icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Beta Romeo and His Rogue

Bab 8 Lebih Dari Itu

Jumlah Kata:1373    |    Dirilis Pada: 03/09/2022

k untuk tidak takut berhadapan dengan kaum immortal yang usianya bisa lebih dari ratusan tahun itu. Karena

tu semakin membelalakkan matanya. Ia tak tahu jika Romeo benar-ben

tajam Romeo untuk tetap tenang dan percaya padanya, tapi itu tak membuahkan hasil. Rena menyembunyikan wajahnya di

kin tak mengenakkan. "Beta Romeo." Suara yang keluar dar

malam yang seolah mengintip semakin beterbangan. Suasana yang semula mencekam semakin m

a sedikit lega setidaknya badan Romeo tidak merasakan sakitnya cakaran vampir–untuk saat ini. Bulir

ong terlalu kuat. Mencari cara agar Rena tak melihat adegan mengerikan di depan matanya. Ia mencoba mengalihkan pik

sang vampir meringis kesakitan. Luka yang Romeo berikan tak membuat pria itu melem

api ia ingat bahwa di sini bukan daerah kekuasaannya. Semakin runy

mbil ancang-ancang untuk pergi karena su

eriak sambil memegang kepala

mat. Setidaknya karena dirinya pula Rena sampai di tahap ini, jika saja ia tak menuruti a

kin mual. Romeo terengah-engah sambil mengusap bibirnya yang sedikit koyak karena begitu kerasnya ia menggigit leher mayat hidup itu. Sedari

rpancar di wajah Romeo walaupun pria

ng batu di belakangnya. Sedangkan Romeo masih

yang mencoba berdiri akhirnya memilih menjadikan baju Romeo sebagai

g memakai jaket kulit mema

memeluk Rena tak mengizinka

mpah ini selama ... dua belas menit?" Pria itu melihat arloji

buat Romeo

e-mu sendiri, hm?" Pria itu menyandarkan tubuhnya di sisi

eram, tangannya semakin mengepal. Bisa-bisan

agaimana bisa pria bodoh ini membenci matenya sendiri." Romeo ingin menghampiri tapi dicegah oleh Rena

asib sama seperti pria bodoh itu!" Em

u ingin melakukan ini terhadapku? Lucu sekali. Dengan sekali menjentikkan jariku m

yang pria itu katakan

h dan ternyata ada tontonan gratis yang mengasyikkan." Sambil men

yang tidak mempunyai denyut nadi serta alira

u yang memang sudah berubah saat ini tapi itu semua tidak ada pengaruh apa pun untuknya. Kau tetaplah pernah menjadi seorang rogue dan status

k!" umpa

itu karena memberitahunya untuk benar-benar menjaga hati. Rena tahu, hari ini ia

lagi. Aku sudah cukup lelah untuk hari ini." Romeo yang su

n pria itu. "Kau ... bisa 'kah mampir ke istana terlebih dulu

erlebih kepadamu. Dan ...." Romeo menggantungkan kata-katanya. "Jangan pernah berpikir

mbuatnya semakin naik darah. Ia bisa

a yang Romeo katakan, tidak sama sekali. Jika Moongoddess sudah memberikan takdir yang seperti

pi tidak bagi Werewolf. Seumur hidup mereka hanya memiliki satu pasangan yang akan terhubung. Jika mati maka pasangannya pun ikut mati begitu juga dengan yang lain. 

akan langsung menandai betinanya meskipun dalam keadaan berbahaya sekalipun. Hubungan yang sangat intim membuat

ah membuatnya semakin tak nyaman. Rasa seperti tersengat listrik dengan berkekuatan kecil. Namun, tidak membuatnya sak

sambil tangannya membuka hend

Dan, berhentilah bersikap sok polos." Ucapan Romeo membuat Rena me

h dari seorang jalang. Ia tidak naif, jika Jordan memberikannya kasih sayang ia akan terima dan meng

gi kesopanan Rena kembali membuka pintu yang sempat tertu

i dan melemparkannya ke kursi yang sempat diduduki. "Jika saja aku bisa memilih takdir, akan aku pastikan bertemu de

ung. Dan ia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Beta Romeo and His Rogue
Beta Romeo and His Rogue
“Rena Schaaci adalah seorang rogue yang tersesat di The Lightcrown Claws Pack. Ia mencari saudara laki-laki yang telah meninggalkannya di hutan lebat dan tak kunjung dijemput. Insiden yang menimpa dirinya membuat ia harus kehilangan seluruh anggota keluarga. Romeo Riley adalah seorang beta yang selalu membunuh para rogue, terutama yang menjadi incarannya selama ini adalah Rena Schaaci, seorang pelayan yang akhirnya bertugas di dapur istana. Bertahun-tahun keinginan dirinya adalah memusnahkan seluruh rogue di atas muka bumi, dan itu adalah Rena, matenya sendiri. Romeo tahu, jika ia menyakiti Rena, itu sama saja menyakiti dirinya sendiri terlebih saat Rena akhirnya pasrah dengan keadaan. Wanita itu lebih memilih menghilangkan semua ingatan yang kelam dan beralih menjadi pribadi yang baru. Cinta di antara mereka adalah cinta yang menyakitkan. Cinta yang bisa membuat siapa saja sedih saat membaca.”