icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silent Wounds

Bab 3 Dendam

Jumlah Kata:1449    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

usaha ia tahan sepanjang hari. Dengan kasar ia membuka dua kancing

di pinggang sementara otaknya berkelana, mengingat bagaiman

r ja

na

ngnya sangat meyakinkan. Dia pasti akan den

a, Aska memutuskan mandi di bawah shower, berha

pinggang, dia kembali ke kamar lalu menyadari ponselnya berdering tanda t

rsama dasi dan tas kerjanya. Ada tiga panggilan tak te

mana? Kenapa gak

ya

u. Aku tunggu

ar ponselnya kembali ke ranjang lalu menuj

n dituruti. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa maunya. Seperti jika dia bilang akan menunggu Aska di

ka

n sambil tersenyum sin

u lebih tepat disebut sex partner. Pertama kali Aska menyebut wanita

ska yang merangkul pinggang wanita di sampingnya. Tak ada pertanyaan yang keluar dar

ngaja Aska menekan kata terakhir, membuat N

is. Hanya matanya yang berkaca-kaca. Membuat Aska semakin geram karena Nala bersikap te

engar suara

t-shirt di tangan. Keningnya berkerut

memang sudah tak berbicara pada Aska beberapa hari sebelumnya sejak Aska mulai be

dengar hal sekonyol itu sebelumnya. Mana ada orang langsung bisu hanya karena terl

*

membelikan beberapa alat memasak untuk Mamanya. Selagi ingat, dia ingin

enemukan pemandangan yang amat dia benci. Tiga orang di depan sana tampak

gi kedua orang tuanya. Bahkan beberapa kali si Ayah menepuk-nepuk kepala putri

mudi mobil semakin kuat. Bi

istrinya, si

bahagia. Mungkin apa yang Aska lakuka

menatap keluarga itu de

yang kalian bisa. Karena setelah ini a

-benar bersujud memohon maaf di bawah kakinya. Sampai mereka tahu siapa dirinya. Sampai

*

nghuni. Isi hatinya tergambar jelas dari derasnya bulir bening yang mem

tak habis pikir mengapa Aska bisa bersikap sekasar itu. Bahkan lelak

n ia perhatikan tiap detail kecil. Adakah yang Nala lakukan hingga bisa memancing semua sikap buruk Ask

garuh? Mengapa lelaki itu masih saja bisa menyakitinya? Nala sanggup menerima hinaan orang lain

*

a memilih datang kembali ke Delifood. Tapi kali ini bukan untuk makan. Ta

ata pribadi Nala. Bahkan sampai hal kecil seperti jam bera

Nala benar-benar keluar dari restoran itu bersama beberapa rekan yang lain dengan senyum di bibir mendeng

. Melainkan angkot yang akan mengantarn

ian, Nala turun di area dusun yang termasuk padat. Rumah-rumah dibangun saling merapat hingga tak memiliki halaman. Ja

uat area itu sepi dan remang. Namun sama sekali tak tampak sikap takut dari dalam diri Nala. Dia sudah terbiasa. Ditambah lagi area it

endadak iblis dalam diri Aska menggeliat b

si mata yang akan memergoki aksinya, Aska mempercepat langkah lalu menyergap

begitu orang itu mendorong punggungnya hingga menubruk dinding lembab lalu berdiri di depannya. Meski rem

sih bisa tersenyum. Apalagi sekarang dap

E

ri

Dengan mata berkaca-kaca Nala berusaha mendorong dada Aska. Namun l

Bahkan wanita itu tak mencoba berteriak. Berusaha mempertahankan

dan bibirnya di belakang telinga Nala. Semakin mudah Aska melakukannya karena Nala berusaha m

tangan Aska merayap meraba dad

Kali ini disertai is

ka aku akan berhe

ra rontaannya kian melemah. Air matanya berg

nita itu terus terisak tanpa suara. Dia terdiam, dengan keheningan yang menyelimuti

ndur. Sementara tangan yang satu lagi menjauh dari dada Nala. Tatapannya teru

E

aan asing ini. Lalu tak ingin berlama-lama terjebak dalam situasi tak nyaman, Aska segera berbalik pergi meninggalkan Nala yang masih

---------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silent Wounds
Silent Wounds
“Trauma mendalam membuat Nala Olivia harus kehilangan kemampuan berbicaranya. Dia yang semula hidup normal berubah menjadi wanita bisu akibat luka hati yang terus dipendamnya sendiri. Suatu hari, Aska Faresta-lelaki dari masa lalunya-muncul di restoran tempat Nala bekerja. Dan anehnya lelaki itu marah saat Nala tidak bisa membalas ucapannya seolah lelaki itu masih peduli padahal dia termasuk salah satu penyebab Nala membisu. Lalu apa jadinya hubungan mereka ketika Aska menyeret Nala ke rumah ibunya dan mengakui Nala sebagai istri? Mampukah Nala menjelaskan yang sebenarnya pada wanita paruh baya itu bahwa dirinya bukanlah istri Aska?”
1 Bab 1 Bertemu Masa Lalu2 Bab 2 Dia Bisu 3 Bab 3 Dendam4 Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara5 Bab 5 Dipecat6 Bab 6 Sampah7 Bab 7 Gubuk Reyot8 Bab 8 Foto9 Bab 9 Penebusan Dosa10 Bab 10 Mama Aska11 Bab 11 Suami-Istri12 Bab 12 Mimpi Buruk13 Bab 13 Trauma14 Bab 14 Bunuh Diri15 Bab 15 Panik16 Bab 16 Makan Siang17 Bab 17 Sakit18 Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama19 Bab 19 Perasaan Terpendam20 Bab 20 Pertemuan Tak Terduga21 Bab 21 Menutup Diri22 Bab 22 Rencana23 Bab 23 Terbongkar24 Bab 24 Saling Melukai25 Bab 25 Insiden Di Restoran26 Bab 26 Pengakuan Noval27 Bab 27 Gugat Cerai28 Bab 28 Tiga Tahun Kemudian29 Bab 29 Kehidupan Baru30 Bab 30 Bos Baru31 Bab 31 Pertemuan Kembali32 Bab 32 Permohonan Aska33 Bab 33 Pendekatan34 Bab 34 Sandiwara35 Bab 35 Kesempatan36 Bab 36 Syarat37 Bab 37 Pelukan38 Bab 38 Gosip Panas39 Bab 39 Pamit40 Bab 40 Epilog41 Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga42 Bab 42 Extra Part 2 - Delifood43 Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila44 Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami 45 Bab 45 Extra Part 5 - Pesta46 Bab 46 Extra Part 6 - Liburan47 Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis