icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Pertama Adinda

Bab 8 Seragam

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 28/10/2022

a terlihat kesal dan muram. Mahesa kemudian menatap satu per satu temen kelasnya dengan tajam, membuat mere

sebelah Mahesa. Dinda tak peduli dengan kemarahan Mahesa yang sudah terli

arang kenapa lo duduk sih?

ang buat ambil seragam lo," kata Dinda seraya mengeluarkan novel dari dalam tasnya dan sudah siap membaca

mutuskan untuk pergi dari kelasnya dan keluar dengan menente

sebelumnya. Dinda menoleh ke arah Helen dan ia mengangkat bahunya. "Ihh, aneh deh lo!" kata Helen heran. Helen

rgian Mahesa. Sedikit merasa bersalah karena telah menggoda Mahesa dengan parfum ya

ta Helen yang membuat mata D

" tanya Dind

awa tas sekolahnya!" ja

tempatnya duduk dan segera menyusul Mahesa setelah Helen be

nemukan keberadaan Mahesa sama sekali, Mahesa sungguh tak terlihat oleh kedua matanya. Rasa cemas hinggap begitu

adu kesakitan tapi ia kemudian langsung saja diam kala bau parfum melati yang sangat menyengat itu menusuk hidungnya. Din

o pergi ter

balas menatapnya dengan senyum sinis. Pe

ningnya dengan heran, tapi akhirnya ia menuruti saja permin

tanya Adinda

k kelas sudah berbunyi. Mendengar permintaan Mahe

an-pelan ke arah Adinda yang mundur pelan-pelan juga sembari menatap Mahesa takut-takut. "Hes, gue

rjalan mendekat. Seketika itu pula Dinda hampir menjerit takut, untung

dan meminta Mahesa dengan isyarat matanya untuk melepaskan tangannya dari mulut

na jauh! Gak usah mikir mesum gitu!

esum ke lo! Otak lo aja yang udah me

a gue lepasin baju gu

ru di koperasi siswa tapi gak ada yang ukuran kayak gue, adanya yan

meneliti dengan seksama baju seragam itu dan mendelik melih

h dibawah

lo

ini XL, ukuran gue,

ue?" tanya Dinda heran. Ma

palagi lo pake seragam gede ka

n gue, gerah! Apalagi sekolah bawaannya

gue mau lo tukar baju lo dengan sera

awab Dind

Dinda sampai menatap heran ke arahny

selama sebulan keliling malang!" kata Dinda sedikit angkuh. Ia mencuri-curi pandang dengan tang

inya ya lo harus tanggung jawab, Din," kata

, gue bawa bajun

Mahesa. Dinda menghela napas berat, ia sama sekali tak habis pikir dengan Mahesa yang punya

ng sudah manyun. "Ya sudah siniin baju seragamnya,"

g ia beli kepada Adinda dan Adinda menerimanya lalu ia berlal

menoleh ke arah kelasnya, guru kesenian belum mas

hat Dinda keluar dari kamar mandi tersebut dengan baju seragam yang pas di tubuhnya. Di

jadi deg-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Pertama Adinda
Cinta Pertama Adinda
“Mahesa Putra Adiswara adalah seorang lelaki dingin pecinta buku. Kehidupannya sehari-hari di sekolah ia habiskan dengan berada di perpustakaan. Impiannya adalah menjadi seorang dokter psikologi agar Ibunya bisa ia rawat sendiri. Dinda Adiswara adalah seorang siswi cantik yang lugu dan energik. Kebiasaannya yang ingin tahu banyak hal dan tak pernah merasa puas membuatnya menjadi siswi teladan di sekolahnya. Dinda dan Ayahnya hijrah ke Malang. Di Malang, ternyata Dinda satu sekolah dengan Mahesa Putra. Keduanya bertemu saat terlambat sekolah dan memanjat dinding. Keduanya semakin dekat setelah menjalani hukuman bersama, semakin dekat setelah ternyata keduanya satu kelas bahkan satu bangku saat duduk. Rasa ingin tahu yang besar membuat Dinda menempel terus ke Mahesa yang memiliki banyak pengetahuan. Hubungan keduanya semakin dekat. Cinta Raditya sang ketua Osis yang ditolak Dinda membuatnya marah. Ia kemudian berencana menghancurkan hubungan antara Mahesa dan Dinda dengan mengangkat masalah keluarga Mahesa. Siapa yang tahu bahwa ulah Raditya itu ternyata mengangkapkan fakta bahwa Mahesa yang selama ini berpacaran dengan Dinda adalah kakak kembarnya sendiri yang dibawa pergi Ibunya setelah Ibunya cerai dengan Ayahnya. Lalu bagaimanakah cara bagi Dinda menguasai hatinya yang sudah terlanjur jatuh cinta kepada Mahesa? Benarkah Mahesa adalah kakak kembar lelaki Dinda?”