

setiap hal yang terjadi antara dirinya dan Alle, sahabat yang telah menemani l

ni dia terluka, bagaimana kau disebut seorang sahabat jika kau

mi yang pengertian dan super perhatian untukn

idak lupa kan maksud dari pernikahan ini adala

li berkonfrontasi, pria itu mendecak kesal, dan dengan langka

ya Earl yang kini mencoba menjalani

menikmati semua ini sekarang. Persetan dengan semua luka yang sedang ia tanam sendiri sekarang ini, meminta Earl bersandiwara

ngkan tangannya pada leher Earl dan tersenyum manis, membuat Earl terpakut untuk sejenak, wajah Alle begitu de

an alat bantu dengar yang ada di telinga wanita itu, ya

enyentuh telinga Alle, membuat Alle ikut terseny

banyak momen saat bersamamu," ung

asa rendah diri apalagi karena kau mengkhawatirkan namaku, aku akan lebih sedih jika kau mengkhawatirkan aku tapi tidak memikir

" Alle tersenyum, lalu mendoro

antusias, Earl yang melihatnya langsung mengacak gemas

itu mengabadikan semua momen itu, wajha antusias Alle, senyum yang tidak pernah lepas

telah selesai dengan pakaiannya, Earl menarik wanita itu men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
“Ini tentang Alle yang mencintai sahabatnya -Earl Sanders-, namun sang sahabat mencintai wanita lain yang tidak seharusnya pria itu cintai. Sebuah permintaan dari Earl tentang pernikahan untuk menutupi hubungan terlarang itu membuat Alle setuju. Dia akan mempertaruhkan hidupnya untuk membuat Earl juga mencintainya, walau dia tau resikonya, dan tentu perjuangannya tidak akan mudah, akan selalu ada rasa sakit yang harus dia rasakan di setiap langkah, namun dia tetap akan mencobanya. Mendapatkan cinta dari sang sahabat. Namun, sebuah fakta terungkap, Earl yang mengetahui jika Alle mencintainya dan melanggar janji persahabatan mereka sangat murka. Dia melakukan kesalahan fatal dengan mengusir wanita itu dari hidupnya, di saat Alle tengah hamil anak mereka. Bagaimanakah kehidupan Alle selanjutnya yang harus berjuang sendiri dalam keadaan hamil? Apakah Earl menyesali apa yang telah dia lakukan pada Alle?”