icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Adikku Seorang Pelakor

Bab 2 Pernikahan Nindi

Jumlah Kata:1214    |    Dirilis Pada: 23/06/2022

, sebuah acara pernikahan haruslah ada saksi dan disunahkan menggelar walimah meski hanya kecil-kecilan. Untuk itulah kami tetap mengundan

memandang adikku, Nindi. Dirinya tampak cantik dengan balutan kebaya berwarna putih. Sejenak pandanganku beralih ke perut

ai wali nikah. Dulu, tujuh tahun yang lalu hal seperti ini telah terjadi. Laki-laki itu juga duduk di samping paman. Namun, di samping satunya lagi, bukan

alan paman. Katanya dia adalah pemuda yang baik. Aku pun menurut untuk menikah denganya. Beberapa kali pertemuan kami sebelum menikah, dia selalu bersikap so

t sangat menyayangi adikku. Aku merasa tenang dengan hal itu. Setelah duka karena kehilangan sosok ayah, kami menemukan laki-laki yang bisa menjaga kam

asuk untuk mencukupi biaya sekolah Nindi tentunya. Setelah menikah, kami memang membuka sebuah warung makan. Ta

un aku ke sana, paling hanya duduk di belakang meja kasir. Mungkin kata orang-orang memang benar. Tiap anak yang lahir itu membawa rijekinya sendiri. Buktinya, setelah kelahiran Rio, wa

warung makan milikku dan Mas Rangga. Nindi memilih mengambil kursus. Biar bisa cepat kerja katanya. Kursus jahit, itu yang dipilihnya. Nindi memang tidak

ftar. Sejak saat itu, suami dan adikku memang terlihat lebih dekat. Aku tak pernah curiga dengan kedekatan mereka.

u menjalin hubungan. Mereka berselingkuh. Aku baru tahu setelah hubungan mereka berjalan hampir dua tahun. Ent

sambil bersimpuh di kakiku. Tangis adikk

aki yang tujuh tahun bersamaku, terlihat sangat mencintaiku, ternyata tega memakan adik kandungku? Apa salah dan do

khilaf. Maaf

un aku menepisnya. Tiba-tiba tanggan Mas

sendiri!" ucapku

an .

Wulan

epertinya mereka ingin membujukku. Namun aku yang te

ian tidak mau perg

ereka berusaha mencegahku. Akan tetapi aku tidak peduli. Dengan sisa tenaga yang

udhe Lastri. Namun aku menutup pintu ru

masuk, kita harus bicara!" teriak

n melihat wajahmu!" sungutku dengan

a Mas Rangga masih terd

Rangga, Nduk. Kau masukla

rtemu dengannya,

ulu, percayalah sama Budhe!

mperhatikanku di belakang Budhe Lastri pun mengikutiku masuk. Samar-samar aku masih mendengar suara Mas Rangga

tara, biar Wulan di sini. Biar dia t

Budhe

i rumah. Setelah Nak Wulan tenang, dia

ri kamar. Tak lama setelah itu, aku tak mendengar apa-apa lagi. Sepertinya Mas Rangga

" kalimat yang dari tadi diulang Laili

asuki pendengaranku. Aku pun segera memeluk wa

ndi? Dia itu adikku, Budhe. Mengapa Mas Rangga setega ini padaku?" Tangisku semakin

tri. "Laili, buatkan teh hang

g penurut segera bang

a masih kecil. Masih membutuhkan kasih sayang ibunya. Nyebut, Nduk ... ingat sama Gusti Allah. Jangan gegabah!" nasihat

sa setega itu terhadapku? Ini rasanya benar-benar seperti mimpi buruk. Aku ingin terbangun dari mimpi dan menemukan bahwa itu hanya bunga tidur. S

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Adikku Seorang Pelakor
Adikku Seorang Pelakor
“Dialah Ayu Wulansari. Pemilik cerita sendu yang ditelan waktu. Sebuah kisah pengkhianatan paling pilu. Dua orang yang paling disayangi, suami dan adik kandungnya sendiri, mengkhianatinya dengan sebuah hubungan terlarang. Perselingkuhan, cinta segitiga yang membuat hidupnya bagai di neraka. Dunia Wulan seakan runtuh. Hatinya remuk ditikam sembilu. Dalam kepedihan hati, dirinya terpaksa menerima pernikahan sang adik perempuan, Nindi. Adiknya yang telah hamil tersebut akan menikah dengan Rangga, laki-laki yang tak lain adalah suami dari Wulan. Ini adalah kisah tentang air mata. Hati yang tercabik luka. Kenyataan hidup tak melulu tentang tawa. Alir hidup di dunia nyata tak seperti dalam drama. Kesedihan dan pilu akan sambung-menyambung tanpa putus. Lalu kebahagiaan, hanya akan datang ketika negeri akhir telah membayang.”