icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bound by Destiny

Bab 5 Tanpa Kata

Jumlah Kata:1251    |    Dirilis Pada: 06/02/2022

. Bahwa ia berada di dalam satu kamar hotel. Bersama dengan Garett. D

i Elice tidak merasakan sedikit penyesalan pun di dalam dadanya. Apa mungkin itu karena benar yang ia

g masih ada orang yang menganggapku berharga. Seka

e membuka matanya lagi. Di dalam keremangan lampu bewarna kuni

ret

ebagai satu kenangan. Dan memang

tu tekad pun terbentuk seketika di benaknya. Ia harus pergi. Ia tidak

na. Kejadian malam itu tidak perlu diperpanjang dengan hadirny

ar pergerakannya tidak membangunkan pria itu. Yang tampak l

ng tidak seberapa. Untuk mengamati wajah Garett. Yang tampak tampan dalam gurat kedewasaann

tuk segera bersiap. Kala itu hari sudah menunjukkan jam empat pagi.

persatu pakaiannya. Mengenakannya dengan cepat dan ri

sebelum memutuskan bahwa ia cukup rapi. Walau tentu saja, berkas-berkas merah di sepanja

esuatu membuat pergerakan tangannya di daun pintu berhenti.

gi, nyatanya wanita itu justru memutar arah. Menghampiri Garett dan memandan

kecupan samar di pipi Garett.

ma ka

inya. Satu sentuhan yang membuat ia tak berdaya untuk menarik kembali kesadara

bahwa tubuhnya terasa ringan sekali pagi itu. Sesuatu yang membuat ia bertanya-tanya. Mungkinkah itu

at mengerutkan dahi ketika ia menoleh ke samping. B

li

, ia memandang ke sekitar. Mencoba mencari keberadaan Elice. Tapi, ia tidak me

mandi. Hanya untuk mendapati bagaimana tidak ada Elice di sana. Parahnya, kamar mandi itu pun tidak menunjukka

a .

Tangan pria itu mengusap kasar pada wajahnya yang mas

na tidak ada lagi jejak Elice di sana. Pakaiannya, sepatunya, tas tangannya, dan semu

per

gi melarikan diri seolah ia adalah penjahat yang tidak boleh tertangkap basah

irnya, setelah mengenakan pakaian dalamnya, ia memutuskan untuk melesakkan bokongnya di

a ketika Garett menuntaskan dahaganya. Ber

Meraih celana panjangnya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. S

al

u, Garett mengang

rnya kau mengangkat

semakin memburuk. Tapi, ia

kau menghubungiku di Minggu pagi ini

ini hanya senilai sepuluh juta. Kau tau pasti bukan

nya dan merasa bagaimana kepalanya terasa bera

isa dikatakan lembur belakangan ini. Dan aku moh

i, sepertinya lawan bicara Garett tidak memiliki p

araan ini sampai aku menemuimu. Eh

sepertinya di sini kau yang lebih berambi

ahah

mampu menyembunyikan satu fakta. Bahwa yang menjadi lawan

rebut-merebut. Terutama bila itu menyangkut m

at bentuk penolakannya itu. Terutama pria paruh baya yang bernama Nugroho itu.

p kau tidak l

r. Membuat Garett merasa tubuh

pa

soal harta. Tapi, lebih dari itu.

napas di dada. Wajahnya tampak berubah.

ikirkan tindak tanduk keluarga Hartigan. Saat ini mereka sudah bersiap untuk semua tindakan yang mungkin aka

duli dengan h

ada di belakang namamu. Tapi, seperti yang aku katakan. Harta ini bukan hanya mengen

at itu. Sepertinya kali ini ia benar-benar membutuhkan pil pereda ny

u besok d

Nugroho di seberang sana terdengar berbe

ai

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bound by Destiny
Bound by Destiny
“Dicampakkan dan dipermalukan, Elice Danurdara tak pernah mengira bahwa ia akan tetap bertahan pada hidup. Nyaris menyerah. Hingga malam itu mengantarkan dirinya pada satu pembuktian gila. Bahwa dirinya masih berharga. Garettinus Hardiyata namanya. Pria asing yang membuktikan pada Elice bahwa di matanya wanita itu masih sangat berharga. Melalui tatapannya, melalui cara bicaranya, dan melalui ... sentuhannya.”