icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silent Wounds

Bab 6 Sampah

Jumlah Kata:1429    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

semangat hari ini. Setelah beberapa hari melelahkan akibat proyek barunya, kini Aska punya

lakukannya nanti. Dia sudah tidak sabar. Bahkan hanya sekedar memb

enyum mengejeknya. "Aku penasa

dimaksudnya adalah mengawasi Nala dengan matanya sendiri. Padahal itu merupakan hiburan yang menye

ar kamar menuju ruang tamu di mana Raffi su

?" tanya Aska begitu i

menuju mobilnya. "Lo keliatan seneng banget," nadanya se

ayang," dengan senyum geli, Aska mengedipkan sebel

masuk ke sisi pengemudi. "Gue sumpah

in gue sampe ludah lo nyembur ke punc

isa tawa di bibirnya. Banyak yang ingin dia katakan. Nasihat, teguran,

a bingung menyad

menggeleng lalu segera mengenakan sab

? Bilang aja," desak Aska

bakal dengerin gue," sahut Raf

an. "Kalau yang mau lo bilang ada hubungannya sama Nala, lo bener. Gak

gkat bahu seba

*

sudah benar-benar beres. Hari ini dia bisa pulang lebih awal. Tapi tentu saja, dia tidak akan m

l

ntong kertas di tangan. Lelaki itu menghampiri Aska lalu mengulurkan kant

seraya mengedikkan dagu ke kantong ke

udah ma

meng

enyembunyikan raut penuh semangatnya, Ask

g. Hanya meminta Raffi membelikannya roti isi yang akan dimakannya selama perjalanan. Sepertinya tanpa Aska sadari, Nala mula

sahabat. Raffi hanya berdoa semoga peras

jadi kesepakatan tak terucap, mereka sama sekali tak mengungkit soal Nala.

ska seraya membuka kantong kertasn

r di mobil gue," pe

a mobil di sampingnya lalu matanya memperhatikan seke

a Na

kaki di depa

sana yang tampaknya menikmati makan siang. Tapi hanya dalam beberapa detik

it makan siangnya tanpa mengalihkan perhatian dar

tu memang fakta yang sama-sama mereka ketahui. Karena Aska sendiri yang memberi perintah pada Raffi u

ang terus merekah sementara pandangannya tak lepas dari Na

kejam di matanya yang penuh amarah saat bayangan mamanya did

ma.

h. Dia menunduk menatap Mamanya yang berusaha bangkit

u Mamanya bangun. Tatapan penuh amarah dan dendamnya perlahan

untuk kalian?" wanita dengan dandanan canti

h dengan kedua tangan menyatu di depan dada. "Aku hanya

nya diam membisu dan memalingkan

sudah bilang. Tinggalkan Aska di sini. Jadi kamu tidak perlu khawatir

mohonan ke arah Handoyo. "Aska tidak mau, Mas. Lagipula ak

ra yang menyahut. "Itu resiko kali

as

ayo p

tu, langkah Aska mendadak berhenti menyadari ada seseorang yang mengintip di antara rim

Oli

annya terus terarah pada wanita yang masih terduduk lesu

Lalu bibir Aska yang menipis penuh amarah kembali melengkung membentu

epas dari Nala. Namun berbeda dengan yang dir

" Mendadak Aska bertanya

nasi bungkus yang dibuang namun tak masuk ke dalam tong sampah. Bungkus cokelat dengan sisa nasi yang berce

Raffi, menyembunyikan s

tersenyum miring. "P

. Dia memilih diam dan me

us sudah di tangannya. Lalu dia buru-buru kembali duduk di

E

ibat rasa aneh yang mencengkeram dada. Sakit yang

lalu keluar dari mobil. Dengan langkah tegapnya dia menghampiri

a kau?" be

ia mendongak dengan mulut penuh lalu matanya me

kembali Aska membentak denga

u berdiri hendak kabur. Namun Aska berha

u menghadapnya lalu kembali bertanya, "Kau sedang apa? Ka

aca bersamaan dengan amarah

L

ka Nala berani melakukan itu. Bahkan sampai Nala meronta melepaskan diri lalu bergegas

gan sikap Aska.Katanya ingin melihat Nala hancur sampai tak bisa bangkit. Tapi begi

--------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silent Wounds
Silent Wounds
“Trauma mendalam membuat Nala Olivia harus kehilangan kemampuan berbicaranya. Dia yang semula hidup normal berubah menjadi wanita bisu akibat luka hati yang terus dipendamnya sendiri. Suatu hari, Aska Faresta-lelaki dari masa lalunya-muncul di restoran tempat Nala bekerja. Dan anehnya lelaki itu marah saat Nala tidak bisa membalas ucapannya seolah lelaki itu masih peduli padahal dia termasuk salah satu penyebab Nala membisu. Lalu apa jadinya hubungan mereka ketika Aska menyeret Nala ke rumah ibunya dan mengakui Nala sebagai istri? Mampukah Nala menjelaskan yang sebenarnya pada wanita paruh baya itu bahwa dirinya bukanlah istri Aska?”
1 Bab 1 Bertemu Masa Lalu2 Bab 2 Dia Bisu 3 Bab 3 Dendam4 Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara5 Bab 5 Dipecat6 Bab 6 Sampah7 Bab 7 Gubuk Reyot8 Bab 8 Foto9 Bab 9 Penebusan Dosa10 Bab 10 Mama Aska11 Bab 11 Suami-Istri12 Bab 12 Mimpi Buruk13 Bab 13 Trauma14 Bab 14 Bunuh Diri15 Bab 15 Panik16 Bab 16 Makan Siang17 Bab 17 Sakit18 Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama19 Bab 19 Perasaan Terpendam20 Bab 20 Pertemuan Tak Terduga21 Bab 21 Menutup Diri22 Bab 22 Rencana23 Bab 23 Terbongkar24 Bab 24 Saling Melukai25 Bab 25 Insiden Di Restoran26 Bab 26 Pengakuan Noval27 Bab 27 Gugat Cerai28 Bab 28 Tiga Tahun Kemudian29 Bab 29 Kehidupan Baru30 Bab 30 Bos Baru31 Bab 31 Pertemuan Kembali32 Bab 32 Permohonan Aska33 Bab 33 Pendekatan34 Bab 34 Sandiwara35 Bab 35 Kesempatan36 Bab 36 Syarat37 Bab 37 Pelukan38 Bab 38 Gosip Panas39 Bab 39 Pamit40 Bab 40 Epilog41 Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga42 Bab 42 Extra Part 2 - Delifood43 Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila44 Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami 45 Bab 45 Extra Part 5 - Pesta46 Bab 46 Extra Part 6 - Liburan47 Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis