icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bulan di Darah Awan

Bab 2 Mematikan

Jumlah Kata:1120    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

n pakaian santai lalu membuka ponsel. Di sana, aku mulai bersela

kalo kepala asisten

ing. Aku dap

tadi pelit nilai, C

g di internet ketem

. Asisten m

Yang cewek ama ketua lab

killer

k kakak gak adik

Yang be

mpa

bluk, ri

cewek cant

t kal

rita itu tampan ih, a

irim

isa sih cakep banget? Masa

lho fotonya. Idola b

minta

langsung

ribut amat. Ini la

a dikontak

enior yang udah tanya lewat aku buat

agi k

ke

sana, ada nama yang asing. Apakah mahas

membu

Riris, Haris, Alif, Danie

t malam kakak

what is thi

amming, prog

see. So, thi

s. We are

: With ne

ys mix the students. Eh,

Kak Sha

apa-apa sudah

Iri y

: Iya

hadox? Su

? Kenapa

Waduh. M

Kenap

pelit nilai,

tadi pelit, sekarang asisten ini ki

kira dapat

doing this th

don't hope much. Th

sly? Who is

l: Sh

They say that he's annoying. I find him have a prett

I think I've heard

oups I recall. You know, the time we see a

! I don't wanna be under

to know him a bit bett

l: Fu

im:

I cannot

a ini tidak akan berjalan baik bagi

ng sudah menghu

hubungi Zih, t

read doa

orangnya. Nanti tiba-t

a perlu Kak Shadox buat

i, liatin aja. Tuh orang hafal banget ama ja

emang rada susah dicari di k

ak Karim. Kak Shadox ini gak

: I WANNA

ope. You'

asia:

. Hope he'll be kind enough to us to

l: Ho

akhluk sepertinya pengen disumpah," gumamku kesal. Aku meli

a?" gumamku lemah. Sebuah pesan masuk dari Alsya ke

g buka wp. Tebak ap

Fanfi

n gak bakal

mengiri

: SER

sa!? Itu aku gak

ak percaya masih

ngerasa aneh pas l

alo dia sampe orang yang sama lho. A

ungkin! Kebe

dia, tapi gak sadar pas tadi

GKIN DIA SAHDO

Shado

x. Maaf typo. TAP

ahas lagi nanti. In

mengiri

ra-praktikum asisten aku kosongkan. Sisanya aku kerjakan semampuku, t

ya, aku mengambil perlengkapan mandi dan pergi ke kamar mandi. Air sejuk yang dibarengi dengan

arganya lebih murah dengan fasilitas yang sangat bagus. Ortuku dengan berat hati mengizinkanku di sini demi fasilitas supaya belajarku nyaman, meski posisi sangat

na biru dongker mencolok melewati kamarku. Dia tampak mengabaikan keberadaanku dan teru

k bisa olahraga karena hujan. Aku tidak suka olahraga dalam ruangan. Aku memutuskan untuk duduk

au seseorang duduk di kursi lainnya. Namun, aku me

elah

E

" tanyanya datar. Bagai

dari otakku. Laki-laki itu menaikkan sebelah alisnya

ar tanpa emosi. Di tangan kirinya ada sebuah bu

ihkan topik. Aku tidak ingin ketahuan seb

elihat sekilas ke pakaiannya lebih teli

ado

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bulan di Darah Awan
Bulan di Darah Awan
“Bulan dipenuhi dengan kesedihan dengan derita darah. Cahaya merahnya membias di muka bumi untuk satu abadi. Kapankah tangis suaraku terdengar di malam ini terdengar olehmu, sementara aku berjuang untuk bertarung dan mempertahankan kewarasanku? *** "Aku masih membenci setiap jejak yang tertinggal dari masa laluku, dan sekarang kamu mau menjadi bagian dari kebencianku?" tanyanya kepadaku. Aku terdiam. Tidak satu patah kata bisa keluar. Atmosfer yang dia ciptakan mencekikku. "Kala pertemuan pertama kita tempo kemarin, hatiku berkata ada sesuatu yang beda. Kini, bagiku, satu suatu itu seakan porak poranda masa lalu," ucapnya lemah. Dia menggelengkan kepala. "Tapi, dikau tak berkata apapun kala itu, hanya anggukan yang memancing murka diri. Namun, dikau telah merahasiakan paduka. Sekali ini, aku perkenan semua kembali dalam bayangan," komentarnya, "terima kasih." "Terima kasih," balasku pula. Rasanya sesak. Hanya itu yang bisa terucap dari lidahku. Entah kenapa, hubungan kami yang baru dimulai, perkenalan singkat yang berbeda ini, sudah diambang kehancuran.”
1 Bab 1 Tim2 Bab 2 Mematikan3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Beasiswa5 Bab 5 Retak6 Bab 6 Kebermanfaatan7 Bab 7 Rapuh8 Bab 8 Mie Instan9 Bab 9 Kuliah10 Bab 10 Aspek11 Bab 11 Relevansi12 Bab 12 Membangun Negeri13 Bab 13 Tanpa Emosi14 Bab 14 Dikenal15 Bab 15 Memuji16 Bab 16 Bumi untuk Zizih17 Bab 17 Permainan Sederhana18 Bab 18 Pendamping19 Bab 19 Pendahulu20 Bab 20 Penampilan Menipu21 Bab 21 Tuduhan22 Bab 22 Maba Cantik23 Bab 23 Iblis Kedua24 Bab 24 Masa Depan25 Bab 25 Titik Mula26 Bab 26 Jawaban27 Bab 27 Anak Iblis28 Bab 28 Kembali29 Bab 29 Dosa Desa30 Bab 30 Kebenaran31 Bab 31 Terima Kasih32 Bab 32 Epilog