icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kala Senja Berakhir

Bab 4 Pengeroyokan di taman kota

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 06/08/2022

ngan memakai setelan hitam, kontras dengan kulitnya yang putih. Rambut diikat dibelakang dengan memakai pita biru muda. Membua

Mau pergi ke ma

berdiri di samping gerbang, memberi jalan agar mobil papanya b

meja putih dan dibalut dengan setelan jas warna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu. Di sebelahnya ada seorang wanita tampak tersenyum ramah

engannya. Kenalkan, nama saya Rendy,

Saya Johannes, papanya Reika." Kuat

. Sudah agak siang," pamit Johannes

Pak. Hati-hat

belum banyak kendaraan melintas. Hanya ada beberapa sepeda yang berjalan santai beriringan. Juga s

gnya sinar mentari. Namun, karena sekarang masih bediding, terlebih hari minggu,

ju taman kota yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Ia harus melewati kompleks perumahan elit, yang setiap hari minggu pagi terdengar suara instruktur senam berteriak

ain bola. Tingkah mereka sangat arogan, mereka tidak peduli b

menoleh dari mana

ing di atas bola. Dengan gayanya yang sok seperti jagoan dengan kedua tangan berkacak pinggang. Tem

a maaf soal di

tkan ini, dan kau datang dengan entengnya minta maaf. Memang bukan kamu yang memuku

dari itu. Ak

onsekuensinya." Tyo mulai merada

elah ini semuanya selesai, ak

mengangguk dan mengatakan ya dengan tid

isa berdiri. Bukannya Rendy tidak berani atau tidak mau membalas, tapi sesuai dengan niat awalnya kalau ia akan menyelesaikan permasalahnnya dengan Tyo se

kan Tyo yang sudah kalap. Tyo melemparkan 5 lembar ratusan ribu ke tanah, dengan senyum sini

sudah bosan dengan perkelahian atau tawuran antar pelajar yang seringkali terjadi di kota Surabaya ini. Intensitas perkelahian yang melibatkan beberapa kubu di kota ini cuk

a. Perlahan bangkit berusaha duduk di bangku taman, dengan kaki sedikit pincang ia melangkah gontai sembari tangannya meraih sesuatu untuk dija

i tidurnya. Badan terasa sakit semua setelah perkelahian tadi. Ia tidak tahu berapa lama tertidur d

an bibir berlumur darah. Ia terkejut melihat anak itu ternyata adalah Rendy, yang tadi pagi sempat berkenala

wabannya, Johannes membopong tubuh pria kecil itu masuk ke mobil di jok belakang. T

tahu saya habis berkelahi,"

s papamu tahu, nanti bakal dipr

nta Rendy memotong perkataan Johannes,

h, matanya terpejam. Di dalam benaknya ia heran, keluarga ini baik sekali padahal baru kenal. Mama Reika membantunya melepas hoodie yang masih menempel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kala Senja Berakhir
Kala Senja Berakhir
“'Reika, aku tahu hari ini pasti akan datang Hari di mana aku tidak bisa lagi melihatmu Melihat wajah dan senyum manismu Senyum yang menyempurnakan hari-hariku. Aku tahu ini sulit. Namun aku berharap engkau bisa menemukan kebahagiaanmu suatu hari nanti. Aku yakin engkau bisa melewati semuanya karena akan selalu ada orang yang menyayangimu. Bagiku engkau masih yang terindah di antara kumpulan warna bunga karena kau adalah Reika Abigaillis'. Sepucuk surat perpisahan yang urung diberikan diremas hingga menjadi bulatan kertas kusut ditemukan dalam saku kemeja Rendy. Sebuah ungkapan dari hati yang ia buat semalaman saat ia terjaga di atas ranjang. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya, akankah kisah mereka berakhir manis? Simak keseruan mereka yang dikemas dalam cerita sederhana ini.”
1 Bab 1 Peristiwa di kamar mandi 2 Bab 2 Rendy 3 Bab 3 Kenalan4 Bab 4 Pengeroyokan di taman kota5 Bab 5 Keluarga Reika6 Bab 6 Panggilan orang tua7 Bab 7 Ciuman di lorong sekolah8 Bab 8 Di ruang OSIS9 Bab 9 Halaman belakang sekolah10 Bab 10 Awal kisah Erwin dengan Gita11 Bab 11 Senja di teras rumah12 Bab 12 Masa lalu ayah Erwin13 Bab 13 Dari jendela ke jendela14 Bab 14 Keseruan di pagi hari15 Bab 15 Terima kasih16 Bab 16 Di bawah pohon mangga 17 Bab 17 Nyanyian kode18 Bab 18 Camping mini di belakang rumah19 Bab 19 Liontin kembar20 Bab 20 Insiden di halaman sekolah