icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Take Me Back to Switzerland

Bab 4 Chapter 4 : Cousin

Jumlah Kata:1142    |    Dirilis Pada: 13/02/2022

eninggalkan kafe dan Haris mengantarkan Marsha ke rumahnya. Tidak butuh waktu yang lama, sekitar s

ap Haris ketika motornya sudah

i motor Haris, "Aku pulang dulua

h ditungguin sama si Peter." Marsha

rnya dan segera meninggalkan rumah Marsha ke

klatan. Pasti mereka adalah saudaranya. Ibunya, Indah, menyadari kehadiran anaknya tersebut segera menghampiri M

ucap Indah. Marsha pun ikut duduk di sebelah ibunya.

kamu masih bayi loh," ucap bibi Irene. Mendengar

ma Peter?" Sekarang giliran paman Sam yang berbicara. Marsha hanya menggeleng

tanya Marsha karena ia belum bertemu den

ahat. Coba kamu susulin, siapa tau dia udah bangun," ujar Indah. Marsha mengangg

rlahan karena takut membangunkan sepupunya. Ketika pintu dibuka, ternyata terlihat Peter yang sedang duduk di meja belajar milik

" tanya Mar

anya. Marsha pun ikut mengangguk

pa Peter. Ia kemudian memeluk Marsha. Marsha kaget namun ia baru menya

sha membenarkan. Karena memang benar jika mereka sebelumnya pernah bertemu. Namun

pan sepupunya itu, "Yes, you are

e you? You look so beautiful my cousin." Mars

berbicara dengan bahasa Inggris karena ia

abarku sangat baik, aku sangat senang bisa ke I

h berada di Swiss dan pastinya tidak ada yang menggunakan bahasa Indonesia di sana

leh karena itu, sehari-hari ia pun menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan teman-temannya di sana juga

l sebelumnya. Marsha lupa jika ia belum mengganti seragamnya. Ia kemudian pamit kepada Pete

ng anatomi tubuh manusia. Peter menebak jika sepupunya ini akan melanjutkan kuliahnya ke sekolah kedokteran. Meskipun mereka berdua jarang bertemu, P

sudah berganti menjadi kaus oblong dan celana tidur. Ia segera

yang sadar jika Marsha sudah datang s

he way, kamu mau lanjut ke kedokteran, ya?"

r mengacungkan jempol kepada Marsha dan ia pun mengacun

anya Peter. Sepertinya ia juga berusaha me

ernah bilang kepada Marsha bahwa sepupunya itu memiliki usia ya

terkesima dengan wajah tampan milik sepupunya. Ternyata

an, ya? Siapa nama pacarmu?"

r berkata seperti itu. Bagaimana ia bisa ta

rsha lupa jika di kamarnya ada jendela yang langsu

g, kan?" ucap Marsha dengan percaya d

ndingin sama aku sih, kayaknya gantengan aku, hahaha." Marsha tidak menyangka jika sepupunya ini memilik

o. Apa mungkin sepupunya ini yang tampan belum memiliki keka

amanya pacaran, Sha," jawabnya. Ternyat

n sepupunya itu. Ia heran mengapa sepupunya yang tampan itu tidak ingin memiliki kekasih. Jika membuka p

m ada perempuan yang co

banyak yang masih jomblo, loh," tawar

sudah hampir satu jam Marsha dan Peter berbincang. Ternyata Peter adalah laki-laki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Take Me Back to Switzerland
Take Me Back to Switzerland
“Menjadi seorang dokter adalah cita-cita yang telah lama Marsha impikan sejak duduk di bangku SMA. Berbagai upaya telah ia lakukan untuk bisa mendapatkan beasiswa kedokteran di luar negeri. Dengan bantuan teman-teman dan orang terkasihnya, Marsha perlahan bisa segera mewujudkan impiannya. Marsha pun rela menghabiskan waktunya hanya sekadar untuk belajar, belajar, dan belajar. Namun, tiba-tiba cita-cita yang telah ia impikan hancur hanya dalam sekejap. Marsha hamil. Semua ini adalah akibat dari kecerobohannya dengan seseorang. Bagaimana Marsha akan mengungkapkan rahasia terbesarnya kepada semua orang? Apa yang akan ia lakukan untuk menghadapi kehidupan selanjutnya yang telah lama menunggunya?”