icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bulan di Darah Awan

Bab 3 Perkenalan

Jumlah Kata:1200    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

. Dia gak terlihat killer di sini. Ingin aku katakan dia asistenku, tapi aku tidak ingin terbongkar kalau aku praktikan sekarang. Mungkin aku bisa sedi

pku sedikit tersipu. Seper

entarnya. Aku berpikir sejenak sebelum memberi komentarku. Ak

h Shadox yang terkenal itu?" tanyaku hati-hati. La

seperti mengelak dari menjawab. Apa dia benar Shadox it

pak sedikit terkejut, namun segera menyembunyikannya. Untung saja aku menangk

lisanku," komentarnya tenang. Ya, dia mengelak. Tapi, reaksi

ibaca saat ini," komentarku. Dia hanya diam

yang keluar dari mulutnya. Ini

membentuk kenyataannya

t seperti itu?" tanya Shadox

hya Hakim," komentar Shadox, memperkenalkan dirinya. Dia terlihat r

in di dalam keramaian," komentarnya menolak jabatan tangan itu. D

ada perempuan yang dia sukai! Aku yakin dia Shadox penulis itu! Meski dia tidak

kesulitan membedakan kenyataan dan mimpi terban

maku Zihan," ucapku dengan sen

hkan pandangannya ke buku itu. Isinya hanyalah tulisan yang tidak sepenuhnya ters

ak pernah kasih kon

, tapi gayanya bagus sih resp

n lho dia seb

nyak juga yan

ang berhubungan dengan nama itu g

u gak ngerti

sembunyii

imat itu dipoton

anyalah orang lain dalam keram

sung menyambung dari pertanyaanku yang terpo

setiap akhir minggu atau untuk komunikasi labo-," komenta

ibuk mengetikkan sesuatu dengan cepat

eski wajahnya datar. Aku hanya menganggukkan kepala, meskipun berat karena aku belum mendapatkan kontak K

sar benda itu adal

sebuah senyuman kecil yang singkat, sebelum kembali mendatar. Satu titik air jatuh di mata kanannya yang dia abaik

Shadox si asisten killer adalah Shadox sang penulis kan? Semu

ponsel. Aku segera menambahkan nomor itu. Segera, aplikas

erti menyimpan sesuatu. Orang bisa men

a mulai berjatuhan," ucapku pe

sanya, seperti dia entah mengapa percaya kepadaku. Aku ragu untuk memb

capku pelan seraya membuka pintu kamarku. Aku merebahkan diriku

san di grup Trio. Sepe

ulis sesuatu yang mena

i Shadox

uh orang LINE aja kagak ada sta

Apa isi

mengiri

membilas bersih mimpi. Dalam mimpi ruh kecil ini, pintaku bertemu

21 sudah saya laksanakan. Moga kasih pena

ha

a, tapi baru kali ini dia pake ka

g kalimatnya mendayu, tapi bida

l tadi? Aku menggelengkan kep

urutmu gim

u sama Riris. Ju

t heboh. Aku memutuskan untuk mengabaikan, karena seperti

alian semua dapat balasan penugasan.

seriu

suka deti

nan

, se

irim

n pertama untuk yang asistennya saya. H

nknya [

ek tuh link s

h, daripada

x dong,

enak be

rjain sono kal

lin pranala itu. Selanjutnya, aku membuka isi soal yang diberikan K

minggu sebelum praktikum. Setidaknya dua hari itu cukup. Aku memutuskan untuk salat maghrib. Setelahnya, aku mulai memikirkan jawaban dari pertan

utuskan untuk menutup kertas-kertas hasil tulis tangan laporanku itu dan merapikannya. S

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bulan di Darah Awan
Bulan di Darah Awan
“Bulan dipenuhi dengan kesedihan dengan derita darah. Cahaya merahnya membias di muka bumi untuk satu abadi. Kapankah tangis suaraku terdengar di malam ini terdengar olehmu, sementara aku berjuang untuk bertarung dan mempertahankan kewarasanku? *** "Aku masih membenci setiap jejak yang tertinggal dari masa laluku, dan sekarang kamu mau menjadi bagian dari kebencianku?" tanyanya kepadaku. Aku terdiam. Tidak satu patah kata bisa keluar. Atmosfer yang dia ciptakan mencekikku. "Kala pertemuan pertama kita tempo kemarin, hatiku berkata ada sesuatu yang beda. Kini, bagiku, satu suatu itu seakan porak poranda masa lalu," ucapnya lemah. Dia menggelengkan kepala. "Tapi, dikau tak berkata apapun kala itu, hanya anggukan yang memancing murka diri. Namun, dikau telah merahasiakan paduka. Sekali ini, aku perkenan semua kembali dalam bayangan," komentarnya, "terima kasih." "Terima kasih," balasku pula. Rasanya sesak. Hanya itu yang bisa terucap dari lidahku. Entah kenapa, hubungan kami yang baru dimulai, perkenalan singkat yang berbeda ini, sudah diambang kehancuran.”
1 Bab 1 Tim2 Bab 2 Mematikan3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Beasiswa5 Bab 5 Retak6 Bab 6 Kebermanfaatan7 Bab 7 Rapuh8 Bab 8 Mie Instan9 Bab 9 Kuliah10 Bab 10 Aspek11 Bab 11 Relevansi12 Bab 12 Membangun Negeri13 Bab 13 Tanpa Emosi14 Bab 14 Dikenal15 Bab 15 Memuji16 Bab 16 Bumi untuk Zizih17 Bab 17 Permainan Sederhana18 Bab 18 Pendamping19 Bab 19 Pendahulu20 Bab 20 Penampilan Menipu21 Bab 21 Tuduhan22 Bab 22 Maba Cantik23 Bab 23 Iblis Kedua24 Bab 24 Masa Depan25 Bab 25 Titik Mula26 Bab 26 Jawaban27 Bab 27 Anak Iblis28 Bab 28 Kembali29 Bab 29 Dosa Desa30 Bab 30 Kebenaran31 Bab 31 Terima Kasih32 Bab 32 Epilog