icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Titik Noda

Bab 2 Permintaannya Poligami

Jumlah Kata:1178    |    Dirilis Pada: 23/04/2022

or

b ini masih kugenggam tanpa siapa pun tahu kecuali Tuhan dan dua pelak

iri sendiri. Aku sudah lepas tangan," tekanku pada April di kamarny

r dipikirkannya sendiri. Anak kampung tak tahu diri ini harus sadar kalau ap

pun April mulai menyi

ana Kak A

April saling pandang, tampak ia tersenyum pada S

i tinggal di kos deka

h gak asyik, aku kan su

ya. Tuh bentar lagi mulai." A

u menurut, ia ge

aja sama kak April itu?" Di

ng mampir dulu ke rujak e

kalau April

sempatin juga jalan ke bawah jemb

apain aja itu? Mama belum pernah no

ak April juga yang traktir. Kadang kita bareng banyak kawannya ketemu di

m B

Rang di film Kor

inkah aku sudah terlalu tua sampai tid

g?" alihku menyeimbangi pem

sih suka sama lawan jen

oleh remaja 15 tahun ini dengan semringah. Di tengah masalah Mas Dana

orang yang jauh lebih muda membuatku merasa ... agh tidak, aku masih cantik dan segar, hanya mungkin aku kurang paham du

kel

terhenti. Untung laju mobil santai dan

kok me

i tadi mama gak

kendaraan ke halaman la

a juga kah

ecil ini bertan

rong bentar nanti pulangnya

. Kita cuci mata bareng biar seger,

ke air. Bukan li

muallaikum." Ia menciu

ikumsal

ku kembali kulajukan mobil ke rum

e mana

anang membuka le

ngah membawa kipas angin, menaruhnya ke baga

ak April pindah k

saling pandang d

yusul," perintah Mas Danang pada supir

ama April. Orang yang dulu kusayangi seperti anak itu melewati tubuhku beg

kalau sebelum ini

tu melaju menin

u penuh tekanan pada lelak

ya. Pintu kukunci, lalu

kamar ukuran 5 x 6 inilah rumah tangga yang kami bangun bagai surga untuk anak-anakku. Tidak pernah ada keributan, kata k

u bertanya tepat di depan mukanya.

lnya terlihat ragu namun k

kan April ke kos a

al

Haji Idris yang

antungku bertalu. Ta

kita. Aku beralasan ia pind

a bibirku yang gemetar ini

ditempati, Mas. Kapan bersih-bersihnya? Kapan deal harganya? Baru tadi aku suruh April ke lua

enghindar ta

Menggeram kuat menahan diri memb

, sebula

a. Sungguh, baru kutahu ia lelaki tak berperasaan. Kenapa aku baru menya

menyerang diri sampai sebegini tak berkutik. Ia tahu aku pasti akan berusaha keras yan

aku masih sangg

nikahi April ... tol

s hati terdalam. Aku ingin menjauhkan mereka, agar dosa itu

baik daripada ak

urkan lagi segenggam

rkan diri bahwa lelaki ini memang manusia tercela sekarang ini. Harus

emuaskanmu, Mas? Sampai kamu but

u ... pikiran in

maksudnya. Bayangan yang lebih muda dan

aku berpik

a maaf, lalu keluar. Tak lama terden

r penuh kenangan. Nyeri ini luar biasa sakit. Tak terbayangkan, seseor

ama sekali tak akan berguna. Bukankah di sana pasti mereka tengah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Titik Noda
Titik Noda
“"Aku khilaf, Dik ...." "Khilaf, tapi sampai sejauh itu, Mas ...?" "Maaf ...." Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya. Mas, sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong mengangkat derajat keluarganya? Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam seperti ini? Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ...! * Kisah ini diangkat dari kejadian nyata yang sudah dicampur fiksi. Sarat akan hikmah, juga mengingatkan akan hukum tabur tuai dari perbuatan kita. Apa yang ditabur pasti akan dituai hasilnya cepat atau lambat. Selamat membaca.”
1 Bab 1 Pengakuan 2 Bab 2 Permintaannya Poligami 3 Bab 3 Rencanaku4 Bab 4 Menikahkan Suamiku 5 Bab 5 Sudah Berbeda 6 Bab 6 Mulai Lelah7 Bab 7 Permintaan 8 Bab 8 Perempuan Tanpa Muka9 Bab 9 Denok dan Keputusanku 10 Bab 10 Aku Perempuan Istimewa 11 Bab 11 Istriku12 Bab 12 Luka Masih Melekat13 Bab 13 Sebuah Kesalahan 14 Bab 14 Ancaman Kekanakan15 Bab 15 Sendiri16 Bab 16 Darah Ma Pril!17 Bab 17 Berusahalah Sendiri Biayai Pengobatan Istrimu18 Bab 18 Sebuah Tanggungjawab19 Bab 19 April !20 Bab 20 Mendadak Dilamar21 Bab 21 Deritaku Sekarang22 Bab 22 Noda Dari Tanganku23 Bab 23 Dunia yang Kejam24 Bab 24 Di Tempat Baru25 Bab 25 Kesempatan Kedua26 Bab 26 Dihantui Kesalahan Lalu27 Bab 27 Hidup Dalam Ketakutan28 Bab 28 Ayah29 Bab 29 Salah Paham30 Bab 30 Denokku31 Bab 31 Tentang Kami32 Bab 32 Ditawan33 Bab 33 Melarikan Diri34 Bab 34 Ditolong Keluarga Baik35 Bab 35 Aku dan Mereka36 Bab 36 Pulang37 Bab 37 Minta Mati38 Bab 38 Calon Orang Tua39 Bab 39 Mama40 Bab 40 Aneka Rasa Kehidupan41 Bab 41 Gelisah42 Bab 42 Nayaku43 Bab 43 Kesalahanku 44 Bab 44 Gelisahku45 Bab 45 Hantu Masalalu46 Bab 46 Mengemis Maaf Sebelum Ajal47 Bab 47 Oh, Soraya48 Bab 48 Rahasia Soraya49 Bab 49 Mama Sakit50 Bab 50 Beliau Mama Istimewa51 Bab 51 Anugerah Dari-Nya (Tamat)