icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Titik Noda

Bab 4 Menikahkan Suamiku

Jumlah Kata:1710    |    Dirilis Pada: 24/04/2022

or

olah langsung ke rum

kami nginap lagi malam ini, menghindari rumah tentunya. Sebenarnya bisa nginap di rumah saudara, tapi keputusan menikahkan Mas Danang mengundang banyak tanya,

ada tugas kelompok juga

jakan aja dulu. N

dengar suara vacum comedo y

i akan menyedot bagian dagu. "ini mama

tau tadi

i aja, minta anter tantemu,

pori-poriku di sela aku bicara." Apa pun yang kulakukan kalau anak butuh bicara p

yusul ke situ ya, mo creambat, bentar habi

m di dinding. "Cepetan gi

nte Laras juga, ya. T

ng, nanti m

ng di belakang. Itu

y aja yang bayar, pokokny

up kapas dingin segar, lalu masker collagen yang seperti gel mulai

wok di sekolahnya tadi, belum dibuka nunggu aku baca bareng. Bibirku refleks terseny

k bisa dihindari. Biasanya aku tiga bulan sekali facial, lebih se

. Yang ngurus ya orang salon yang dadakan juga kupesan. Untuk makanan ada tetangga yang kupercayak

an segalanya untukku. Ya, kemarin. Karena keputusan bertahan setelah sempat terpik

u rumahku bersih tanpa bekas. Mengawali hidup baru meski kucoba sangkal akan tetap sam

terlalu mudah begitu, pikiran Mas Danang terlanjur rusak. Biarpun kuusir April menjauh tetap lelakiku me

il ke rumah, setelah Magrib. Ia melihat apa yang sudah kupersiapka

tara Mas Danang menyapa mereka, tapi senyumnya yang terlempar terlihat kaku. Apalagi saat salamnya masuk ta

termanis. Maklum tingkat kepedeanku setelah perawatan full tadi jadi na

u teman gaulku mengiringi langkah kami. Aku memberi kode tempel telunjuk di bibir t

ak itu orang k

habis bantu aku

ku terg

i dua suamiku ini terlihat tegang. Hati-hati loh jantungnya, k

ah siap nanti di depan penghulu." Kutunjuk selembar kertas dengan

bukan begi

u menghindar ..." Mata ini terasa panas. Melihat wajah yang dulu suka kurangkum untuk mengecup kelopak matanya, d

k, kita terbuka saja pada siapa pun, dan anak-anak akan paham kalau hubungan Mas dengan perempuan itu halal, sah, dan aku menerimany

akhir terjadi di antara kita, janga

nya ia memikirkan j

aru bisa datang. Siap

arik senyum, aku harus tegar. Tarikan napas ini cukup melegakan, aku keluar men

erani membisiki itu di telinga, beberapa lain mengiyakan. Sungguh, sisi hati jahatku mengiya

rkan lagi. Mumpung

Danang sudah menikahinya diam-diam. Ak

ok suami poligami, a

ya. Kelihatan sekali

si April kan gak ada apa-apanya, modal badan doa

t pro dan kontra. Aku

ersikukuh memilih tidak ingin melihat ini. Aku paham, asa

ata sah dari pernikahan terpaut usia 26 tahun itu terucap. Gengga

keluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya," tandas pama

Sementara ibunya April tak menampakkan batang hidung sama sekali, sudah pasti malu, merasa bers

alu sulit untuk banyak bersandiwara, berpura

h bisa langsung ke rumahku,

Jangan simpan sendiri masalah, nanti jadi penyaki

at diabaikan, ia terus tertunduk, sebab tak ada yang mendekat barang mengucapkan selamat padanya. Mas Da

kulepaskan jua. Ada saja hal lucu yang jadi topik pembicaraan mereka, termasuk si Sri, tatangga yang melorot kemben

an baik, mereka mendukungku meski

gkam, merasa sendiri di antara keramaian gegas masuk kamar, dan mun

anak. Jangan bawa istrimu ke sini." Aku men

mu, kamu butuh waktu. Semoga dua

berharap, ingat, aku lakuka

enapa b

Danang itu harus mulai dari nol. Ah ya, Almira sedang butuh biaya

ak pernah seperti ini. Yah, mungkin a

ya sekolah. Kemarin lunasin rumah itu juga kepake asuransi p

bertindak ses

ta orang-orang? Sedangkan kita sudah membangga-banggakan ana

merasa orang yang mampu dalam segala hal. Mungkin juga berhasil mendapatkan istri muda nan cantik termasuk ke

gerie, warna cream yang atasnya dilapisi dengan jaket jeans. Bagian dada berenda bentuk V itu sangat rendah, dan oh, astagfirullah ... bah

ihatnya tanpa kedip. Aku yang syok segera tersadar melihat senyum tipis Apr

hebat, tapi ini menurutku sangat memalukan. Menji

upa, nikmat ini hanya sesaat, sebentar lagi ha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Titik Noda
Titik Noda
“"Aku khilaf, Dik ...." "Khilaf, tapi sampai sejauh itu, Mas ...?" "Maaf ...." Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya. Mas, sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong mengangkat derajat keluarganya? Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam seperti ini? Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ...! * Kisah ini diangkat dari kejadian nyata yang sudah dicampur fiksi. Sarat akan hikmah, juga mengingatkan akan hukum tabur tuai dari perbuatan kita. Apa yang ditabur pasti akan dituai hasilnya cepat atau lambat. Selamat membaca.”
1 Bab 1 Pengakuan 2 Bab 2 Permintaannya Poligami 3 Bab 3 Rencanaku4 Bab 4 Menikahkan Suamiku 5 Bab 5 Sudah Berbeda 6 Bab 6 Mulai Lelah7 Bab 7 Permintaan 8 Bab 8 Perempuan Tanpa Muka9 Bab 9 Denok dan Keputusanku 10 Bab 10 Aku Perempuan Istimewa 11 Bab 11 Istriku12 Bab 12 Luka Masih Melekat13 Bab 13 Sebuah Kesalahan 14 Bab 14 Ancaman Kekanakan15 Bab 15 Sendiri16 Bab 16 Darah Ma Pril!17 Bab 17 Berusahalah Sendiri Biayai Pengobatan Istrimu18 Bab 18 Sebuah Tanggungjawab19 Bab 19 April !20 Bab 20 Mendadak Dilamar21 Bab 21 Deritaku Sekarang22 Bab 22 Noda Dari Tanganku23 Bab 23 Dunia yang Kejam24 Bab 24 Di Tempat Baru25 Bab 25 Kesempatan Kedua26 Bab 26 Dihantui Kesalahan Lalu27 Bab 27 Hidup Dalam Ketakutan28 Bab 28 Ayah29 Bab 29 Salah Paham30 Bab 30 Denokku31 Bab 31 Tentang Kami32 Bab 32 Ditawan33 Bab 33 Melarikan Diri34 Bab 34 Ditolong Keluarga Baik35 Bab 35 Aku dan Mereka36 Bab 36 Pulang37 Bab 37 Minta Mati38 Bab 38 Calon Orang Tua39 Bab 39 Mama40 Bab 40 Aneka Rasa Kehidupan41 Bab 41 Gelisah42 Bab 42 Nayaku43 Bab 43 Kesalahanku 44 Bab 44 Gelisahku45 Bab 45 Hantu Masalalu46 Bab 46 Mengemis Maaf Sebelum Ajal47 Bab 47 Oh, Soraya48 Bab 48 Rahasia Soraya49 Bab 49 Mama Sakit50 Bab 50 Beliau Mama Istimewa51 Bab 51 Anugerah Dari-Nya (Tamat)