icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kala Senja Berakhir

Bab 9 Halaman belakang sekolah

Jumlah Kata:1109    |    Dirilis Pada: 06/08/2022

ngan ibu saya gandeng, ya. Anggap saja saya duplikat suami ibu pas ma

. Belajar yang bener, jangan pacaran mulu." Di

deket sama cewek aja di

h, ya?

ak Mak Lampir. Makanya saya sering kabur darinya

an Rendy, matanya melotot memberi

ng akhir-akhir ini bumil satu ini jadi lebih dekat dengan anak didiknya. Beda dengan yang dulu, orangnya gal

yang salah pilih, Bu. Kena pukul m

t," bisik Erwin sembari menggapit l

rencana mereka yang ingin kabur dengan alasan mengantarnya ke ruang guru. Mereka

ejer rapi mengitari lapangan memasuki musim bunga. Sejak sekitar 2 pekan lalu, pohon ini mulai mengeluarkan kuncupnya yang lucu. Kuncup yang sebesar biji kurma dan berwarna merah jambu, kini serentak menampilkan pesonanya. Orang seri

*

D

lu menatap layar, ada nomor tak diken

olah di taman belakang.' Ia se

'

h ajak temanmu

ndy maks

Siapa

e, tungg

ponsel ke dalam saku c

i Gita," ia melihat Rendy yang tampak melongo.

angkupkan kedua telapak tangan lalu diletakkan d

ri menopang dagu, telunjuk kanan diketuk-ketukkan di atas meja. Dirinya masih

u, ya," pintanya memelas kepada Reik

?" bisiknya

ebenarnya tanpa merengek pun, Reika dengan senang hati menemani Gita. Namun, pikiran Gita yang masih kalut membuat

kasih," jaw

Kriii

ini telah usai. Semua penghuni kelas berhamburan, kec

u jadi risih. Lagipula aku tidak ingin dia mengikutiku karena

rnya kita mau menemui siap

"Er

a bertanya, tapi sebenarny

uju belakang sekolah. Irama jantung berdetak tak beraturan, kenapa ini? Ia b

wa yang baru saja pulang. Untungnya hari senin tidak ada jadwal ek

galak seperti biasa, agar tidak tampak oleh Erwin jika sebenarnya ia merasa bimbang. Dalam hati ia me

ng berhadapan, seperti utusan

kencang, daun dan debu beterbangan. Gerombol rumput kering menggelinding terbawa angin melewati me

terurai melambai tertiup angin. Beberapa helai menutupi wajah gadis yang kini sudah memakai ikat kepala putih dan baju zirah, l

alan Rendy saja yang terlalu banyak

ku ingin bicara berdua saja," kata Gita menunj

a Rendy dengan cengir kuda. Gita

mereka berdua, dia jadi salah tingkah sampai-sam

gitu sampai di depannya. Reika menggeser se

Ren. Bagai

ya. Serasa nonton bioskop," katanya kepada Reika tentang dua siswa ditengah taman yang kini sedang 'bers

y, diungkapkan dengan lembut. Membuat dada pemuda itu berdesir. Matanya seakan menghipnotis, dimasukkan kembali ponsel itu ke dalam sa

"Mau

awab Rendy dengan senyum y

t menekan nomor yang tertera di laya

aat melihat tingkah konyol pemuda yang duduk di samping. Dagu ditopang t

Rendy sambil terus m

Pura-pura tidak menghiraukannya. Ia tidak tahan jika bersandiwara se

rhembus lembut membelai pipi Reika ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kala Senja Berakhir
Kala Senja Berakhir
“'Reika, aku tahu hari ini pasti akan datang Hari di mana aku tidak bisa lagi melihatmu Melihat wajah dan senyum manismu Senyum yang menyempurnakan hari-hariku. Aku tahu ini sulit. Namun aku berharap engkau bisa menemukan kebahagiaanmu suatu hari nanti. Aku yakin engkau bisa melewati semuanya karena akan selalu ada orang yang menyayangimu. Bagiku engkau masih yang terindah di antara kumpulan warna bunga karena kau adalah Reika Abigaillis'. Sepucuk surat perpisahan yang urung diberikan diremas hingga menjadi bulatan kertas kusut ditemukan dalam saku kemeja Rendy. Sebuah ungkapan dari hati yang ia buat semalaman saat ia terjaga di atas ranjang. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya, akankah kisah mereka berakhir manis? Simak keseruan mereka yang dikemas dalam cerita sederhana ini.”
1 Bab 1 Peristiwa di kamar mandi 2 Bab 2 Rendy 3 Bab 3 Kenalan4 Bab 4 Pengeroyokan di taman kota5 Bab 5 Keluarga Reika6 Bab 6 Panggilan orang tua7 Bab 7 Ciuman di lorong sekolah8 Bab 8 Di ruang OSIS9 Bab 9 Halaman belakang sekolah10 Bab 10 Awal kisah Erwin dengan Gita11 Bab 11 Senja di teras rumah12 Bab 12 Masa lalu ayah Erwin13 Bab 13 Dari jendela ke jendela14 Bab 14 Keseruan di pagi hari15 Bab 15 Terima kasih16 Bab 16 Di bawah pohon mangga 17 Bab 17 Nyanyian kode18 Bab 18 Camping mini di belakang rumah19 Bab 19 Liontin kembar20 Bab 20 Insiden di halaman sekolah