icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silent Wounds

Bab 2 Dia Bisu

Jumlah Kata:1367    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

tuk menyibukkan diri dan membuat otaknya tak berpikir muluk dengan mengkhayalkan hal-hal yang tak mungkin dia dapatkan. Namun malam ini berbeda.

embersihkan diri seperti biasa. Dia malah menyandarkan punggung ke pintu yang s

nguasai otaknya. Kegelapan sekitarnya memperparah derasnya memori

, menatap kesal ke arah pemilik mata c

rimu sendiri sakit," balas

gu kesenanganku." Lalu Nala berbalik pergi, me

n lagi. Hingga tanpa sadar persah

Mereka cocok dalam banyak hal. Apapun yang mereka bincang

berdiri di samping Nala memberi dukungan. Dia me

annya. Menghapus air mata Nala, memberikan lengan untuk Nala berpegangan, dan dada untuk Nala bersandar menumpahkan pedih di hatinya. Meski

Nala sendiri mengerti apa kesalahannya. Aska jadi suka marah. Dia bahkan tak segan melayangkan pukulan. Hingga yang membuat Nala

akukannya untuk menyakitinya. Tapi sampai sekarang Nala masih ta

*

ng memenuhi bagian belakang ruang kerjanya. Dari sana dia bisa melihat gedung-ged

pelik yang harus dicerna otaknya, pastilah Aska akan menghabiskan waktu berdiri lama di sana h

Tapi bukan berhubungan dengan pekerjaan. Ini berhubungan

ang ben

wanita yang menghindari membicarakan keburukan orang lain. Ada saja topik pembicaraan yang selalu dia kemukakan hingga bersamanya tak pernah sepi. Yah, memang

tok...

l

gar izinnya. Hanya Raffi-asisten pribadi sekaligus sahabatnya-atau sekretarisnya. Tapi berhubung Raffi masih menjalankan pekerjaan di tempat lai

makan siang. Anda mau

kan tak jarang sejak datang pagi, dia tidak keluar sama sekali dari ruangannya-kecuali memang dibutuhkan di tempat lai

Namun bukan pemandangan itu yang memenuhi pikirannya. Ada sosok lain yan

ak

lnya. "Aku akan makan siang di luar." Hanya itu yang dia ka

*

atikan keadaan di dalam melalui dinding kaca restoran itu. Namun dari tempatnya berad

a merasa harus berhenti. Tak disangka di tempat inilah Nala tinggal. Padahal Aska pikir setelah inside

tu sudut. Sekilas memperhatikan saja Aska sudah tahu restoran ini membagi-bagi area untuk dituga

annya karena terlalu sibuk melayani pesanan tamu lain. Lalu dia pergi sejenak untuk menyerahkan k

ot kaget yang tak bisa disembunyikan. Sejenak dia ragu. Tapi hanya beberapa detik. Buru-

erahkan buku menu. Dalam hati dia terus berkata, "Anggap saja ti

nya sama sekali tak mengarah pada buku itu. Dia terus me

mana k

Dia tak menyangka lelaki itu akan menanyakan kabarny

ya membentuk senyum sinis. "Aku bertanya p

mengeluarkan catatan dan pen untuk menulis p

pura-pura tak mengerti, lelaki itu masih diam

n Aska. Tapi mendadak Aska mencekal pergelangan tangan Nala lalu menyentak wanita itu hingga membungkuk

a. "Tapi aku tidak akan tertipu. Kenapa? Sedang

kan yang dilontarkan Aska. Dia berusaha menyentak

anmu. Tapi sikapmu ini membuatku sangat kesal. Aku benci wanita penuh muslihat sepertim

. Dia menegakkan tubuh

yang Anda

lepas dari cekalan lelaki itu. Pelayan wanita yang tadi memberitahu Anton buru-buru menarik Nala ke belakang. Dia tidak

nendang Anda keluar dari sini jika mengga

lu mengulurkan buku menu di tangannya

ngsung menerima buku menu yang diulurkan padanya, malah menimban

hanya ingin

mata tamu lain yang mengarah pada mereka, akhirnya Anton mener

---------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silent Wounds
Silent Wounds
“Trauma mendalam membuat Nala Olivia harus kehilangan kemampuan berbicaranya. Dia yang semula hidup normal berubah menjadi wanita bisu akibat luka hati yang terus dipendamnya sendiri. Suatu hari, Aska Faresta-lelaki dari masa lalunya-muncul di restoran tempat Nala bekerja. Dan anehnya lelaki itu marah saat Nala tidak bisa membalas ucapannya seolah lelaki itu masih peduli padahal dia termasuk salah satu penyebab Nala membisu. Lalu apa jadinya hubungan mereka ketika Aska menyeret Nala ke rumah ibunya dan mengakui Nala sebagai istri? Mampukah Nala menjelaskan yang sebenarnya pada wanita paruh baya itu bahwa dirinya bukanlah istri Aska?”
1 Bab 1 Bertemu Masa Lalu2 Bab 2 Dia Bisu 3 Bab 3 Dendam4 Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara5 Bab 5 Dipecat6 Bab 6 Sampah7 Bab 7 Gubuk Reyot8 Bab 8 Foto9 Bab 9 Penebusan Dosa10 Bab 10 Mama Aska11 Bab 11 Suami-Istri12 Bab 12 Mimpi Buruk13 Bab 13 Trauma14 Bab 14 Bunuh Diri15 Bab 15 Panik16 Bab 16 Makan Siang17 Bab 17 Sakit18 Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama19 Bab 19 Perasaan Terpendam20 Bab 20 Pertemuan Tak Terduga21 Bab 21 Menutup Diri22 Bab 22 Rencana23 Bab 23 Terbongkar24 Bab 24 Saling Melukai25 Bab 25 Insiden Di Restoran26 Bab 26 Pengakuan Noval27 Bab 27 Gugat Cerai28 Bab 28 Tiga Tahun Kemudian29 Bab 29 Kehidupan Baru30 Bab 30 Bos Baru31 Bab 31 Pertemuan Kembali32 Bab 32 Permohonan Aska33 Bab 33 Pendekatan34 Bab 34 Sandiwara35 Bab 35 Kesempatan36 Bab 36 Syarat37 Bab 37 Pelukan38 Bab 38 Gosip Panas39 Bab 39 Pamit40 Bab 40 Epilog41 Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga42 Bab 42 Extra Part 2 - Delifood43 Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila44 Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami 45 Bab 45 Extra Part 5 - Pesta46 Bab 46 Extra Part 6 - Liburan47 Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis