icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Tak Ternilai

Bab 9 Hari Terakhir

Jumlah Kata:1009    |    Dirilis Pada: 25/07/2022

rusak gendang telinganya. Ia segera menoleh ke belakang

Menurut Zhafira mungkin itu hanya lah orang asing, sehingga ia tetap fokus

obil mewah itu membunyikan bel deng

iii

iin

iin

mewah itu adalah Zhafira. Namun wanita lugu i

lagi untuk memberikan tumpangan. Zhafira han

aa

menelpon ku secara tiba-tiba, aku tidak akan su

dia masih di luar. Apakah ia tidak tau bah

ernah kembali, namun nyatanya mobil yang tepat ada di belakang

Zhafira di tengah jalan. Lelaki tua yang sangat Bara takuti itu tiba-tiba

mbuat alasan yang tak pasti kepada sang kakek. Ia mengatakan bahwa sang istri seda

rbicara dalam waktu singkat setelah Zhafira kembali ke dalam mobil. Bara

memutar arah untuk

alan! Dasar wanita rendahan yang

selalu menghambat apapun yang saat ini ia lakukan. Padahal Bara sangat ingin bertemu dengan Mi

anya di setir yang di tahan oleh kedua tangannya. Ia sudah tidak bisa berkutat lagi

an perbincangan melalui telpon, Kakek Chandra menginginkan

longo begitu polos, memperh

Bara meng

kendali. "Dasar wanita bodoh! Kenapa ia masih melongo seperti itu di luar? Apakah dia mau aku m

pintu mobil mewahnya itu untuk

am mobil sangat terkejut ketika melihat lelaki yang memiliki fost

ee

ngan kanannya ke lengan wanita manis itu dengan sang

gar jelas di telinga Bara. Namun, ia tidak segan-g

seperti ini, gara-gara kau pertem

lepaskan..." Karena terlalu sakit, Zhafira yang mal

ntihan Zhafira, ia malah membuang tubuh

Tangannya dengan lihai mencari nomer sang kakek, kare

menyodorkan smartphonenya kepada Zh

! N

Kakek Chandra mener

k, ini ak

ah kalian sudah

enunduk pelan, yang memberikan syarat agar Zhafira menj

sudah berada d

eli apa Zha, u

a yang ditanyakan oleh Kakek Chandra. Karena Bara tadi berbohong

tuk ibu kita tercinta," celetu

ra tadi Zha?" Kakek Chandra mem

li, aku membelikan

dra begitu lembut kepada wanita yang sangat tertekan ini ketika

bersahaja itu menekan tombol untuk meny

ee

n-segan kembali berteriak kepada wanita itu, "KAU WANITA SIALAN YANG

rti apa yang ia lakukan pastinya selalu salah dimata sang suami. Padahal ia

bisa terhindar dari kata-kata pedas ya

tan penuh. Lelaki ini tidak memperhatikan rambu-ram

ari ini adalah hari terakhirnya hidup di dunia. Bara seperti tidak menghiraukan lagi nyawan

ah dan berucap, "Jika ini adalah hari terakhirku, ak

, dasar wanita sialan! Aku ing

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Tak Ternilai
Wanita Tak Ternilai
“"Tubuh murahanmu ini sudah aku beli. Jadi bersiaplah untuk menjadi jalang di ranjangku!" Perkataan itu terdengar sangat menyakitkan bagi pendengaran Zhafira. Terlebih kalimat merendahkan itu keluar dari mulut pria yang berstatus sebagai suaminya sendiri. Dianggap apa dirinya? Wanita murahan seperti yang diobral di tempat hiburan malam, kah? Sejak kecil kehidupan Zhafira memang jauh dari kata bahagia, dan itu terbawa hingga saat ini. Zhafira harus merelakan dirinya menikah dengan seorang pria yang sangat kejam dan tak berperasaan. Semua ini dilakukan Zhafira demi ibunya yang tengah sekarat di rumah sakit. Adakah kebahagiaan untuk Zhafira? Haruskah seumur hidupnya dipenuhi linangan air mata?”