icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silent Wounds

Bab 7 Gubuk Reyot

Jumlah Kata:1655    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

yang memuncak. "Jalang itu memang tukang cari perhatian! N

ang tamu rumahnya. "Dia cuma kelaparan, Ka. Emang lo gak lia

Emang gitu tujuannya. Cari perhatian, bikin orang-orang iba. Lo kan juga tau

ala hidup kayak gitu padahal ortunya kaya?" Lalu Raffi menegakkan tubuh seraya angkat tangan. Dia berkata dengan nada tegas, "Gue gak mau ikut campu

biasanya Raffi lepas tangan dari apapun yang ingin dilakukan Aska. Da

beralih pada sobekan kertas di atas meja. Ada sederet alam

*

yang dibawanya dari rumah kontrakan. Kedua lengannya me

otor dan lembab serta bau. Padahal Nala sudah berusaha membersihkan tempat in

kondisi ini masih lebih baik dari gangguan Aska Faresta. Lelaki itu

dalam mata Aska tadi. Nala sungguh tak mengerti cara berpikir lelaki itu. K

aku tidak lihat dari man

mengenal lelaki itu. Ucapan Aska seolah mempertegas betapa menyedihkannya Nala sekarang. Meskipun it

r Aska. Sebuah kekerasan fisik yang pertama kali dilakukannya. Membuat Nala sendiri kaget. Tak menyangka seorang pengecut seperti

gitu saja. Ini sangat menyakitkan. Karena orang yang terus mel

ia masih mencintai Aska. Bahkan setelah semua perlakuan buruk lelaki itu, cinta di h

Seolah ia senang disakiti. Seharusnya ia membenci Aska hingga

tenggelam di atas lutut dan d

hujan deras dengan tiba-tiba mengguyur disertai

erhasil menyelinap masuk di sela genting yang tak lagi rapat. Bahkan bukan hanya satu

gkau hujan. Selimutnya pun ia tumpuk ke sudut bersama tas-tasnya

tak terlalu benar karena bisa dibilang rumah ini nyaris rubuh. Jika dibiarkan dan hujan terus mengg

a mengambil jas hujan lalu mengenakannya sebelum keluar rumah. Dia ingat ad

lebih cocok disebut gubuk itu miring ke arahnya, Nala hanya perlu empat undakan lebar un

membuat anak tangga yang dirakit dari batang bambu utuh itu menjadi licin. Tak ayal lagi, Nala pun terjatuh menimpa tanah becek. Tapi buka

gkan itu, Nala dengan susah payah berhasil menyeret tubuhnya dalam posisi merangkak menjauhi gubuk yang hendak jatuh menimpanya. Namun begitu suara mengerikan bangu

akhir itu, akhirnya Nala m

*

rumah. Ada banyak telepon dari Cintya dan pesan ajakan untuk bersenang-se

pikirannya. Memorinya terus memutar ulang bagaimana Nala memakan dengan

ngs

amarnya. Dia terus mengutuki diri sendiri. Mengut

mengapa saat keinginan terdalamnya menjadi kenyataan, hatiny

Sial

as keluar. Tiba di ruang tamu, dia membungkuk sejenak meraup sob

ng gelap. Keningnya berkerut saat memperhatikan sekeliling l

h di sini. Hanya bangunan-bangunan kayu yang tampaknya akan roboh dan dari bentuknya mungkin pernah digunakan sebagai kan

Sepertinya sahabat

panggilan tak terjawab dan pesan masuk, ia mulai menghubungi Raffi. Bersamaan de

kesal Aska seraya menunggu Raff

g menjawab telepon. Dan saat Aska hendak mengh

di tangannya. Apa Raffi benar-benar marah padanya

Aska. Menurut Aska, Nala sudah berhasil

sin mobil dan meninggalkan tempat itu. Tapi urung saat dia

rhatikan dengan jelas, Aska baru menyadari ada cahaya remang yang menguar dari salah satu gubuk. Dan

sedikit mengarah pada bagian samping gubuk membuat

r tubuhnya pun terbilang kecil. Tapi dengan nekat dia menyeret benda panjang dan berat yang

dulu! P

enyentaknya. Refleks Aska keluar mobil. Sedikit mual awalnya karena bau yang menyengat. Namun ia tahan perasaan itu

sepuluh meter lagi. Tapi selama sedetik Aska tertegun saat kaki

E

a serasa berhenti bekerja. Aska berlari sekuat yang ia bisa. Dan larinya semakin kencang dengan jantung yang ber

! Menyingki

hat bagaimana Nala masih berusaha menyelamatkan diri dengan cara merangkak. Tapi

an, N

g untuk melindungi Nala. Lelaki itu membungkuk dalam posisi merangkak di belakang Nala yang meringkuk, mengatupkan b

impanya. Lalu seolah instingnya menjerit agar ia menoleh, dia pun menoleh dan te

sk

tak ada kilat penuhamarah yang biasa Nala dapati dalam mata itu. Aska hanya men

-------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silent Wounds
Silent Wounds
“Trauma mendalam membuat Nala Olivia harus kehilangan kemampuan berbicaranya. Dia yang semula hidup normal berubah menjadi wanita bisu akibat luka hati yang terus dipendamnya sendiri. Suatu hari, Aska Faresta-lelaki dari masa lalunya-muncul di restoran tempat Nala bekerja. Dan anehnya lelaki itu marah saat Nala tidak bisa membalas ucapannya seolah lelaki itu masih peduli padahal dia termasuk salah satu penyebab Nala membisu. Lalu apa jadinya hubungan mereka ketika Aska menyeret Nala ke rumah ibunya dan mengakui Nala sebagai istri? Mampukah Nala menjelaskan yang sebenarnya pada wanita paruh baya itu bahwa dirinya bukanlah istri Aska?”
1 Bab 1 Bertemu Masa Lalu2 Bab 2 Dia Bisu 3 Bab 3 Dendam4 Bab 4 Kebencian Yang Kian Membara5 Bab 5 Dipecat6 Bab 6 Sampah7 Bab 7 Gubuk Reyot8 Bab 8 Foto9 Bab 9 Penebusan Dosa10 Bab 10 Mama Aska11 Bab 11 Suami-Istri12 Bab 12 Mimpi Buruk13 Bab 13 Trauma14 Bab 14 Bunuh Diri15 Bab 15 Panik16 Bab 16 Makan Siang17 Bab 17 Sakit18 Bab 18 Cinta Pada Pandangan Pertama19 Bab 19 Perasaan Terpendam20 Bab 20 Pertemuan Tak Terduga21 Bab 21 Menutup Diri22 Bab 22 Rencana23 Bab 23 Terbongkar24 Bab 24 Saling Melukai25 Bab 25 Insiden Di Restoran26 Bab 26 Pengakuan Noval27 Bab 27 Gugat Cerai28 Bab 28 Tiga Tahun Kemudian29 Bab 29 Kehidupan Baru30 Bab 30 Bos Baru31 Bab 31 Pertemuan Kembali32 Bab 32 Permohonan Aska33 Bab 33 Pendekatan34 Bab 34 Sandiwara35 Bab 35 Kesempatan36 Bab 36 Syarat37 Bab 37 Pelukan38 Bab 38 Gosip Panas39 Bab 39 Pamit40 Bab 40 Epilog41 Bab 41 Extra Part 1 - Keluarga42 Bab 42 Extra Part 2 - Delifood43 Bab 43 Extra Part 3 - Dendam Kaila44 Bab 44 Extra Part 4 - Dua Suami 45 Bab 45 Extra Part 5 - Pesta46 Bab 46 Extra Part 6 - Liburan47 Bab 47 Last Extra Part - Akhir Yang Manis