icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Pertama Adinda

Bab 6 Firasat

Jumlah Kata:1073    |    Dirilis Pada: 28/10/2022

enar-benar nihil, Mahesa belum kelihatan batang hidungnya. Safira menggigit bibir bawahnya sesekali seraya mondar mandir tak jelas di depan pintu rumahny

ena sedari pagi dadanya terus saja berdebar-debar tak karuan. Entah mengapa dadanya be

lalu ia tak melihat Mahesa, melainkan orang lain yang sedang mengendarai mo

tnya sedikit tersentak. Safira melihat jam di pergelangan tangannya dan segera

ira saat telepon rumah itu s

sedang apa?" jawab lelaki

Mahesa pulang, ma

n Mahesa pulang?" ta

s, takut terjadi sesuatu kepada Mahe

hubungi?" tanya s

as," jawa

" tanya kembali sang

ir ke toko buku dan setelah itu aku gak bi

," tutur sang suami kembali yang me

a kembali dengan wajahnya yang b

gan kamu berdebar itu karenaku, soalnya aku merasa ada orang

pada sang suami, di seberang sana sang suam

emu di rumah nanti petang," kata

a juga menjawab salamnya di seberang sana dengan lembut tak lupa sang suami juga menyematka

n dengan setengah berlari ia menuju pintu rumahnya. Safira menghela napas lega saat melihat sang putra pulang ke rumahnya. Mahesa

esa heran karena tak biasanya sang mama me

awab Safira jujur. Mendengar h

g mama untuk masuk ke dalam rumah. "Mahesa dari toko buku, kan tadi Mahesa udah pamit ke mama,

sama kamu. Gimana nanti kalau kamu nikah?" tanya S

kata Mahesa lagi meyakinkan sang mama. Safira hanya tersenyum kecil meski hatinya sangat bahagia saat Mahesa mengatakan hal ter

pipi kiri Safira dan meninggalkan perempuan itu untuk naik ke atas kamarnya. Saf

bar-debar meski Mahesa sudah pulang. Perasaannya masi

ke

ynya dan ia membukanya pelan. Di balik sampul buku diarynya ia mengeluarkan sebuah foto kecil yang tiba-tiba saja langsung membuat dadanya bergemuruh hebat saat ia memandang dengan seksama foto bayi kembarnya. Salah satu bayi dalam foto itu memakai bandana, Safira meraba bayi

ndukanmu, pu

*

sang ayah menanyakan soal seragam seko

tu, nak?" tanya sang a

ng juga telat masuk sekolah?" tanya Adinda dan lelaki paruh baya itu

ng Ayah yang masih tak paha

nginjak punggungnya buat naik tembok sekolah biar gak

yi?" Imbuhnya berkilah saat melihat tatapan sang anak yang m

di sana," jawab Adinda masih dengan t

al

h hukuman bersihin kamar mandi pa

sang ayah merasa bsrsalah. Adin

a beberapa teman cowok lainnya juga," papar Adinda santai tapi t

anya berdebar-debar mendengar nama pemuda yang disebutkan

embok, plus bajunya basah saat nolongin Dinda yang hampir jatuh di kamar mandi. Makanya se

he

ma dengan na

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Pertama Adinda
Cinta Pertama Adinda
“Mahesa Putra Adiswara adalah seorang lelaki dingin pecinta buku. Kehidupannya sehari-hari di sekolah ia habiskan dengan berada di perpustakaan. Impiannya adalah menjadi seorang dokter psikologi agar Ibunya bisa ia rawat sendiri. Dinda Adiswara adalah seorang siswi cantik yang lugu dan energik. Kebiasaannya yang ingin tahu banyak hal dan tak pernah merasa puas membuatnya menjadi siswi teladan di sekolahnya. Dinda dan Ayahnya hijrah ke Malang. Di Malang, ternyata Dinda satu sekolah dengan Mahesa Putra. Keduanya bertemu saat terlambat sekolah dan memanjat dinding. Keduanya semakin dekat setelah menjalani hukuman bersama, semakin dekat setelah ternyata keduanya satu kelas bahkan satu bangku saat duduk. Rasa ingin tahu yang besar membuat Dinda menempel terus ke Mahesa yang memiliki banyak pengetahuan. Hubungan keduanya semakin dekat. Cinta Raditya sang ketua Osis yang ditolak Dinda membuatnya marah. Ia kemudian berencana menghancurkan hubungan antara Mahesa dan Dinda dengan mengangkat masalah keluarga Mahesa. Siapa yang tahu bahwa ulah Raditya itu ternyata mengangkapkan fakta bahwa Mahesa yang selama ini berpacaran dengan Dinda adalah kakak kembarnya sendiri yang dibawa pergi Ibunya setelah Ibunya cerai dengan Ayahnya. Lalu bagaimanakah cara bagi Dinda menguasai hatinya yang sudah terlanjur jatuh cinta kepada Mahesa? Benarkah Mahesa adalah kakak kembar lelaki Dinda?”