icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silent Wounds

Bab 10 Mama Aska

Jumlah Kata:1603    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

an jelas apa yang mereka debatkan karena keduanya berbicara setengah berbisik seolah sepakat bahwa pembicaraan mereka jangan sampa

Nala ke suatu tempat

niat mengikuti kemauan Aska. Setelah ini dia akan

kan kedua lelaki di depan. Nala tengah berpikir keras,

dak mau

Seketika pipinya bersemu merah menyadari Aska sudah keluar dari m

ah di depannya. Gerbangnya sangat tinggi dengan halaman bak taman kerajaan. Membuat Nala terngan

yo

E

Mau tak mau, memori masa lalu kembali membajir. Masa-masa indah saat Aska kerap

di sini terus?"

di dia bersikap layaknya robot yang hanya bisa bergerak jika diperintah. Pa

eliatkan jemarinya untuk lepas dari genggaman Ask

bocah yang merajuk hingga menolak disentuh?

a melawan Aska. Berusaha menghadapi lelaki itu secara lang

ikannya dan berusaha me

a berada dalam genggaman Aska akan membuatnya semakin terluka, tapi untuk saat in

nggi. Ada pos satpam di sana. Kedua satpam yang tengah berjaga langsung

mbalas sapaan kedua satpam. Lalu dia menarik Nala masuk menuju ber

n dalam rumah, Aska berhenti. Sejenak dia mengh

eras oleh Raffi beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak? Kini dia membawa Nala ke

isa membayangkan bagaimana reaksinya. Tapi hanya ini tempat yang dipikirkan Aska tadi saat menimbang-nimbang hendak membawa Nala ke mana. Lokasi

kan dirin

me

a hati Aska serasa diremas kuat. Ditambah mengetahui Nala masih menyimpan-dan mungkin-menatap denga

Apa diri

l

ng menampakkan si pemilik rumah yang tersenyum lebar. Refleks A

juga melangkah mundur untuk

saja," geru

engabaikan gerutuan Aska. Senyumnya kian merekah

ng kamu pulang bawa calon menantu." Lalu

ruh baya itu. Kecantikannya seolah tak luntur meski Nala yakin usianya tak lagi muda

rang tuaku. Aku tumbuh

emula tertuju pada wanita itu beralih pada Aska. Kemarahan sekaligus pedih muncul dalam dada Nala, me

nita itu kembali terkikik geli. "Atau kalau kamu belum ny

kerongkongannya. Lalu dia mengerjap-ngerjapkan mata me

ng tuanya. Ah, tidak hanya orang tuanya. Masih ada banyak hal yang Aska tutupi dari

r fakta ini akan membuat Nala melarikan diri darinya. Lalu dia memus

seben

kamu

ngis. "Bu

rah Nala lalu berbisik pada Aska yang masih

Aska sebagai tameng. Entah apa yang dipikirkan wanita

a kami sud

gitu saja dari bibir Aska, membu

menunggu reaksi Mamanya sambil menggigit bibir. Sementara Nala menatap Aska tak m

erbata dengan satu tangan menut

tersenyum ragu. Melihat raut wajah Maman

eng yang baru dikeluarkan dari kandang, Greya menyerbu ke arah Aska

mu anggap Mama apa?! Berani

rusaha menghindar. Refleks cengkeramannya di tangan Nala

Sudah Mama bayangkan betapa mewahnya! Sudah Mama perkirakan berapa tamu yang akan

n Greya tetap memburu dan memukulinya. Sementara Nala

an kamu mengaku salah?! Memangny

dengan bibir berkedut menahan senyum geli. "Ma, aku

tara Nala refleks mengerucut kesal. Rasanya dia

engambil sandal yang dikenakannya. "Belum pernah makan sandal, ya? Harusny

ahak. Dan lagi-lagi dia berhasil menghentikan aksi

biasanya selalu tampil cantik dan semp

a. Lalu melirik ke arah Nala yang m

sedikit merapikan penampilan. Setelahnya dia menghampiri Nala d

lau dia berbuat keterlaluan. Oh ya, nama kamu siapa?" Mendadak Greya menepuk keningnya ser

k bisa membiarkan situasi ini. Tidak peduli masa lalu dirinya da

mu?" desak Greya kar

ggeleng seraya ber

dak bisa

Dia menoleh ke arah Aska penuh tanya. Begitu mendapat anggu

dia menarik Nala ke dalam pelukan. "Jangan merasa minder dan takut. Dari sekian banyak wanita

E

a. Membuatnya mau tak mau membandingkan wanita asing yan

berguna. Beban! Kenapa

ndangannya malah beradu dengan tatapan tajam Aska. Buru-buru Nal

g, tidak perlu menangis." Greya menghapus air mata Nala lalu menarik lembut w

ya, Nala menurut saja mengik

-------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silent Wounds
Silent Wounds
“Trauma mendalam membuat Nala Olivia harus kehilangan kemampuan berbicaranya. Dia yang semula hidup normal berubah menjadi wanita bisu akibat luka hati yang terus dipendamnya sendiri. Suatu hari, Aska Faresta-lelaki dari masa lalunya-muncul di restoran tempat Nala bekerja. Dan anehnya lelaki itu marah saat Nala tidak bisa membalas ucapannya seolah lelaki itu masih peduli padahal dia termasuk salah satu penyebab Nala membisu. Lalu apa jadinya hubungan mereka ketika Aska menyeret Nala ke rumah ibunya dan mengakui Nala sebagai istri? Mampukah Nala menjelaskan yang sebenarnya pada wanita paruh baya itu bahwa dirinya bukanlah istri Aska?”
1 Bab 1 Bertemu Masa Lalu2 Bab 2 Dia Bisu 3 Bab 3 Dendam4 Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara5 Bab 5 Dipecat6 Bab 6 Sampah7 Bab 7 Gubuk Reyot8 Bab 8 Foto9 Bab 9 Penebusan Dosa10 Bab 10 Mama Aska11 Bab 11 Suami-Istri12 Bab 12 Mimpi Buruk13 Bab 13 Trauma14 Bab 14 Bunuh Diri15 Bab 15 Panik16 Bab 16 Makan Siang17 Bab 17 Sakit18 Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama19 Bab 19 Perasaan Terpendam20 Bab 20 Pertemuan Tak Terduga21 Bab 21 Menutup Diri22 Bab 22 Rencana23 Bab 23 Terbongkar24 Bab 24 Saling Melukai25 Bab 25 Insiden Di Restoran26 Bab 26 Pengakuan Noval27 Bab 27 Gugat Cerai28 Bab 28 Tiga Tahun Kemudian29 Bab 29 Kehidupan Baru30 Bab 30 Bos Baru31 Bab 31 Pertemuan Kembali32 Bab 32 Permohonan Aska33 Bab 33 Pendekatan34 Bab 34 Sandiwara35 Bab 35 Kesempatan36 Bab 36 Syarat37 Bab 37 Pelukan38 Bab 38 Gosip Panas39 Bab 39 Pamit40 Bab 40 Epilog41 Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga42 Bab 42 Extra Part 2 - Delifood43 Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila44 Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami 45 Bab 45 Extra Part 5 - Pesta46 Bab 46 Extra Part 6 - Liburan47 Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis