icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kala Senja Berakhir

Bab 2 Rendy

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 06/08/2022

hamburan keluar seperti ayam yang dilepaskan dari kandang. Bebera

n untuk orang tua yang sedang dipegangnya. Otaknya berfikir ker

rima surat cinta ini. Sudah kubilang, hapus kebiasaan aneh kamu itu." Erwin y

tadi juga nonton

ng, tapi kan ka

a aja, ngele

k IPS. Semua melihat dengan pandangan yang tidak bersahabat. Satu diantara mereka menatap den

Tyo tepat di depan wajah Rendy yang

bawa kabur? Jangan-jangan kau jadikan bahan coli." Suaranya terdeng

n, tangannya memegang bibirnya yang mengeluarkan darah. Tak disangka, dibel

Rendy terlihat panik melihat banyaknya

i, Rendy malah sempat melempar sepatu milik Git

saja kalau mau,

g dilempar mengenai w

ah pasar. Kebetulan ada pick up lewat dengan kecepatan sed

diri, dan sebagian besar dari teman sekolahnya. Tidak heran karena abang Tyo adalah preman pemegang wilayah sekitar itu. Mereka tergabung hanya karena in

, kenapa

ng tujuan saya

ial," u

ru saja berhenti lengkap dengan personilnya, otaknya berfikir cepat. Tangannya mengambil sebuah batu dan mengg

nghilang. Sekitar 8 orang Satpol PP turun dengan memasang wajah garang. Bermaksud mengejar

intu tadi?!" Tanpa menunggu penjelasan, beberapa personil

angkot lewat ia menyandarkan tubuhnya di depan gerbang sebuah rumah besar. Saat masih mengatur irama jantungnya, ia dikejutkan suara klakson mobil sedan warna hit

sampai dia kabur, Pak." Sopir sekaligus sat

atuku," kata Gita be

saya," jawab Er

likan sepatu Non Gita sekarang." Wajah

n, Pak. Buka

." Gita mengacungkan jari te

ian, anak orang kaya sepertimu m

tapi saya masih kesal saja den

kami tidak mengintip

mobil yang tinggal sebelah dan mencoba menamparnya, tapi tidak jadi.

ma Kamu. Lebih capek daripada dikejar debt ko

imana N

ah, Pak. Le

dah, Mak Lampir." Ia berlar

Erwin berkelit. Malah ia menendang sepatu sampai masuk k

Monyee

milih untuk kabur di antara lapak yang berjejer di sepanjang lorong pasar. Ia melihat seorang ibu pa

ampai situasinya aman." Bel

a, sebagian ada yang bilang Rendy lewat sini,

unya, bagus dan pastinya murah,

ari anak SMA yang lewat sini. Ibu mel

"Ya,

nya, dia tidak percaya jika ibu itu

"Mana

ggung, mereka meninggalkan tempat itu. Setelah dir

ih banyak ya, Bu

ndungi kamu, ibu hanya tidak

tu Rendy pamit meninggalkan tempat itu. Masih merasa was-was, kepa

ar. Bagian lengannya panjang hingga menutupi telapak tangan, lengkap dengan wajah memelasnya seperti seorang anak yang sakit-sakitan. Siapa lagi jik

jar karena tidak ingin kehilangan jejak. Tangannya meraih lalu meme

"Cope

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kala Senja Berakhir
Kala Senja Berakhir
“'Reika, aku tahu hari ini pasti akan datang Hari di mana aku tidak bisa lagi melihatmu Melihat wajah dan senyum manismu Senyum yang menyempurnakan hari-hariku. Aku tahu ini sulit. Namun aku berharap engkau bisa menemukan kebahagiaanmu suatu hari nanti. Aku yakin engkau bisa melewati semuanya karena akan selalu ada orang yang menyayangimu. Bagiku engkau masih yang terindah di antara kumpulan warna bunga karena kau adalah Reika Abigaillis'. Sepucuk surat perpisahan yang urung diberikan diremas hingga menjadi bulatan kertas kusut ditemukan dalam saku kemeja Rendy. Sebuah ungkapan dari hati yang ia buat semalaman saat ia terjaga di atas ranjang. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya, akankah kisah mereka berakhir manis? Simak keseruan mereka yang dikemas dalam cerita sederhana ini.”
1 Bab 1 Peristiwa di kamar mandi 2 Bab 2 Rendy 3 Bab 3 Kenalan4 Bab 4 Pengeroyokan di taman kota5 Bab 5 Keluarga Reika6 Bab 6 Panggilan orang tua7 Bab 7 Ciuman di lorong sekolah8 Bab 8 Di ruang OSIS9 Bab 9 Halaman belakang sekolah10 Bab 10 Awal kisah Erwin dengan Gita11 Bab 11 Senja di teras rumah12 Bab 12 Masa lalu ayah Erwin13 Bab 13 Dari jendela ke jendela14 Bab 14 Keseruan di pagi hari15 Bab 15 Terima kasih16 Bab 16 Di bawah pohon mangga 17 Bab 17 Nyanyian kode18 Bab 18 Camping mini di belakang rumah19 Bab 19 Liontin kembar20 Bab 20 Insiden di halaman sekolah