icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

icon

Bab 1 Chapter 1 : A Big Mistake

Jumlah Kata:1093    |    Dirilis Pada: 13/02/2022

i kota Jakarta. Banyak murid dari lulusan SMA dan SMK bahkan dari kalangan mahasiswa akan mengikuti seleksi ini. Mereka yang lolos pada tahap bah

ada tahap bahasa asing. Ia sudah mempersiapkan dengan matang sejak SMA untuk mendapatkan beasiswa kedokteran di luar negeri. Berbagai usaha telah ia lakuk

atu per satu buku yang ada di hadapannya dari pagi hingga sore hari dan hanya tinggal tersisa dua buku lagi yang belum ia baca ulang. Sebelum mulai membaca bukunya lagi, Marsha beranjak ke dapur untuk menyiapkan kopi ya

nggal sendiri demi melatih kemandirian anak semata wayangnya. Marsha pun memilih untuk tinggal di apartemen yang jaraknya t

Hari sudah mulai gelap dan banyak orang berlalu-lalang di jalanan. Marsha kemudian menekan angka sebagai sandi yan

berapa detik kemudian, perutnya mulai mengeluarkan suara layaknya orang kelaparan. Akan tetapi, baru satu jam yang lalu Marsha makan. Ia kemudian merasakan mua

a justru lebih terasa mual. Ia beranjak ke wastafel untuk memuntahkannya tetapi tidak ada yang keluar dari mulutnya. Marsha kemudian segera mencari ponselnya untuk menelpon seseorang d

bermonolog sendiri. Marsha berusaha untuk menginga

an. Nggak, nggak mungkin aku hamil."

arena kecerobohannya dengan seseorang. Segera setelah membeli barang tersebut, Marsha pergi ke toilet untuk mengecek kehamilan dengan menggunakan urinenya.

engan seseorang itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Mimpi yang sudah ia idamkan sejak

app tetapi hanya berakhir dengan tanda centang. Marsha kemudian menelpon kerabat dekat yang kenal dengan orang tersebut dan menanyakan di mana keberadaannya sekarang. Akan tetapi, ker

Ia tidak mau dicap sebagai anak nakal dan tidak tahu diri. Bahkan orang yang telah menghamilinya tidak menjawab telepon dan pesannya. Apakah ia kabur? Tida

da benda yang ada di sekitarnya. Marsha merasa sangat bingung dan marah. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana dengan ujian seleksi besok? Ia tidak mau semua usahanya sia-sia. Namun, Marsha juga merasa sangat malu dan hina

. Tidak, bukan orangtuanya, bukan juga teman-temannya. Marsha yakin orang itu akan tutup mulut rapat-rapat setelah

sha setelah beberapa kali panggilannya tidak diangkat, "Hey, ma

ur help, r

g-orang yang sedang mengantre di boarding pass. Ya, Marsha memutuskan untuk pergi meninggalkan Indonesia dan merelakan kesempatan emasnya yaitu beasiswa ke luar negeri. Dengan bantuan seseorang,

rsha dan segera mengajaknya menuju pesawa

about this?" t

ice, I want to leave this c

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Take Me Back to Switzerland
Take Me Back to Switzerland
“Menjadi seorang dokter adalah cita-cita yang telah lama Marsha impikan sejak duduk di bangku SMA. Berbagai upaya telah ia lakukan untuk bisa mendapatkan beasiswa kedokteran di luar negeri. Dengan bantuan teman-teman dan orang terkasihnya, Marsha perlahan bisa segera mewujudkan impiannya. Marsha pun rela menghabiskan waktunya hanya sekadar untuk belajar, belajar, dan belajar. Namun, tiba-tiba cita-cita yang telah ia impikan hancur hanya dalam sekejap. Marsha hamil. Semua ini adalah akibat dari kecerobohannya dengan seseorang. Bagaimana Marsha akan mengungkapkan rahasia terbesarnya kepada semua orang? Apa yang akan ia lakukan untuk menghadapi kehidupan selanjutnya yang telah lama menunggunya?”