icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Titik Noda

Bab 9 Denok dan Keputusanku

Jumlah Kata:1752    |    Dirilis Pada: 24/04/2022

or

ebut cirinya, aku hanya mengiyakan berharap itu benar orangnya. Sampai lah di sini, jalan kecil aku turun. Mobil kutitip di depan rumah toko kue. Aku bertanya pada beberapa orang lagi,

ikanmu. Mama terima sebesar apa pun amarahmu, asal k

dua kos empat pintu, posisi saling membelakangi. Sepi, semua pintu tertutup rapat aku celinguk mencari orang untu

. Tepat di depan selasar aku berdiri, memandangi lagi alas kaki yan

di dalam ...? Tidak! H

nnya pun tak dibuka. Pasti aku

. Bibir ini terkatup kelu. Ten

suara dari dalam minta menunggu. Jantungk

sedikit, keluar kepal

siap

metar, kata ini su

a aroma yang tak asing di hidung dar

uat, ia yang bingung melihatku jadi kaget,

Bu?

an pintu kamat tubuh ini langsung hampir jatuh. Berpegang

ama .

ntai dengan badan tertutupi selimut. Denok kebingungan, ia makin menutupi badan dengan kain biru itu, lal

ta masih melihat padanya. Rasa tak

nya menutupi bawah tubuh tanpa benang. Ia pun memakai pakaian sambil menutupi diri denga

ada air mata. Rasa ini sulit dijelaskan. Otakku kosong tak bisa ber

af ... maaf ...." Denok t

, melihat wajah anakku itu lamat-lamat. Ia terisak dengan mata takut, pem

, Ma. Maafi

teguk susah payah, habis segelas itu baru terasa bisa mulai jalan otak. Keja

ndu dan lekat, kusentuh pucuk kepal

mat terucap bersama luruhnya linangan air mataku, makin deras saat

apaknya membuat kesalahan terbesar ..

uruk yang mungkin sudah digariskan aku menangkup kedua pipi putriku. Jerry ikut duduk di depanku, mereka berdua mengaku

a Denok. Ternyata itu April berikan, film barat yang

pantas, hah? Kenapa mau aja disuruh, lalu tidak mik

ernoda dan hubungan ini terlalu jauh. Aku mencob

iran dengan sejujurnya, dan apa yang m

yang masih t

ng tua harus ada sebuah keputusan tegas dan itu sudah terpikirkan

rtekan dengan hutangnya. Aku menunggu giliran bicara, membiarkan ia melep

entang masalahmu, Mas. Aku

ndapat apa-apa. Hal yang membuat Denok marah padaku. Lalu, tangisan putri kesayangan kehilangan mahkota, akibat tontonan yang s

gemerutuk. Kubiarkan ia putar ulang, dan ulang, memastikan pende

ernikahan kita, Mas. Nodanya t

rupanya ia menyusul sua

aja! Orang-orang itu nagihnya

melipat tangan. "Ja

han. Wajah itu cemberut menatap Mas Dan

napas. Fir

! Pl

ak tangan Mas Danang men

kamu sudah kuasai semua, ia sengaja memiskin

kulan ketiga memb

tara ini, jadi tak perlu melihat apa yang terjadi. Kubiarkan mereka sudah saling pukul,

rang bapak tetang

ereka harus pergi dari rumahku. Aku

Apa-apa

anggu dengan istrimu, terganggu dengan hutangmu, dan urusan gono gini yang belum seles

ihat berbinar. Mungkin kabar itu langsung m

ku tidak mau

etemu di pengadilan!" Aku gega

Danang memaki perempuan yang

milukan, tapi April memang pantas menerima tamparan, bahkan yang

kin deng

menatap penuh sayang pada tiga anakku d

ama. Doakan saja semua yang

aik untuk Mama. Mama wanita

Tetap semangat, belajar sebaik m

pat membuat mereka menangis saat mengetahuinya. Bungsuku itu sedang kumasukkan di pondok sampai nanti lulus SMA, untuk mengalihkan ia dari

salahan kemarin diberi kesempa

ir kita sedih, kita

kucing jenis Persia, warna putih dan abu. Hewan lucu itu ada di pangkuan Nay

Mas Danang sebagai kepala rumah tangga tak akan menghap

a akan menjadi miliknya. Aku tak peduli lagi, yang paling berharga adalah anak-anak. Kesalahanku sempat bertahan untuk anak

u pabrik bata. Dan harta lain yang memang atas namaku, Almira, juga Naya tetap hak anak. Kami

mlah kecil, aku meragukan ia bisa memenuhinya. Tak ingin memikirkan atau berharap banyak ak

ku menengok layar ponsel

hatnya. Sekejap mataku membulat

uk. Entah dari mana

gar kabar baik," go

kin pecah. Ya, orang di video itu memang pantas ditertawai, bahkan dil

. Terlihat belanjaannya penuh satu trol

banyak banget." Ia ada di depanku,

melihat arahku sambi

berisi dua kotak susu tulang. Garis bibir sebelahnya menaik. "Bagus itu buat tulang ya

mu nangis. Hati-hati lho, video mesummu itu b

a pasti sy

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Titik Noda
Titik Noda
“"Aku khilaf, Dik ...." "Khilaf, tapi sampai sejauh itu, Mas ...?" "Maaf ...." Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya. Mas, sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong mengangkat derajat keluarganya? Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam seperti ini? Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ...! * Kisah ini diangkat dari kejadian nyata yang sudah dicampur fiksi. Sarat akan hikmah, juga mengingatkan akan hukum tabur tuai dari perbuatan kita. Apa yang ditabur pasti akan dituai hasilnya cepat atau lambat. Selamat membaca.”
1 Bab 1 Pengakuan 2 Bab 2 Permintaannya Poligami 3 Bab 3 Rencanaku4 Bab 4 Menikahkan Suamiku 5 Bab 5 Sudah Berbeda 6 Bab 6 Mulai Lelah7 Bab 7 Permintaan 8 Bab 8 Perempuan Tanpa Muka9 Bab 9 Denok dan Keputusanku 10 Bab 10 Aku Perempuan Istimewa 11 Bab 11 Istriku12 Bab 12 Luka Masih Melekat13 Bab 13 Sebuah Kesalahan 14 Bab 14 Ancaman Kekanakan15 Bab 15 Sendiri16 Bab 16 Darah Ma Pril!17 Bab 17 Berusahalah Sendiri Biayai Pengobatan Istrimu18 Bab 18 Sebuah Tanggungjawab19 Bab 19 April !20 Bab 20 Mendadak Dilamar21 Bab 21 Deritaku Sekarang22 Bab 22 Noda Dari Tanganku23 Bab 23 Dunia yang Kejam24 Bab 24 Di Tempat Baru25 Bab 25 Kesempatan Kedua26 Bab 26 Dihantui Kesalahan Lalu27 Bab 27 Hidup Dalam Ketakutan28 Bab 28 Ayah29 Bab 29 Salah Paham30 Bab 30 Denokku31 Bab 31 Tentang Kami32 Bab 32 Ditawan33 Bab 33 Melarikan Diri34 Bab 34 Ditolong Keluarga Baik35 Bab 35 Aku dan Mereka36 Bab 36 Pulang37 Bab 37 Minta Mati38 Bab 38 Calon Orang Tua39 Bab 39 Mama40 Bab 40 Aneka Rasa Kehidupan41 Bab 41 Gelisah42 Bab 42 Nayaku43 Bab 43 Kesalahanku 44 Bab 44 Gelisahku45 Bab 45 Hantu Masalalu46 Bab 46 Mengemis Maaf Sebelum Ajal47 Bab 47 Oh, Soraya48 Bab 48 Rahasia Soraya49 Bab 49 Mama Sakit50 Bab 50 Beliau Mama Istimewa51 Bab 51 Anugerah Dari-Nya (Tamat)